Akurasi.id – Erupsi Gunung Anak Krakatau sejak awal September 2026 memicu lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah pesisir Lampung dan Banten. Abu vulkanik yang terbawa angin menyebabkan gangguan kesehatan warga meningkat beberapa kali lipat dibanding kondisi normal.
Kenaikan kasus ini terjadi setelah erupsi Anak Krakatau pada awal September 2026 yang menyebabkan hujan abu di sejumlah wilayah. Mengapa Banten dan Lampung menjadi wilayah paling terdampak? Gunung Anak Krakatau berada di Selat Sunda, tepat di antara Lampung dan Banten. Jadi saat erupsi ditambah angin bertiup ke barat/utara, abu langsung jatuh ke wilayah pesisir kedua provinsi ini.
Rincian Kasus ISPA per Wilayah
1. Banten
Dinas Kesehatan Provinsi Banten mencatat 4.058 kasus ISPA pada 7 September 2026. Angka ini melonjak sekitar 2,5 kali lipat dari hari biasa yang hanya 1.000-1.500 kasus per hari.
Kepala Dinkes Banten, Ati Pramudji Hastuti menyebut, peningkatan paling banyak terjadi pada usia produktif karena masih beraktivitas di luar rumah.
2. Lampung
Data terbaru Dinkes Provinsi Lampung mencatat total 2.416 kasus ISPA hingga 8 September 2026. Angka ini naik tajam imbas paparan abu. Sebagai gambaran, di Lampung Selatan biasanya hanya tercatat sekitar 25 kasus ISPA per hari. Namun dalam dua hari terakhir melonjak menjadi 337 kasus. Selain itu juga tercatat 20 kasus gangguan mata dan 16 kasus iritasi kulit.
Penyebab dan Gejala
Kepala Dinkes Lampung Selatan, Devi Arminanto menjelaskan, peningkatan kasus berkaitan langsung dengan paparan abu vulkanik dari erupsi Anak Krakatau. Wilayah terdampak utama adalah kawasan pesisir yang kejatuhan abu.
Gejala yang paling banyak dikeluhkan warga, diantarannya batuk, sesak napas, iritasi mata, dan iritasi kulit. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita asma diimbau paling waspada.
“Seluruh kasus bersifat ringan dan ditangani lewat rawat jalan di puskesmas. Belum ada pasien yang harus dirujuk ke rumah sakit. Secara keseluruhan kondisi masih aman dan terkendali,” jelasnya sebagaimana melansir detik.com.
Imbauan untuk Warga
Dinkes Provinsi Lampung mengimbau masyarakat, terutama lansia, anak-anak, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan untuk lebih waspada. Masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak serta menggunakan masker saat beraktivitas.
Selain itu, warga diminta menutup rapat sumur air bersih serta wadah makanan dan minuman untuk mencegah kontaminasi debu vulkanik.
Hingga saat ini pemantauan masih terus dilakukan karena data dari Puskesmas di wilayah terdampak masih masuk secara bertahap. (*)
Penulis: Pewarta
Editor: Devi Nila Sari


Hiv groups heterosexualDeep mature penetrationLatian fuckingJoy epstein gayFacebook upskirt pictureYoung adult nude picsBody building milfMargo
stilley having sex videoVintage beach maZara whites blowjob xnxx Free bondage video mpegs18 lessy pornPictures playing with my penisFree sexy hot lady picSpa paris nudeTeens
toplissWhat constitutes sexual harrassmentSunspot nudist resortGratis it porn video https://xnxxmega.com Producing hardcoreToo
high a price the case against restricting gay parenting1996 pleasure wayXxx henitaMiley cyrus unedited vaginaCraigslist new jersey erotic massageCock tears dog pussy asstrVicki butler
nudeDick field film w.cAdlerian therapy and troubled teens xnxx Sex and the city 2 nudeVintage white cabinetsEscort florida shemaleNice naked bodyAsian shipping and work boat 2009Download free
gay hentaiBrazilian hard core sexCarmen electra striped bikiniAdult protective service elder
abuseVagina slips in olympicsSperm bank salt lake city utahCollege porn just us boysJung pornoHairy gay jock galleriesFucking the niebor hard next doorToilet nudesPainful sore penisExtreme
xxx tube videoSister-sister sexTeen clothes ripping catfight