By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > News > Peristiwa > Mensos Soroti Kasus Siswa SD di NTT Yang Mengakhiri Hidupnya Diduga Tak Mampu Beli Alat Tulis
PeristiwaTrending

Mensos Soroti Kasus Siswa SD di NTT Yang Mengakhiri Hidupnya Diduga Tak Mampu Beli Alat Tulis

Wili Wili
Last updated: Februari 4, 2026 10:14 am
By
Wili Wili
Share
2 Min Read
Mensos Soroti Kasus Siswa SD di NTT Yang Mengakhiri Hidupnya Diduga Tak Mampu Beli Alat Tulis
Mensos Soroti Kasus Siswa SD di NTT Yang Mengakhiri Hidupnya Diduga Tak Mampu Beli Alat Tulis. Foto: Liputan6.com.
SHARE

Akurasi.id – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyoroti serius kasus meninggalnya seorang siswa Sekolah Dasar (SD) berinisial YBS di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bocah berusia 10 tahun itu diduga nekat mengakhiri hidupnya karena tidak mampu membeli buku dan pulpen seharga Rp10 ribu.

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Kamis siang (29/1/2026). YBS, yang merupakan siswa kelas IV SD, ditemukan tewas gantung diri di dahan pohon cengkih dekat sebuah pondok tempat ia tinggal bersama neneknya yang berusia sekitar 80 tahun.

Menurut keterangan saksi mata, Gregorius Kodo, kondisi keluarga korban sangat memprihatinkan. YBS memilih tinggal bersama sang nenek karena keterbatasan ekonomi keluarga. Saat kejadian berlangsung, nenek korban sedang berada di rumah tetangga.

Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf, menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa kasus ini menjadi perhatian serius Kementerian Sosial (Kemensos) bersama pemerintah daerah.

“Ini menjadi atensi kita bersama. Kita harus memperkuat pendampingan dan data agar tidak ada keluarga tidak mampu yang luput dari perhatian,” ujar Gus Ipul di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Mensos menekankan pentingnya penguatan data sosial, khususnya untuk menjangkau masyarakat kategori miskin ekstrem (desil-1) dan miskin (desil-2). Menurutnya, data yang akurat menjadi kunci agar negara dapat memberikan perlindungan, rehabilitasi, serta pemberdayaan secara tepat sasaran.

“Bagaimana data ini kita perbaiki sebaik mungkin, sehingga kita bisa menjangkau seluruh keluarga yang memang memerlukan perlindungan dan pendampingan,” tambahnya.

Diketahui, ayah YBS telah meninggal dunia sejak korban masih dalam kandungan. Ibunya yang bekerja sebagai petani dan buruh serabutan harus menafkahi lima orang anak. Sebelum kejadian, YBS sempat meminta uang kepada ibunya untuk membeli alat tulis, namun permintaan itu tidak dapat dipenuhi karena keterbatasan ekonomi.

Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan sepucuk surat tulisan tangan yang ditujukan kepada ibu korban. Surat tersebut ditemukan di sekitar lokasi kejadian.

Kasus ini menambah daftar panjang persoalan kemiskinan ekstrem yang berdampak langsung pada anak-anak, sekaligus menjadi alarm bagi pemerintah untuk memperkuat jaring pengaman sosial dan pendampingan bagi keluarga rentan, khususnya di daerah tertinggal.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

TAGGED:alat tulis sekolahanak gantung diriBerita Nasionaldata kemiskinanGus IpulkemensosKemiskinan EkstremMensos Saifullah YusufNgada NTTPerlindungan Anaksiswa SD NTT
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Awang Ferdian Hidayat Meninggal Mendadak, Penyakit Jantung Diduga Jadi Pemicunya
Trending

Awang Ferdian Hidayat Meninggal Mendadak, Penyakit Jantung Diduga Jadi Pemicunya

By
Redaksi Akurasi.id
Mensesneg Kukuhkan 76 Anggota Paskibraka untuk HUT ke-80 RI di Istana Negara
HeadlinePeristiwa

Mensesneg Kukuhkan 76 Anggota Paskibraka untuk HUT ke-80 RI di Istana Negara

By
Wili Wili
Janji Kontraktor Selesaikan Rumah Sakit Korpri Kaltim Akhir Tahun Ini “Hanya Omong Kosong”
HeadlineTrending

Janji Kontraktor Selesaikan Rumah Sakit Korpri Kaltim Akhir Tahun Ini “Hanya Omong Kosong”

By
Redaksi Akurasi.id
masjid islamic center
Trending

Hari Ini, Masjid Islamic Center Putuskan Tetap Laksanakan Salat Jumat, Karpet dan Mukena Ditiadakan Antisipasi Corona

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?