HeadlinePeristiwa

Pramono Anung Bongkar Tiang Monorel Mangkrak Rasuna Said Mulai Pekan Depan

Anggaran Rp100 Miliar untuk Penataan Kawasan, Bukan Sekadar Bongkar Monorel

Loading

Akurasi.id – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan pembongkaran tiang monorel mangkrak di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, akan dimulai pekan depan. Proyek monorel yang terbengkalai sejak 2004 itu akhirnya dituntaskan sebagai bagian dari penataan besar-besaran kawasan strategis Rasuna Said.

Pembongkaran dijadwalkan mulai Rabu (14/1/2026) dan akan dilakukan oleh Dinas Bina Marga Pemprov DKI Jakarta. Total sebanyak 98 hingga 109 tiang monorel akan dibongkar secara bertahap, dengan target penyelesaian hingga September 2026.

Pramono menyebut keberadaan monorel mangkrak tersebut selama ini menjadi beban psikologis bagi Gubernur DKI Jakarta periode 2007–2012, Sutiyoso atau Bang Yos. Karena itu, Pramono berencana mengundang Sutiyoso untuk hadir langsung saat proses pembongkaran dimulai.

“Minggu depan ini monorel yang sudah dibangun dari tahun 2004 kita bongkar. Saya berharap Bang Yos bisa tidur lebih nyenyak, karena monorel itu rupanya menjadi beban pribadi beliau,” ujar Pramono saat menghadiri Haul ke-85 Mohammad Husni Thamrin di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Minggu (11/1/2026).

Jasa SMK3 dan ISO

Pramono menegaskan, anggaran sekitar Rp100 miliar yang dialokasikan bukan hanya untuk membongkar tiang monorel, melainkan untuk penataan kawasan Jalan HR Rasuna Said secara menyeluruh. Penataan tersebut mencakup perbaikan badan jalan, trotoar, peningkatan sarana pejalan kaki, hingga penerangan jalan umum.

“Rp100 miliar itu bukan hanya untuk bongkar. Tapi juga untuk membuat jalan, trotoar, merapikan kawasan, dan infrastruktur pendukung lainnya. Kalau bongkar saja, biayanya kecil,” tegas politikus PDIP tersebut.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, juga menegaskan bahwa seluruh pekerjaan penataan dilakukan menggunakan APBD karena jalan dan trotoar merupakan aset Pemprov DKI Jakarta. Hal senada disampaikan Kapusdatin Bina Marga DKI Jakarta, Dinar Wenny, yang menyebut pembongkaran akan diikuti penataan kawasan agar jalan menjadi lebih aman, nyaman, dan ideal bagi pengguna.

Sementara itu, pemerhati Jakarta Sugiyanto menilai perlu adanya pelurusan informasi terkait anggaran pembongkaran tiang monorel. Ia menegaskan, biaya pembongkaran fisik tiang monorel sebenarnya hanya berkisar ratusan juta rupiah, bukan Rp100 miliar.

Menurut perhitungan teknis, dengan harga satuan pembongkaran beton sekitar Rp400.000–Rp600.000 per meter kubik dan total volume pembongkaran sekitar 300–500 meter kubik, biaya pembongkaran diperkirakan hanya mencapai Rp120 juta hingga maksimal Rp300 juta.

“Angka Rp100 miliar itu adalah estimasi total penataan kawasan Jalan HR Rasuna Said, bukan biaya pembongkaran tiang monorel saja,” ujar Sugiyanto.

Ia menilai kesalahpahaman di masyarakat muncul karena judul berita kerap mengaitkan langsung angka Rp100 miliar dengan pembongkaran tiang monorel, tanpa membaca penjelasan lengkap di dalam isi berita. Padahal, anggaran tersebut mencakup satu paket pekerjaan penataan kawasan secara terpadu.

Dengan pembongkaran ini, Pramono menegaskan komitmennya untuk merapikan pekerjaan-pekerjaan besar Jakarta yang tertunda sejak pemerintahan sebelumnya, sekaligus memperbaiki tata kota agar Jakarta semakin tertata dan fungsional.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Back to top button