By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Kabar Politik > Indonesia Belum Bayar Iuran Board of Peace, Ini Penjelasan Seskab Teddy
HeadlineKabar Politik

Indonesia Belum Bayar Iuran Board of Peace, Ini Penjelasan Seskab Teddy

Wili Wili
Last updated: Februari 5, 2026 1:27 pm
By
Wili Wili
Share
3 Min Read
Indonesia Belum Bayar Iuran Board of Peace, Ini Penjelasan Seskab Teddy
Indonesia Belum Bayar Iuran Board of Peace, Ini Penjelasan Seskab Teddy. Foto: Setpres.
SHARE

Akurasi.id – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan Indonesia hingga kini belum membayar iuran keanggotaan Dewan Perdamaian atau Board of Peace yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Iuran sebesar USD 1 miliar tersebut, kata Teddy, tidak bersifat wajib dan diperuntukkan bagi rekonstruksi Gaza.

“Saat ini, Indonesia belum membayar,” ujar Teddy dalam keterangannya, Kamis (5/2/2026).

Teddy menjelaskan, skema keanggotaan Dewan Perdamaian memberikan pilihan kepada setiap negara anggota. Negara yang membayar iuran akan berstatus sebagai anggota tetap, sementara negara yang tidak membayar tetap dapat menjadi anggota dengan masa keanggotaan selama tiga tahun.

“Para negara anggota boleh membayar atau tidak. Jika membayar, maka akan menjadi anggota tetap. Namun bila tidak membayar, maka keanggotaan akan berlangsung selama tiga tahun,” jelasnya.

Lebih lanjut, Teddy menegaskan bahwa keanggotaan Indonesia dalam forum internasional tersebut tidak bersifat permanen. Pemerintah Indonesia memiliki kewenangan penuh untuk menarik diri dari keanggotaan kapan saja sesuai dengan kepentingan nasional.

“Keanggotaan bersifat tidak tetap. Indonesia sewaktu-waktu dapat menarik diri dari keanggotaan,” kata Teddy.

Saat ini, Indonesia resmi bergabung dalam Dewan Perdamaian bersama tujuh negara besar dengan mayoritas penduduk Muslim, yakni Arab Saudi, Turki, Mesir, Yordania, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), dan Pakistan.

Menurut Teddy, partisipasi Indonesia dalam Dewan Perdamaian merupakan langkah konkret untuk terlibat langsung dalam upaya mengurangi peperangan di Palestina, khususnya di Gaza. Keikutsertaan ini dinilai lebih dari sekadar kehadiran dalam forum diplomatik.

“Keikutsertaan Indonesia merupakan langkah konkret untuk turut serta secara langsung dalam mengurangi peperangan di Palestina, dan bukan hanya sebatas ikut konferensi, rapat, diskusi, atau pertemuan resmi,” ujarnya.

Terkait iuran sebesar USD 1 miliar, Teddy kembali menegaskan bahwa dana tersebut difokuskan untuk kebutuhan rekonstruksi Gaza pascakonflik dan tidak menjadi kewajiban mutlak bagi setiap anggota. Hingga kini, Indonesia masih berada pada tahap partisipasi tanpa pembayaran iuran.

Dalam kesempatan yang sama, Teddy juga menyoroti arah diplomasi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai selalu mengedepankan capaian konkret bagi kepentingan bangsa. Hal tersebut tercermin dari berbagai pencapaian strategis Indonesia dalam satu tahun terakhir.

Beberapa di antaranya adalah bergabungnya Indonesia dengan BRICS, yang beranggotakan negara-negara dengan kekuatan ekonomi besar dunia seperti Brasil, Rusia, Tiongkok, dan India. Selain itu, Indonesia juga berhasil mendapatkan penetapan tarif dagang nol persen di 27 negara Uni Eropa serta kesepakatan pembangunan Kampung Haji di Arab Saudi.

Tak hanya itu, Indonesia juga turut mencatat sejarah dengan ikut menandatangani perjanjian perdamaian Palestina yang diinisiasi oleh Amerika Serikat. Menurut Teddy, pascapenandatanganan perjanjian tersebut, jumlah konflik dan korban di wilayah konflik dilaporkan mengalami penurunan signifikan.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

TAGGED:Board of PeacebricsDewan PerdamaianDiplomasi IndonesiaDonald TrumpGazaIndonesiaiuran USD 1 miliarPalestinaPolitik Luar NegeriPrabowo SubiantoSeskab Teddy
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Menikah Lagi, Sosok Suami Kalina Ocktaranny Disebut Politikus Asal Kaltim
CorakHeadlineRagam

Menikah Lagi, Sosok Suami Kalina Ocktaranny Disebut Politikus Asal Kaltim

By
Devi Nila Sari
The Power of Unity: Bagaimana Kerja Sama Mendorong Pemulihan ASEAN dari Covid
Covered StoryHeadline

The Power of Unity: Bagaimana Kerja Sama Mendorong Pemulihan ASEAN dari Covid

By
akurasi 2019
Candaan Presiden Prabowo Soal Nama Kapolri dan Panglima TNI: “Alamat Nggak Diganti-Ganti”
HeadlineKabar Politik

Candaan Presiden Prabowo Soal Nama Kapolri dan Panglima TNI: “Alamat Nggak Diganti-Ganti”

By
Wili Wili
Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto Juara Kumamoto Japan Masters 2024, Akhiri Paceklik Gelar
OlahragaTrending

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto Juara Kumamoto Japan Masters 2024, Akhiri Paceklik Gelar

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?