Akurasi.id – Kualitas udara di Singapura memburuk sejak Kamis, 4 September 2026. Kabut asap akibat kebakaran hutan di wilayah Sumatra dan Kalimantan menyebabkan indeks polusi masuk kategori tidak sehat untuk pertama kalinya sejak 8 Oktober 2023.
Berdasarkan data National Environment Agency (NEA), sebuah lembaga pemerintah Singapura yang membidangi isu lingkungan. 24-hour Pollutant Standards Index (PSI) di wilayah central Singapura mencapai 101 pada pukul 07.00 SGT (waktu setempat), 4 September 2026. Pada Sabtu, 5 September 2026 pukul 08.00, PSI 24 jam di wilayah central bahkan sempat berada di angka 117. Sementara wilayah Barat dan Timur juga sempat masuk kategori tidak sehat di pagi hari dengan PSI 103 dan 102.
Per pukul 18.00, 5 September 2026, PSI 24 jam berada di kisaran 78-104, masuk rentang Moderate hingga Low Unhealthy. Sementara pembacaan 1-jam PM2.5 masih di Band I Normal, yaitu 33-56.
Penyebab: Asap dari Sumatra dan Kalimantan
NEA menyebut asap berasal dari kebakaran di bagian selatan dan tengah Sumatra serta berbagai wilayah di Kalimantan.
“Dengan kondisi kering yang diperkirakan masih berlanjut di Singapura dan wilayah sekitar dalam beberapa hari ke depan, serta angin yang bertiup dari Tenggara atau Selatan, Singapura dapat terus terdampak kabut asap lintas batas jika kebakaran masih aktif,” tulis NEA dalam rilis 5 September 2026.
ASEAN Specialised Meteorological Centre juga telah menaikkan peringatan ke level 2 untuk wilayah ASEAN bagian Selatan sejak awal Agustus karena peningkatan hotspot dan kabut asap sedang hingga padat.
Keterangan Pejabat dan Imbauan Kesehatan
NEA bersama Haze Task Force (HTF) telah mengaktifkan rencana aksi dan mulai memberikan advis harian sejak malam 4 September 2026. Dalam advis kesehatan, NEA mengingatkan dampak kabut asap tergantung kondisi kesehatan individu, level PSI, serta durasi dan intensitas aktivitas di luar ruangan.
Kendati demikian, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas fisik berat dan berkepanjangan di luar ruangan jika PSI 24 jam masuk kategori unhealthy. Kemudian, perbanyak minum air putih.
Terlebih bagi kelompok rentan, seperti lansia, ibu hamil, anak-anak, dan penderita penyakit jantung/paru kronis, diminta meminimalkan aktivitas luar ruangan. Pastikan obat-obatan tersedia dan segera cari pertolongan medis jika merasa tidak enak badan. Masker N95 tidak wajib digunakan untuk paparan singkat.
NEA memprakirakan PSI 24 jam Singapura dalam beberapa hari ke depan berada di ujung atas Moderate hingga ujung bawah Unhealthy. Satgas kabut asap yang terdiri lebih dari 28 lembaga dan dipimpin NEA tetap siaga. Jika PSI melebihi 200 atau Very Unhealthy, ruangan ber-AC di pusat komunitas dan kantor Residents’ Committee akan dibuka sebagai area perlindungan. (*)
Penulis: Pewarta
Editor: Devi Nila Sari

