By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Peristiwa > Kebakaran Hutan di Los Angeles: 13 Korban Tewas, Kerugian Capai Rp2.185 Triliun
PeristiwaTrending

Kebakaran Hutan di Los Angeles: 13 Korban Tewas, Kerugian Capai Rp2.185 Triliun

Wili Wili
Last updated: Januari 12, 2025 3:37 pm
By
Wili Wili
Share
3 Min Read
Kebakaran Hutan di Los Angeles: 13 Korban Tewas, Kerugian Capai Rp2.185 Triliun
Kebakaran Hutan di Los Angeles: 13 Korban Tewas, Kerugian Capai Rp2.185 Triliun. Foto: Ist.
SHARE

Los Angeles, California, Akurasi.id – Kebakaran hutan yang melanda Los Angeles sejak Selasa (7/1/2025) telah menelan sedikitnya 13 korban jiwa, sementara ratusan ribu warga terpaksa mengungsi. Jumlah korban tewas diperkirakan terus bertambah, mengingat masih banyak warga yang dilaporkan hilang. Hal ini disampaikan oleh Presiden AS Joe Biden pada Minggu (12/1/2025).

Contents
  • Penyebab dan Dampak Kebakaran
  • Masalah Infrastruktur dan Respons Pemadam Kebakaran
  • Dukungan untuk Warga Terdampak
  • Janji Penyelidikan dan Evaluasi

Kebakaran, yang disebut-sebut sebagai salah satu bencana termahal dalam sejarah Amerika Serikat, telah menghancurkan lebih dari 10.000 bangunan di wilayah tersebut. Data terbaru menyebutkan kerugian ekonomi mencapai USD150 miliar (sekitar Rp2.430 triliun), melampaui perkiraan awal sebesar USD135 miliar. Kepala Meteorologi AccuWeather, Jonathan Porter, menyebut kebakaran ini sebagai salah satu bencana paling mahal dalam sejarah AS modern.

Penyebab dan Dampak Kebakaran

Para ahli meteorologi mengidentifikasi cuaca kering dan angin kencang sebagai faktor utama penyebaran api. Beberapa wilayah yang paling terdampak adalah Palisades dan Eaton, dengan masing-masing lebih dari 5.000 bangunan hancur. Kebakaran tersebut telah melahap area seluas lebih dari 88 km².

Selain kerugian ekonomi, kebakaran ini memberikan dampak signifikan pada sektor asuransi. Analis industri memperkirakan klaim kerugian yang diasuransikan mencapai lebih dari USD8 miliar. Hal ini mendorong kenaikan premi asuransi di wilayah berisiko tinggi dan peningkatan jumlah polis dari program Fair milik pemerintah negara bagian California, yang jumlahnya melonjak dari 200.000 pada 2020 menjadi lebih dari 450.000 pada 2024.

Masalah Infrastruktur dan Respons Pemadam Kebakaran

Upaya pemadaman terkendala oleh infrastruktur air yang tidak memadai. Sekitar 20% hidran yang digunakan untuk memadamkan api di Palisades dilaporkan kering. Beberapa tangki penyimpanan air yang biasanya mampu menampung hingga satu juta galon air habis digunakan, sementara angin kencang menghambat penggunaan helikopter dan pesawat pemadam.

Janisse Quiñones, seorang pejabat terkait, menyebut situasi ini sebagai tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. “Kami memadamkan kebakaran hutan dengan sistem air perkotaan, yang jelas tidak memadai untuk kejadian sebesar ini,” ujarnya.

Gubernur California Gavin Newsom telah meminta investigasi independen untuk menyelidiki masalah pasokan air selama kebakaran. Ia menyoroti laporan tentang tekanan air yang rendah dan tidak tersedianya air dari Waduk Santa Ynez.

Dukungan untuk Warga Terdampak

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Los Angeles melaporkan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban jiwa dalam kebakaran ini. Namun, empat WNI terdampak telah menerima bantuan dari KJRI. Selain itu, beberapa diaspora Indonesia yang berstatus warga negara asing (WNA) dilaporkan kehilangan tempat tinggal.

Konjen RI Los Angeles telah mengunjungi lokasi penampungan di Pasadena untuk memberikan bantuan. KJRI juga menyiagakan logistik dan penampungan darurat bagi WNI terdampak.

Janji Penyelidikan dan Evaluasi

Wali Kota Los Angeles Karen Bass berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk mencegah bencana serupa di masa depan. “Kami akan memastikan semua pihak yang bertanggung jawab, baik individu maupun departemen, akan dievaluasi dan diperbaiki,” tegasnya.

Kebakaran ini menjadi pengingat akan pentingnya manajemen risiko, perencanaan infrastruktur, dan pengelolaan vegetasi di wilayah rawan bencana.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

TAGGED:asuransiBencana AlamCaliforniaCuaca EkstremGavin NewsomInfrastrukturInvestigasiJoe BidenKebakaran Hutankerugian ekonomikorban jiwaLos AngelesWNI terdampak
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Mengenal Beras Fortifikasi, Benarkah Lebih Sehat dari Beras Biasa?

Akurasi.id - Beras menjadi makanan pokok utama masyarakat Indonesia. Namun, di pasaran…

“Kami Tak Suka Didikte!” 5 Pernyataan Tegas Prabowo di KTT BRICS 2026

Akurasi.id, New Delhi - Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)…

10 Alat Elektronik yang Boros Listrik Walau Sudah Mati

Akurasi.id - Tagihan listrik rumah naik terus padahal pemakaian rasanya biasa aja?…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Wisma Atlet Kaltim Jadi Rumah Sakit Darurat Covid-19, Pemprov Tinjau Perkembangan Kasus
Trending

Wisma Atlet Kaltim Jadi Rumah Sakit Darurat Covid-19, Pemprov Tinjau Perkembangan Kasus

By
Redaksi Akurasi.id
Jokowi Hadiri Dies Natalis ke-62 Fakultas Kehutanan UGM, Disambut Hangat Sebagai Alumni Kebanggaan
HeadlinePeristiwa

Jokowi Hadiri Dies Natalis ke-62 Fakultas Kehutanan UGM, Disambut Hangat Sebagai Alumni Kebanggaan

By
Wili Wili
Penyaluran BLT Kota Bontang Macet, Data Ganda Jadi Masalah Klasik yang Menjegal Distribusi
Trending

Penyaluran BLT Kota Bontang Macet, Data Ganda Jadi Masalah Klasik yang Menjegal Distribusi

By
Redaksi Akurasi.id
KSPI Cap Ida Fauziyah Menteri Terburuk, Ini Daftar Kebijakan Kontroversialnya
HeadlineTrending

KSPI Cap Ida Fauziyah Menteri Terburuk, Ini Daftar Kebijakan Kontroversialnya

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?