By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Hukum & Kriminal > Tewas di Kandang Buaya, Keluarga Yakini Korban Dibunuh
Hukum & KriminalNews

Tewas di Kandang Buaya, Keluarga Yakini Korban Dibunuh

akurasi 2019
Last updated: Oktober 23, 2020 8:46 pm
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
SHARE
Tewas di Kandang Buaya, Keluarga Yakini Korban Dibunuh
Tewas di kandang buaya. Ilustrasi. (ist)

Tewas di kandang buaya, keluarga yakini korban dibunuh. Sebab kondisi mayat perempuan yang ditemukan tewas di Berau belum lama ini, dinilai tidak wajar.

Akurasi.id, Berau – Keluarga FS (25), perempuan yang ditemukan tewas di kolam dekat kandang buaya di Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, Kaltim, ini meyakini, FS merupakan korban pembunuhan. Sebab dari awal penemuan mayat FS dinilai tidak wajar. Seperti posisi tertelungkup dengan tangan terikat dan mulut terlakban.

Baca juga: Mayat Wanita di Berau Diduga Korban Pemerkosaan, Ditemukan Tanpa Celana, Polisi Tunggu Hasil Visum

“Dugaan saya keponakan saya ini dibunuh, sebab saat ditemukan kondisinya tangan terikat dan mulut terlakban,” jelas Agustinus Hardian, Paman FS, saat dikonfirmasi Jumat (23/10/2020).

Dia menjelaskan, FS dan suaminya merupakan perantau dari Pulau Jawa. Pergi ke Kalimantan untuk mengadu nasib mencari pekerjaan.

“Suaminya kerja di tambang batu bara, sedangkan keponakan saya bekerja di kafe di daerah Berau,” ucapnya.

Dari informasi sang paman, diketahui FS memiliki anak yang masih berusia 9 bulan dan masih dalam asuhan FS.

“Anaknya masih 9 bulan, dan saya tahu karena berada bersama FS dan suaminya di Berau,” ungkapnya.

Agustinus membenarkan bahwa foto yang tersebar di media sosial merupakan keponakannya, ia meminta kepada para pengguna sosial media untuk tidak menyebarkan foto-foto korban saat ditemukan tewas.

“Tolong foto keponakan saya di hapus, jangan disebar, kasihan suami dan keluarga kami,” pinta Agus.

Selain itu kepada aparat kepolisian, Agus meminta kasus kematian keponakannya ini agar segera dituntaskan. Serta pelakunya dapat dihukum seberat-beratnya.

“Saya berharap polisi dapat mengusut tuntas kasus ini, dan pelaku pembunuhan di hukum seberat-beratnya,” imbuhnya.

Selain itu Kasat Reskrim Polres Berau AKP Rido Doly mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih terus menyelidiki kasus tewasnya FS dengan mengumpulkan informasi dari para saksi.

“Kemarin ada 7 saksi yang kami periksa, namun pada hari ini bertambah 2, jadi total saksi berjumlah 9 orang,” ucap Rido saat dikonfirmasi Jumat (22/10/2020).

Lanjut Rido, namun dari keterangan sementara para saksi, polisi berpangkat 3 balok emas itu, belum mendapatkan keterangan yang jelas atas kematian FS.
“Belum banyak dapat informasi, hanya suaminya saja yang terakhir kali bertemu dengan korban sebelum ditemukan tewas,” ungkapnya.

Hingga saat ini pihaknya masih menunggu hasil visum dari dokter forensik, guna memastikan penyebab kematian FS.

“Hari ini kami datangkan dokter forensik dari Balikpapan, secepatnya akan kami umumkan hasilnya,” pungkasnya. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Suci Surya Dewi

TAGGED:#BerauKaltimPenemuan MayatTewas di Kandang Buaya
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Ancaman AI terhadap Nalar Kritis Mahasiswa: Perspektif Pendidikan Islam

Oleh: Zulkifli Tugas kuliah yang dahulu membutuhkan riset berhari-hari kini dapat diselesaikan…

Besok Ada Promo HUT KAI, Bayar 81 Persen Saja, Ini Cara Belinya

Akurasi.id, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) rayakan HUT ke-81 besok,…

HUT Google ke-28 Hari Ini 27 September, Kok Bukan 4 September? Ini Alasan Sebenarnya

Akurasi.id - Buka Google hari ini? Kamu akan melihat Google Doodle spesial…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

warga berbas tengah
Hukum & KriminalNews

Akibat Sabu, 3 Warga Berbas Tengah Dibekuk Polisi

By
akurasi 2019
Penjual Minyak Gosok
Hukum & KriminalTrending

Penjual Minyak Gosok Diamuk Massa Akibat Ketahuan Mencuri Kotak Amal Masjid

By
akurasi 2019
Harga Emas Antam Naik Rp 13.000 per Gram, Berikut Daftar Lengkap Rabu 10 Desember 2025
PeristiwaTrending

Harga Emas Antam Naik Rp 13.000 per Gram, Berikut Daftar Lengkap Rabu 10 Desember 2025

By
Wili Wili
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026, Ada 9 Long Weekend
HeadlinePeristiwa

Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026, Ada 9 Long Weekend

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?