Kebakaran Hebat di Grogol Petamburan Jakarta Barat, 109 Warga Mengungsi
Tujuh Rumah dan Satu Kos-kosan Hangus, 109 Warga Dievakuasi

![]()
Akurasi.id – Sebanyak 109 warga terpaksa mengungsi setelah kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Karya Dalam, RT 013 RW 002, Kelurahan Wijaya Kusuma, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, pada Senin malam, 22 Desember 2025.
Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengatakan api mulai berkobar sekitar pukul 19.33 WIB. Kebakaran tersebut menghanguskan sedikitnya tujuh rumah tinggal dan satu bangunan indekos, sehingga berdampak pada 35 kepala keluarga (KK).
“Objek terdampak total tujuh rumah tinggal dan satu kos-kosan. Warga terdampak sebanyak 35 KK dengan 109 jiwa harus mengungsi,” ujar Yohan saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (23/12/2025).
Para korban kebakaran telah dievakuasi ke dua titik pengungsian yang disiapkan oleh petugas gabungan. BPBD DKI Jakarta bersama Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta mendirikan tenda pengungsian darurat di sekitar lokasi kejadian, sementara titik pengungsian lainnya berada di Masjid Al Muttaqiin.
Untuk memadamkan api, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat mengerahkan 20 unit mobil pemadam kebakaran dengan kekuatan sekitar 100 personel. Petugas berjibaku selama hampir empat jam hingga api berhasil dipadamkan.
“Pemadaman selesai pada Senin, 22 Desember 2025, pukul 20.30 WIB dan proses pendinginan berakhir pukul 23.12 WIB,” kata Yohan.
Berdasarkan data sementara di lapangan, kebakaran diduga kuat dipicu oleh gangguan instalasi listrik atau korsleting. Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Kobaran api yang disertai asap hitam pekat sempat membumbung tinggi dan terlihat dari kejauhan. Padatnya permukiman serta banyaknya bangunan berbahan kayu membuat api cepat merambat dari satu bangunan ke bangunan lain. Warga sekitar turut membantu petugas dengan peralatan seadanya untuk mencegah perambatan api yang lebih luas.
Hingga saat ini, kebutuhan dasar para pengungsi masih dipenuhi melalui bantuan darurat, sementara pendataan lanjutan terhadap kerugian materiil akibat kebakaran terus dilakukan.(*)
Penulis: Nicky
Editor: Willy









