Maksimalkan Pelayanan di Perpustakaan, DPK Bontang Pasang Barcode di Buku

![]()

Memaksimalkan pelayanan di perpustakaan, DPK Bontang pasang barcode di setiap buku. Dengan adanya barcode di setiap buku, nantinya proses peminjaman buku layaknya seperti membeli barang di supermarket. Itu akan membuat penggunaan waktu lebih efisien.
Akurasi.id, Bontang – Dalam upaya memaksimalkan pelayanan, yakni proses peminjaman dan pengelolaan buku di perpustakaan daerah, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Bontang melakukan pemasangan barcode di setiap buku.
Kepala DPK Bontang, Retno Febriaryanti melalui Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan dan Pelayanan Perpustakaan, Alifia Rizkiyanti menjelaskan tujuannya untuk meningkatkan kualitas pelayanan di era yang serba digital.
“Karena jumlah buku yang banyak di sini, pemasangannya pun membutuhkan waktu yang lama. Ini kita memasang barcode, untuk mengganti label yang lama. Jadi ke depan pendataan langsung lewat komputer,” ucap Alifia saat ditemui media ini di ruangannya, Kamis (29/7/2021).
Perempuan yang akrab disapa Alif itu mengungkapkan, dengan adanya barcode di setiap buku, nantinya proses peminjaman buku layaknya seperti membeli barang di supermarket. Itu akan membuat penggunaan waktu lebih efisien, dan juga memudahkan staf dalam proses pendataannya.
“Ke depan buku yang ada di DPK nanti akan seperti itu (pakai barcode) semua, tentu fungsinya untuk mempermudah pustakawan ketika datang ke perpustakaan kalau ingin mencari buku,” jelasnya.
Dia mengakui, proses ini sudah berjalan sejak 2017 lalu. Alasan pengerjaan yang lambat lantaran pihaknya masih mengerjakan manual dan buku yang jumlahnya 111.950 eksemplar di perpustakaan daerah tersebut. Selain itu, SDM yang dimiliki juga termasuk kurang.
“Tetapi karena pandemi saat ini jenis layanannya tertutup, tidak ada masyarakat yang baca di sini, jadi kami bisa memaksimalkan pemasangan barcode ini,” tuturnya.
Dia menjelaskan, pihaknya menilai untuk sistem yang lama itu memakan waktu yang lama dan dinilai tidak efektif, dengan adanya barcode ke depan, buku tinggal dicari melalui aplikasi, data lokasi buku sudah bisa terlihat lebih jelas. Selain itu barcode juga untuk mendukung digitalisasi perpustakaan, karena saat ini sudah masuk di era serba digital. Sehingga nantinya dapat mempermudah dan mempercepat pelayanan.
“Intinya lebih memudahkan, Jadi ke depan, pemustaka yang ingin meminjam buku di perpustakaan sudah lebih simpel, tidak perlu pencatatan lagi karena semua sudah scan barcode. Dan petugas akan mudah mengontrol peminjaman buku, sehingga semuanya bisa lebih mudah dan efisien,” pungkasnya. (*)
Penulis: Rezki Jaya
Editor: Redaksi









