Neni Ajak Pelaku Usaha Kembangkan Ekonomi Kreatif dengan Kemasan Ramah Lingkungan

![]()
![]()

Akurasi.id, Bontang – Keamanan dan kesehatan terhadap berbagai produk makanan dan obat-obatan yang dihasilkan pelaku industri kecil dan rumah tangga di Kota Bontang turut mendapatkan perhatian dari Wali Kota Neni Moerniaeni.
Melalui pelatihan Hazard Analisys Critical Control Point (HACCP) yang digelar Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop dan UMKM) Bontang yang dihelat di Hotel Sintuk, Kamis (12/9/19), Neni mendorong perlindungan kesehatan konsumen.
Acara yang bekerja sama dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda itu diikuti oleh sebanyak 60 pelaku usaha industri kecil dan rumah tangga di Kota Taman –sebutan Bontang. Kepala Disperindagkop dan UMKM Bontang Asdar Ibrahim dan perwakilan BPOM Samarinda Pranandari Kenyowulan turut hadir pada acara itu.
Kepada peserta pelatihan, Neni menyampaikan, Bontang harus menjadi daerah yang maju di berbagai sektor, salah satunya di bidang ekonomi kreatif. Pelatihan HACCP akan sangat membantu pelaku industri kecil dan rumah tangga di Kota Taman memberikan jaminan terhadap prodak yang dimiliki, sehingga membantu mengembangkan usaha ekonomi kreatif yang mereka punya.
“Tujuan penerapan sistem HACCP adalah untuk menunjukkan letak potensi bahaya yang berasal dari makanan, khususnya yang berhubungan dengan jenis bahan pangan yang diolah oleh industri makanan dengan tujuan melindungi kesehatan konsumen,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, orang nomor wahid di Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang itu, juga mendorong agar setiap pelaku usaha di Kota Taman memasarkan hasil usaha yang mereka punya hingga ke daerah lainnya di Kaltim maupun di provinsi lainnya di Indonesia.
Salah satu visi yang mesti dimiliki setiap pelaku usaha di Bontang, sambung dia, yakni mengedepankan kemasan yang ramah lingkungan. Agar selaras dengan upaya pemerintah mengurangi sampah di Bontang, maupun daerah lainnya di Nusantara. “Selamat belajar. Semoga pelatihan ini memberikan motivasi dan ilmu bermanfaat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Disperindagkop dan UMKM Bontang Asdar Ibrahim menuturkan, melalui pelatihan itu diharapkan para pelaku usaha industri kecil dan rumah tangga mampu menetapkan batasan atau limit kritis untuk setiap titik kendali prodak yang mereka buat.
Tidak hanya itu, melalui pelatihan itu, setiap peserta diharapkan mampu menetapkan sistem prosedur pemantauan. “Peserta mampu menetapkan tindakan koreksi terhadap penyimpangan. Semoga peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang didapatkan,” tandasnya. (*)
Penulis: Hermawan
Editor: Yusuf Arafah









