Birokrasi

Antisipasi Flu Burung Meluas, DPRD Bontang Atur Pertemuan dengan Dinkes

Loading

Antisipasi Flu Burung Meluas, DPRD Bontang Atur Pertemuan dengan Dinkes
Antisipasi flu burung meluas, Wakil Ketua Komisi I DPRD Bontang, Raking sebut akan adakan pertemuan dengan Dinkes. (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)

Antisipasi flu burung meluas, DPRD Bontang atur pertemuan dengan Dinkes. Pasalnya jika tidak segera ditanggulangi, maka semakin berdampak buruk. Ditambah, pandemi Covid-19 belum usai di Bontang.

Akurasi.id, Bontang – Mengantisipasi penyebaran virus flu burung, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang melalui Komisi I yang membidangi kesehatan, berencana akan menemui Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang dan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang untuk duduk bersama membahas penanganan virus flu burung yang menerpa Kota Taman -sebutan Bontang-.

Baca juga: Komisi I DPRD Bontang Berharap Bontang Tingkatkan PAD Melalui Pariwisata

Wakil Ketua Komisi I DPRD Bontang Raking mengatakan, pihaknya akan segera melakukan komunikasi kepada pihak terkait seperti Dinkes dan DKP3 Bontang Bidang Peternakan untuk mengantisipasi penyebaran virus flu burung.

Jasa SMK3 dan ISO

“Segera kami akan lakukan komunikasi oleh pihak-pihak terkait. Jangan sampai tunggu meluas baru ditangani,” jelas Raking saat ditemui di ruangannya, pada Senin (16/11/2020).

Ia menghimbau untuk masyarakat untuk tidak panik. Apa lagi sampai berhenti mengonsumsi ayam potong. Sebab penyebaran flu ini berasal dari ayam milik warga yang dipelihara. Bukan ayam potong peternak.

“Bukan ayam yang kita makan sehari-hari. Jadi jangan khawatir, ini kan yang terkena ayam kampung peliharaan warga,” ucapnya.

Raking berharap dinas terkait selain melakukan sterilisasi, juga mencari tahu asal muasal penyebabnya virus yang berasal dari unggas ini.

“Kalau sudah dapat ditangani penyebarannya, harus cari tau juga dari mana asalnya, ayam dari sini atau dari luar daerah,” ungkapnya.

Selain itu Raking berpesan kepada pengusaha ayam potong yang ada di Bontang, untuk dapat menjaga kebersihan kandang serta kesehatan ternaknya.

“Jadikan ini pelajaran untuk para Pertenakan khususnya unggas agar dapat memerhatikan ternaknya,” pungkasnya.

Untuk diketahui sebelumnya, sebanyak 150 unggas mati mendadak di Kota Bontang pada akhir bulan Oktober lalu. Setelah mendapatkan laporan tersebut,  DKP3 melalui Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Bontang langsung melakukan pemeriksaan kepada unggas-unggas yang mati.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, diketahui unggas tersebut mati lantaran terjangkit virus flu burung. Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Kesehatan Hewan DKP3 Bontang, Riyono yang dikonfirmasi terkait itu membenarkan adanya virus flu burung yang menyerang unggas milik warga.

“Setelah mengetahui hasil rapid testnya positif, kami kemudian mengambil 15 sampel dari 3 tempat berbeda untuk dilakukan uji Swab, dan pada Senin (9/11/2020) hasilnya sebagaian besar unggas terjangkit virus flu burung,” bebernya. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Suci Surya Dewi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Back to top button