Birokrasi

Indonesia Peringkat 62 dari 70 Negara Tingkat Literasi di Dunia, Ini Upaya yang Dilakukan DPK Bontang

Loading

Indonesia Peringkat 62 dari 70 Negara Tingkat Literasi di Dunia, Ini Upaya yang Dilakukan DPK Bontang
Kepala DPK Bontang, Retno Febriaryanti. (Rezki Jaya/Akurasi.id)

Indonesia peringkat 62 dari 70 negara tingkat literasi di dunia, Ini upaya yang dilakukan DPK Bontang.

Akurasi.id, Bontang – Saat ini, Indonesia menempati peringkat ke 62 dari 70 negara berkaitan dengan tingkat literasi, atau berada 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah. Hal tersebut berdasarkan survei yang dilakukan Program for International Student Assessment (PISA) yang dirilis Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2019.

“Tingkat literasi Indonesia pada penelitian di 70 negara itu berada di nomor 62,” ucap Staf ahli Menteri dalam negeri (Mendagri), Suhajar Diantoro.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Bontang, Retno Febriaryanti menyebutkan salah satu upaya untuk membantu Indonesia untuk meningkatkan literasi salah satunya mengupayakan akreditasi perpustakaan yang ada di Bontang.

Jasa SMK3 dan ISO

“Tujuannya untuk meningkatkan layanan dan kenyamanan di perpustakaan kami, supaya masyarakat dengan nyaman membaca di perpustakaan. Karena salah satu penilaian itu kunjungan pemustaka ke perpustakaan,” ucap Retno kepada media ini, Jumat (28/5/2021).

Selain perpustakaan daerah, Retno juga berharap untuk perpustakaan di sekolah, kecamatan, Kelurahan, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga bisa meningkatkan pelayanan serta kualitas. Karena menurut dia, itu juga salah satu penilaian dalam indeks literasi itu,

“Dengan banyaknya perpustakaan di Bontang yang terakreditasi, pelayanan akan meningkat dan pembaca di perpustakaan pun diharapkan dapat bertambah,” harap Retno.

Retno juga menjelaskan, di Kota Bontang ini, jumlah perpustakaan OPD itu masih sedikit. Dia berharap agar OPD-OPD di Kota Taman dapat membuat perpustakaan baru dibidangnya masing-masing.

“Selain peningkatan kualitas, akan ada upaya peningkatan jumlah buku, kemudian jumlah inovasi atau layanan yang di berikan perpustakaan-perpustakaan ini jadi semakin baik ke depan,” bebernya.

Disisi lain, Kepala Bidang (Kabid) Perpustakaan DKP Bontang, Usman menjelaskan perpustakaan OPD itu masuk dalam kategori perpustakaan khusus yang sesuai dengan konten atau bidang yang dijalani OPD tersebut.

“Semisal OPD yang bergerak di bidang hukum berarti banyak buku terkait ilmu hukum, kalau DKP3 berarti lebih ke pertanian, perikanan dan lain sebagainya, jadi lebih spesifik,” jelas Usman.

Tetapi sebelum ke arah itu, pihaknya akan memfokuskan pada perpustakaan sekolah, kelurahan serta kecamatan.

“Karena lebih dekat dengan masyarakat. Yang tujuannya untuk meningkatkan literasi di Bontang,” pungkasnya. (*)

Penulis: Rezki Jaya

Editor: Rachman Wahid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Back to top button