Birokrasi

Irfan Akui Pemkot Bontang Sudah Berikan yang Terbaik bagi Tenaga Medis dalam Menangani Pasien Covid-19

Loading

tenaga medis
Anggota DPRD Bontang Muhammad Irfan. (Dirhan/Akurasi.id)

Akurasi.id, Bontang – Kesiagaan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang dalam menangani wabah Covid-19 dirasakan sudah cukup baik. Tidak hanya itu, dari sisi dukungan terhadap tenaga medis yang bertugas menangani wabah tersebut juga sudah bagus.

baca juga: Belajar dari Covid-19, Irfan Ingatkan Pemerintah Giat Galakkan Program Kesehatan Masyarakat

Penilaian itu salah satunya datang dari anggota DPRD Bontang, Muhammad Irfan. Menurut dia, dukungan pemerintah terhadap tenaga medis yang bertugas menangani pasien Covid-19 sudah sangat layak. Hal itu dapat dilihat dengan telah digelontorkannya anggaran yang cukup besar dari pemerintah untuk masalah tersebut.

“Sekarang, (Dinas Kesehatan atau) rumah sakit rujukan Covid-19, ketika mau membeli sesuatu, semua sudah tersedia dananya. Dengan kesiapan medis ini, tidak perlu diragukan dalam menangani Covid-19,” katanya, Senin (11/5/20).

Jasa SMK3 dan ISO

Salah satu contohnya, dengan kembali mulai dibukanya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada untuk pelayanan umum kesehatan, artinya penanganan Covid-19 di Bontang sudah cukup maksimal. Dari kesiapan tenaga medis juga sudah baik.

“Kita semua berharap, tentu tidak ada lagi pasien Covid-19, mereka yang telah dirawat sebelumnya, kita berdoa semoga dapat segera sembuh, agar mereka dapat pulang dan kembali berkumpul dengan keluarganya. Sehingga tenaga medis dapat bekerja maksimal melayani kesehatan semua masyarakat,” harapnya.

Disinggung apakah Pemerintah Bontang perlu memiliki satu rumah sakit khusus untuk menangani berbagai wabah seperti Covid-19, Irfan menilai, untuk saat ini hal tersebut belum begitu dibutuhkan pemerintah. Keberadaan RSUD Taman Husada sebagai rumah sakit pemerintah, dinilainya masih cukup untuk menangani pasien yang terpapar wabah tersebut.

“Kalau saya pribadi maupun sebagai anggota dewan, saya melihatnya hal yang demikian belum begitu perlu untuk saat ini. Karena dari sisi dampak Covid-19 di Bontang, juga masih terbilang kecil, pasien positif sebanyak 11 orang, terkecil dari semua kabupaten/kota di Kaltim,” katanya.

Pria yang duduk di Komisi I DPRD Bontang itu juga melihat, untuk membangun sebuah rumah sakit khusus terkait wabah, tidak sedikit. Artinya, antara kebutuhan anggaran dengan asas pemanfaatannya tidak berbanding lurus. Apalagi seperti wabah Covid-19 sifatnya musiman.

“Tetapi walau begitu, pemerintah tetap harus memberikan penanganan khusus ketika ada wabah seperti ini. Misalnya, dengan memanfaatkan hotel atlet, saya kira sudah bagus. Dan dengan kondisi ini, saya kira pemerintah akan lebih mempersiapkan diri lagi,” tuturnya. (*)

Penulis/Editor: Dirhanuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Back to top button