By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > News > Korsleting Listrik, Pemicu Terbesar Kebakaran di Kutim
News

Korsleting Listrik, Pemicu Terbesar Kebakaran di Kutim

akurasi 2019
Last updated: Maret 15, 2019 11:49 am
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
Korsleting Listrik, Pemicu Terbesar Terjadinya Kebakaran di Kutim
Salah satu penyebab kebakaran karena menumpuk peralatan listrik dalam satu terminal. (Istimewa)
SHARE
Korsleting Listrik, Pemicu Terbesar Terjadinya Kebakaran di Kutim
Salah satu penyebab kebakaran karena menumpuk peralatan listrik dalam satu terminal. (Istimewa)

Akurasi.id, Sangatta – Korsleting listrik masih menjadi penyebab utama kebakaran di Kutai Timur (Kutim). Instalasi listrik yang semrawut diduga menjadi salah satu penyebabnya. Hal itu merujuk data dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kutim.

Dari catatan dinas tersebut, sejak Januari hingga Maret 2019, terjadi 15 kali kebakaran. Jika dirinci, sebanyak 8 kasus akibat korsleting listrik, 4 kasus kelalaian manusia, 3 kasus ledakan kompor, dan 1 kasus lahan. Penyebab kebakaran di Kutim tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Yakni sekira 60 persen kebakaran disebabkan korsleting listrik.

Kepala Seksi Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kutim, Kasmir mengurai sejumlah penyebab kebakaran di Kutim. Antara lain instalasi listrik yang serampangan, penggunaan kabel tidak sesuai standar, penumpukan peralatan listrik dalam satu terminal, tidak rutin melakukan pemeliharaan dan perawatan listrik, serta menyambung aliran listrik secara langsung di tiang listrik.

“Rumah-rumah warga ‘kan rata-rata rumah lama. Jadi kemungkinan kondisi kabelnya sudah tua atau kemungkinan kabel yang digunakan tidak sesuai standar yang telah ditetapkan yang biasa disebut SNI (Standar Nasional Indonesia),” jelasnya belum lama ini kepada Akurasi.id.

Korsleting Listrik, Pemicu Terbesar Terjadinya Kebakaran di Kutim
Kasmir. (Ella Ramlah/Akurasi.id)

Kata Kasmir, upaya memperkecil intensitas kebakaran di Kutim dapat dilakukan dengan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat. “Penertiban akan efektif bila dilakukan secara terpadu dari semua pihak,” sarannya.

Warga Tak Tertib Aturan

Pejabat Pelaksana Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan (K3L) Unit Layanan Pelanggan Perusahaan Listrik Nasional (PLN) ULP Sangatta, Unesia Drajadispa membenarkan hubungan singkat arus listrik sebagai pemicu terbesar kebakaran di Kutim. Tetapi dia tidak setuju jika kesalahan dialamatkan kepada PLN.

Unesia menilai, perilaku masyarakat menjadi penyebab kebaran di Kutim. “(Pelanggan) mengganjal MCB (miniature circuit breaker) yang sering anjlok dan perilaku tidak safety yang intinya tidak sesuai aturan,” jelasnya, Senin (11/3/19).

Menanggapi penyebab kebakaran yang menimpa warga di Sangatta Utara, Unesia menduga, kabel terbakar disebabkan tidak kuat menahan beban arus listrik.

“Kemungkinannya bisa macam-macam sih. Bisa jadi karena penggunaan kabel yang sudah tak laik. Intinya kurangnya kesadaran warga dalam penggunaan listrik yang aman,” terangnya.

Korsleting Listrik, Pemicu Terbesar Terjadinya Kebakaran di Kutim
Unesia Drajadispa. (Ella Ramlah/Akurasi.id)

Penggunaan kabel yang tak sesuai standar menjadi salah satu faktor seringnya kebakaran di Kutim. Pasalnya, kabel tersebut tidak dapat menahan beban arus listrik yang besar. Jika digunakan terus-menerus, kabel yang tidak tahan beban arus akan panas serta membuat lapisan karet yang menyelimutinya terbakar dan meleleh.

Kabel tak sesuai standar adalah kabel yang dibuat dengan kualitas rendah dan diproduksi dengan cara tidak memerhatikan aspek keselamatan dan keamanan. Bentuknya, bisa kabel tak bermerek alias abal-abal dan kabel bermerek tetapi palsu.

Selain itu, pihaknya menemukan penggunaan listrik secara semrawut di pemukiman padat penduduk. Sebagian warga menggunakan satu jaringan listrik untuk beberapa rumah.

“Ada rumah warga yang langsung nyambung listrik ke rumah warga lainnya. Apalagi yang barakan. Itu langsung kami tindak dengan memutus dan (mengenakan) denda,” tegasnya.

Perlu Penertiban Berkala

Wanita berhijab ini mengatakan, PLN melaksanakan pengawasan penggunaan dan penyambungan listrik di setiap rumah. Perusahaan negara itu belum melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Bentuk pengawasan itu yakni PLN memantau jumlah penggunaan listrik di rumah-rumah warga.

“Biasanya, jika ada penggunaan listrik yang mencurigakan, baru kami awasi,” kata Unesia.

Program penertiban baru sebatas sosialisasi penggunaan dan penyaluran listrik yang benar. “Namun, sosialisasi ini kami laksanakan secara rutin. Supaya warga bisa lebih waspada terhadap bahaya kebakaran karena korsleting listrik,” tutupnya. (*)

Penulis: Ella Ramlah
Editor: Ufqil Mubin

TAGGED:KebakaranKorsleting Listrik
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Tinjau Pembongkaran Bangunan di Puncak: Upaya Pemulihan Resapan Air dan Hutan
HeadlinePeristiwa

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Tinjau Pembongkaran Bangunan di Puncak: Upaya Pemulihan Resapan Air dan Hutan

By
Wili Wili
Penemuan Mayat Tergantung di Pohon Singkok Masih Misteri, Polisi Curigai Korban Pembunuhan
News

Penemuan Mayat Tergantung di Pohon Singkong Masih Misteri, Polisi Curigai Korban Pembunuhan

By
Devi Nila Sari
Gempa 5,6 SR Guncang Cianjur: Korban Tewas 56 Orang, 700 Luka-luka
HeadlineNewsPeristiwaTrending

Gempa 5,6 SR Guncang Cianjur: Korban Tewas 56 Orang, 700 Luka-luka

By
Redaksi Akurasi.id
Hukum & Kriminal

Berdalih Dapat Bisikan Gaib, Ayah Setubuhi Anaknya Selama Lima Tahun

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?