By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Hukum & Kriminal > Setahun Beraksi, 6 Preman Minyak ala Robin Hood Ditangkap Kepolisian Kutim
Hukum & KriminalNews

Setahun Beraksi, 6 Preman Minyak ala Robin Hood Ditangkap Kepolisian Kutim

akurasi 2019
Last updated: Februari 12, 2020 9:25 pm
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
6 preman
Salah satu kapal yang dipakai komplotan premanisme untuk memalak kru kapal pengangkut batubara. (Ist)
SHARE
6 preman
Salah satu kapal yang dipakai komplotan premanisme untuk memalak kru kapal pengangkut batubara. (Ist)

Akurasi.id, Sangatta – Sebanyak 6 preman  meresahkan awak kapal dan warga sekitar sungai Desa Senyiur, Muara Ancalong, Kutai Timur (Kutim) akhirnya dijebloskan ke penjara. Setahun terakhir mereka kerap memalak minyak dari kru kapal yang melintasi sungai 81, 82, dan 100. Bak Robin Hood, hasil jarahannya dibagikan kepada yang membutuhkan.

baca juga: Jenazah Napi yang Diduga Korban Pengeroyokan Diautopsi, Tim Forensik Temukan Benjolan Pada Organ Dalam

Aksi premanisme yang dilakukan kelompok pemalak kru kapal itu ditangkap Minggu (9/2/20) lalu. Sebelumnya kepolisian sudah berulang kali mendapat aduan masyarakat, terurama awak kapal pengangkut batu bara maupun sawit yang melintas di wilayah Sungai Senyiur.

“Sudah setahun mereka ini, sehari-hari melakukan pemalakan terhadap kru kapal yang melintas di Sungai Senyiur,” kata Kasatreskrim Polres Kutim AKP Ferry Putra Samodra, Rabu (12/2/20).

Ferry menambahkan jika enam pelaku yang meresahkan itu sudah diringkus Tim Panther Polres Kutim.

“Sudah resmi kami tahan,” tegasnya.

Sementara ketua preman berinisial SA (42) mengaku bersama komplotannya terpaksa melakukan aksi tidak terpuji itu. Selain menghidupi ekonomi keluarga dan rekannya, uang atau minyak hasil jarahan tersebut disumbangkan untuk penerangan masjid serta dialokasikan ke kegiatan sosial lain.

Para penjarah beralasan hasil nelayan di Desa Senyiur menurun secara kuantitas dan kualitas sejak wilayah tempatnya bermukim dijadikan akses kapal perusahaan besar. Akibatnya, nelayan setempat harus kehilangan mata pencaharian. Bahkan, beberapa orang terpaksa beralih sebagai perompak kapal yang melintas.

“Saya dulunya kerja sebagai sekuriti, tapi kontrak tidak diperpanjang. Akhirnya jadi tukang ikat tali kapal yang datang. Teman-teman lain banyak yang nelayan, tapi ikan sudah sedikit, susah didapat. Kami sepakat minta sumbangan ke kapal yang lewat sini,” ungkap SA.

SA mengklaim bahwa hubungan dengan sejumlah awak kapal selama ini berlangsung baik. Bahkan menurutnya sudah seharusnya awak kapal memberikan sumbangsih pada desa setempat. Dia mengaku telah bermitra menjadi tukang ikat tali atau tambatan kapal sejak 2016.

“Kami meminta sejak 11 Desember lalu. Saya minta sesuai permohonan yang ditandatangani kepala desa, camat, dan RT. Sudah disetujui kades,” dalihnya.

iklan-mahyunadi-MAJU-KUTIM-JAYA

Dalam pengakuannya SA menjelaskan dalam satu hari ada lima kapal yang melintas. Satu jeriken senilai Rp 150 ribu. Jika kapal tidak memberikan minyak, maka diganti dengan nominal tersebut.

“Tidak semua kapal memberi. Kami satu tim ada tiga orang,” ungkapnya.

SA menambahkan bahwa perbuatan yang dilakukan bersama komplotannya itu karena merasa selama ini hanya menjadi penonton saja. Bahkan terkena dampak debu batu bara.

“Merasa debunya saya yang makan, tidak dapat apa-apa hanya jadi penonton,” tandasnya. (*)

Penulis: Ella Ramlah
Editor: Suci Surya Dewi

TAGGED:6 premanKapal Batu BaraKriminalPembajakan
Share This Article
Facebook Copy Link Print

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Warga Antusias Nikmati Tarif Rp 1 MRT Jakarta dan Transjakarta
PeristiwaTrending

Warga Antusias Nikmati Tarif Rp 1 MRT Jakarta dan Transjakarta

By
Wili Wili
One Way Nasional Dihentikan, Arus Lalu Lintas Kembali Normal
PeristiwaTrending

One Way Nasional Dihentikan, Arus Lalu Lintas Kembali Normal

By
Wili Wili
tiang listrik median jalan
News

Breaking News!!! Akibat Angkat Telepon, Mobil Hantam Tiang Listrik Median Jalan

By
akurasi 2019
News

Hitungan Menit, Gudang Arsip Dinkes Ludes Dilalap Api

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?