By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Birokrasi > Waspada Tambang Ambruk Lagi, DPRD Ingin Pemprov Kaltim Serius Garap Pertanian
Birokrasi

Waspada Tambang Ambruk Lagi, DPRD Ingin Pemprov Kaltim Serius Garap Pertanian

akurasi 2019
Last updated: Maret 17, 2021 6:18 pm
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
Waspada Tambang Ambruk Lagi, DPRD Ingin Pemprov Kaltim Serius Garap Pertanian
Para anggota Komisi II DPRD Kaltim saat meninjau lokasi pembibitan yang ada di UPTD BBI Kukar. (Istimewa)
SHARE
Waspada Tambang Ambruk Lagi, DPRD Ingin Pemprov Kaltim Serius Garap Pertanian
Para anggota Komisi II DPRD Kaltim saat meninjau lokasi pembibitan yang ada di UPTD BBI Kukar. (Istimewa)

Waspada Tambang Ambruk Lagi, DPRD Ingin Pemprov Kaltim Serius Garap Pertanian. DPRD Kaltim tidak ingin krisis keuangan dan pembangunan akibat anjloknya harga jual batu bara maupun migas kembali terulang seperti pada 2014 dan 2016 lalu.

Akurasi.id, Samarinda – DPRD Kaltim menilai, sudah saatnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim mulai serius memikirkan opsi ekonomi di luar dari sektor pertambangan. Dengan potensi lahan yang masih cukup besar, sektor pertanian dinilai perlu digarap serius oleh Pemprov Kaltim. Selain sebagai pondasi menjaga pangan, sektor pertanian juga dianggap bisa jadi pendukung sumber pendapatan asli daerah (PAD) Kaltim.

Baca juga: Tolak Gagasan Multi Years Contract, Wakil Ketua DPRD Kaltim Samsun Buka Kartu

Terkait hal itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Baharuddin Demmu menguraikan, dengan melihat potensi yang ada, sudah saatnya Pemprov Kaltim serius untuk mengembangkannya dalam rangka meningkatkan PAD sehingga tidak bergantung lagi pada dana bagi hasil (DBH) pertambangan batu bara maupun minyak dan gas (migas).

“Kalau kita melihat kondisi sekarang, pemerintah harusnya belajar dari turunnya harga batu bara dikarenakan negara-negara maju ini sudah mengurangi pemakaian batu bara untuk kebutuhan industri. Jadi kalau kita bertumpu pada dana bagi hasil dari SDA terutama batu bara, saya mau bilang APBD kita setiap tahun akan anjlok, apalagi batu bara semakin berkurang,” papar Baharuddin.

Lebih lanjut, politisi PAN tersebut mengatakan dari dulu kita sudah ingatkan bahwa potensi sumber daya alam Kaltim sangat mumpuni dalam menopang APBD. Tinggal bagaimana Pemprov Kaltim lewat instansi dan pihak-pihak terkait mau menggarap itu secara serius.

“Takutnya APBD kita anjlok sampai Rp5 triliun, jadi harusnya sekarang pemerintah sudah pikir terkait pendapatan asli daerah yang harus kita kembangkan, yang menarik visi-misi awal Pak Gubernur ini bahwa dia akan memperjuangkan PAD Rp32 triliun,” katanya.

“Sekarang malah saya mau bilang bahwa tidak ada upaya-upaya serius untuk mencari PAD yang lebih baik, selalu hanya menunggu DBH. Sementara banyak sektor yang bisa dikembangkan seperti sektor perkebunan, pertania dan terutama pariwisata,” pungkasnya.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Kaltim, Sutomo Jabir menuturkan, bahwa luas lahan yang dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Benih Induk (BBI) Hortikultura saat ini berkisar 35 hektare. Namun luas lahan tersebut belum dikelola secara menyeluruh dengan berbagai kendala yang ada, salah satunya kekurangan anggaran untuk menggarap lahan tersebut.

Selain itu, pengembangan di sektor pertanian yang dilakukan UPTD BBI Hortikultural juga terkendala kekurangan jaringan perpipaan untuk penyiraman dan masih butuh biaya untuk perluasan area pembibitan dan memperbanyak stok bibit.

“Secara rinci belum disampaikan makanya kami undang mereka datang ke kantor DPRD pada Senin jam 2 untuk membawa data sekaligus memaparkan prospek kedepan. Luas lahan total 35 hektare, cuma belum digarap semua dan bibit yang dibudidayakan antara lain berbagai jenis durian otong, durian matahari, durian musaking, lai mahakam, lai kayan, rambutan binjai, rambutan rapiah, dan jeruk,” beber politisi Partai PKB tersebut. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Dirhanuddin

TAGGED:#DPRD KaltimBaharuddin DemmuDBH Pertambangan MigasGubernur Kaltim Isran NoorKomisi II DPRD KaltimPemprov KaltimSerius Garap Pertaniansutomo jabirTingkatkan PAD KaltimUPTD BBI HortikulturaWaspada Tambang Ambruk
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

program kotaku
Birokrasi

Faisal FBR Yakin Program Kotaku Tak Butuh Perpanjangan Masa Kerja

By
akurasi 2019
Wagub Kaltim Kritik Metode Urunan untuk IKN: Beli Minyak Goreng Saja Susah
BirokrasiHeadlineRagam

Wagub Kaltim Kritik Metode Urunan untuk IKN: Beli Minyak Goreng Saja Susah

By
akurasi 2019
Rusli Usulkan Tes Urin ASN dan Dewan untuk Pastikan Bebas Narkoba
Birokrasi

Rusli Usulkan Tes Urin ASN dan Dewan untuk Pastikan Bebas Narkoba

By
akurasi 2019
tenaga honorer
Birokrasi

Masa Kerja Honorer Hanya Sampai 2023, Selanjutnya Diusulkan Masuk P3K

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?