By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Birokrasi > Antisipasi Wabah Corona, Ini Upaya Tim Surveillance Dinkes Bontang
Birokrasi

Antisipasi Wabah Corona, Ini Upaya Tim Surveillance Dinkes Bontang

akurasi 2019
Last updated: Maret 22, 2021 3:27 pm
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
Adi Permana (dua dari kiri) dan Diana Nurhayati (tiga dari kiri), Tim Surveillance Dinkes Bontang usai saat memberikan keterangan pers beberapa waktu lalu. (Yusva Alam/Akurasi.id)
SHARE

banner diskominfo

Tim Surveillance Dinkes Bontang
Adi Permana (dua dari kiri) dan Diana Nurhayati (tiga dari kiri), Tim Surveillance Dinkes Bontang usai saat memberikan keterangan pers beberapa waktu lalu. (Yusva Alam/Akurasi.id)

Akurasi.id, Bontang – Wabah virus corona atau yang sekarang lebih dikenal dengan sebutan covid-19 kian mewabah di negeri ini. Berdasarkan informasi terbaru sudah 27 pasien positif confirm (terjangkit) corona. Tim Surveillance Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang pun sudah mengantisipasi jauh-jauh hari dengan beragam upaya. Hal ini disampaikan dalam konferensi pers bertema kesiapsiagaan dan kewaspadaan covid – 19 beberapa waktu lalu di Ruang Pertemuan Klinik Pegawai Pemkot Bontang.

baca juga: Taman Adipura dan Tanjung Laut Bisa Dipinjam untuk Kegiatan, Andi Ilham: Tapi Ada Syaratnya

Adi Permana, Tim Surveillance Dinkes Bontang menjelaskan, bahwa timnya sudah melakukan berbagai upaya menanggulangi virus yang diduga berasal dari Kota Wuhan, China ini merebak di Kota Taman -sebutan Bontang- sejak jauh-jauh hari.

Di antara upaya mereka adalah pertama, memberikan surat edaran kepada seluruh rumah sakit dan fasilitas kesehatan (faskes) terkait pencegahan covid-19. Agar jika menemukan pasien dengan tanda-tanda sesuai covid-19 segera merujuk ke RSUD Taman Husada atau memberitahukan Tim Surveillance Dinkes. “Kami juga menyurati perusahaan-perusahaan,” tambahnya.

Sejak awal Januari Tim Surveillance sudah menyurati perusahaan untuk kewaspadaan. Agar membatasi karyawannya melakukan penerbangan ke Wuhan dan China Daratan atau negara terdampak. Kalaupun tetap berangkat, begitu tiba di Bontang diharuskan segera melapor ke Tim Surveillance untuk dilakukan pengecekan. Walaupun kondisi karyawan tersebut baik dan berhasil lolos pemantauan di bandara.

“Kami pantau sampai masa inkubasi 14 hari selesai. Lolos 14 hari kami nyatakan aman. Batas maksimal 14 hari. Perusahaan juga sudah paham. Begitupun kalau kontak dengan tenaga kerja asing, tetap hubungi kami,” bebernya.

Sementara itu, untuk masyarakat Bontang dirinya mengimbau agar juga melakukan hal yang sama. Jika ada aduan terkait corona atau apapun itu yang terkait agar segera melapor. Tim Surveillance akan segera menindaklanjuti laporan tersebut. Terlepas apakah benar atau tidaknya laporan tersebut, dirinya menegaskan akan tetap melakukan pengecekan.

“Kami akan melakukan penelusuran. Lebaran (perayaan Idulfitri) atau tanggal merah kami tidak peduli,” tegasnya.

Langkah kedua yang dilakukan adalah melakukan survei ke seluruh rumah sakit dan faskes terkait penyediaan ruang isolasi dan alat pelindung diri (APD). Apakah sudah memadai atau belum untuk mengatasi wabah corona.

Ketiga, Tim Surveillance selalu monitoring perkembangan virus ini. Baik lokal maupun nasional. Karena Tim Surveillance selalu berkomunikasi dan berintegrasi dengan Tim Surveillance lainnya di seluruh Indonesia.

Anggota Tim Surveillance Dinkes Bontang lainnya, Diana Nurhayati menambahkan, Dinkes juga siap mengkarantina pasien yang sudah terbukti confirm corona. Hal itu apabila sudah ada instruksi dari dokter spesialis paru.

Sementara untuk penetapannya, apabila sudah ditemukan satu pasien confirm corona akan ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Hal ini sama perlakukan seperti wabah-wabah virus yang sebelumnya pernah berkembang, seperti difteri misalnya. Tidak peduli WNA ato WNI selama dicurigai suspek bakal ditanggung negara.

“Semua penyakit tergolong new emergency disease. Tidak harus menunggu status KLB. KLB harus confim tapi suspek saja sudah ditanggung. Begitu dirujuk ke RSUD dinyatakan suspek maka sudah ditanggung negara,” ungkap Diana saat mendampingi Adi Permana di konferensi pers. (*)

Penulis: Yusva Alam
Editor: Dirhanuddin



TAGGED:Covid-19Diskominfo BontangRSUD Taman Husada BontangTim Surveillance Dinkes BontangVirus coronaWabah Corona
Share This Article
Facebook Copy Link Print

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Virus Corona Bisa Bertahan di Udara Lebih dari 1 Jam, Menular lewat Mikrodroplet
Kesehatan

Virus Corona Bisa Bertahan di Udara Lebih dari 1 Jam, Menular lewat Mikrodroplet

By
akurasi 2019
SKM
Birokrasi

Bicara Persoalan Banjir Samarinda, Andi Harun: Benahi SKM Butuh APBN (2-habis)

By
akurasi 2019
KLUSTER MAGETAN
Trending

Belum Usai Covid-19 dari Klaster Gowa, Kini Ada Klaster Magetan Menghantui Kaltim

By
akurasi 2019
Penonton Pertandingan Olahraga Tak Perlu Antigen Lagi, Pemerintah Sudah Hapus Aturan
BirokrasiHeadline

Penonton Pertandingan Olahraga Tak Perlu Antigen Lagi, Pemerintah Sudah Hapus Aturan

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?