
![]()
Akurasi.id – Kecelakaan maut terjadi menjelang musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Sebuah bus pariwisata PO Cahaya Trans mengalami kecelakaan tunggal di Simpang Susun Exit Tol Krapyak, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Senin (22/12/2025) dini hari. Insiden tersebut menewaskan 16 penumpang dan menyebabkan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Bus yang mengangkut puluhan penumpang itu dilaporkan berangkat dari wilayah Jabodetabek dengan tujuan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 00.30–00.45 WIB saat bus melaju di jalur menurun dan tikungan di Simpang Susun Krapyak. Kendaraan diduga melaju dengan kecepatan tinggi sebelum akhirnya kehilangan kendali, menabrak pembatas jalan, dan terguling.
Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan bahwa bus PO Cahaya Trans tersebut tidak laik jalan dan seharusnya tidak diizinkan beroperasi. Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menyebutkan bahwa berdasarkan pengecekan di aplikasi MitraDarat, kendaraan tersebut tidak terdaftar sebagai angkutan pariwisata maupun angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP).
“Untuk data BLU-e, kendaraan terakhir melakukan uji berkala pada 3 Juli 2025. Sementara hasil ramp check pada 9 Desember 2025 menyatakan kendaraan tidak laik jalan dan dilarang beroperasi,” ujar Aan dalam keterangannya, Senin (22/12/2025).
Dari sisi penegakan hukum, polisi memastikan bahwa pengemudi bus tidak berada di bawah pengaruh narkotika. Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol M Syahduddi, mengatakan hasil tes urine pengemudi dengan enam parameter pemeriksaan menunjukkan hasil negatif narkoba.
“Penyelidikan kini difokuskan pada faktor lain seperti kondisi kendaraan, fisik pengemudi, kontur jalan, serta faktor teknis lainnya,” jelas Syahduddi.
Kapolda Jawa Tengah, Irjen Ribut Hari Wibowo, menambahkan bahwa sebagian besar korban meninggal dunia di lokasi kejadian akibat benturan keras saat bus terguling dan menyeret pembatas jalan tol. Satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis.
“Sebanyak 15 orang meninggal di tempat kejadian dan satu korban meninggal saat dirawat di rumah sakit,” kata Ribut dalam keterangannya.
Seluruh korban, baik meninggal dunia maupun luka-luka, telah dievakuasi ke RSUP Dr. Kariadi dan RS Tugu Kota Semarang untuk mendapatkan perawatan intensif serta proses identifikasi. Sementara itu, arus lalu lintas di Tol Dalam Kota Semarang sempat mengalami gangguan dan kembali normal pada Senin pagi.
Korban meninggal dunia dalam kecelakaan bus PO Cahaya Trans berjumlah 16 orang, berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Barat, di antaranya Klaten, Boyolali, Sleman, Bogor, Jakarta Timur, hingga Tangerang Selatan.
Hingga kini, Unit Laka Lantas Polrestabes Semarang masih melakukan penyelidikan lanjutan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan maut tersebut. Peristiwa ini kembali menjadi peringatan penting akan pentingnya pengawasan ketat terhadap kelayakan kendaraan angkutan umum, terutama menjelang lonjakan mobilitas masyarakat saat libur Nataru.(*)
Penulis: Nicky
Editor: Willy









