Komisi IV DPRD Kaltim Dukung Penerapan PTM, Ingatkan Pemkot Samarinda Perketat Prokes

![]()

Komisi IV DPRD Kaltim Dukung Penerapan PTM, Ingatkan Pemkot Samarinda Perketat Prokes. Dewan tidak ingin, penerapan PTM ini gagal. Sehingga setiap aturan yang dianjurkan dalam pencegahan wabah Covid-19, harus benar-benar diperhatikan dan dijalankan.
Akurasi.id, Samarinda – Rencana pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada Juli 2021 mendatang, telah direalisasikan lebih awal oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda pada Senin (8/3/2021) lalu.
Sebagai permulaan, Pemkot Samarinda menyalakan lampu hijaunya kepada empat sekolah sebagai uji tahap awal PTM di Kota Tepian -sebutan Samarinda. Sekolah itu ialah SD-SMP Islamic Centre, Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Karang Asam Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang.
Kemudian SMP Nabil Husein di Jalan Rapak Indah, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang dan SMPN 42 di Jalan Inpers Tembok Tengah, Kelurahan Berambai, Kecamatan Samarinda Utara.
Menanggapi langkah Pemkot Samarinda dalam pemberlakuan PTM tersebut, Rusman Yaqub selaku ketua Komisi IV DPRD Kaltim mengapresiasi langkah tepat eksekutif Kota Tepian ini. Kendati demikian, ia mengingatkan agar pemberlakuan PTM harus dilaksanakan tanpa tergesa-gesa dan memperhatikan perkembangan kasus Covid-19.
“Sosialisasinya harus dilakukan secara masif. Masyarakat harus benar-benar disiapkan dan tetap harus menegakkan protokol kesehatan yang ketat,” ujarnya melalui sambungan telepon, Selasa (9/3/2021).
Untuk diketahui, meski baru empat sekolah yang telah mendapatkan izin PTM, namun ke depannya Pemkot Samarinda telah mempersiapkan 10 sekolah lainnya yang diizinkan melaksanakan PTM setelah mendapatkan persetujuan wali kota Samarinda.
Belasan sekolah ini nantinya dipilih sebagai ikonik dari wacana Sekolah Tangguh Covid-19 dan menjadi dasar percontohan PTM di tengah wabah pagebluk saat ini. Penerapan protokol kesehatan pasalnya menjadi perhatian khusus bagi Rusman Yaqub, apabila Pemkot Samarinda tak ingin menerima hasil gagal dalam pemberlakuan PTM.
Dukungan yang diberikan Rusman bukan tanpa sebab, lantaran ia menilai penerapan belajar daring atau online yang telah berlangsung selama setahun akibat pandemi Covid-19 kurang efektif. Bahkan, ia dan sejawatnya di Komisi IV telah mendorong wacana PTM tersebut sejak Januari 2021. Namun ia lebih memfokuskan PTM diterapkan di daerah pinggiran, agar para calon penerus bangsa bisa memenuhi harapan.
“Sekolah Tangguh Covid-19 itu bagus. Kami mendorong. Ini kan karena Samarinda masih banyak yang terjadi blank spot. Ini karena ada sekolah-sekolah tertentu yang tidak bisa terjangkau pembelajaran lewat daring,” pungkasnya. (*)
Penulis: Zulkifli
Editor: Dirhanuddin









