By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Peristiwa > Setoran Pajak Jeblok Awal 2025, Defisit APBN Mulai Mengkhawatirkan
HeadlinePeristiwa

Setoran Pajak Jeblok Awal 2025, Defisit APBN Mulai Mengkhawatirkan

Wili Wili
Last updated: Maret 14, 2025 3:07 pm
By
Wili Wili
Share
3 Min Read
Setoran Pajak Jeblok Awal 2025, Defisit APBN Mulai Mengkhawatirkan
Setoran Pajak Jeblok Awal 2025, Defisit APBN Mulai Mengkhawatirkan. Foto: Cnn.
SHARE

Jakarta, Akurasi.id – Penerimaan pajak pada dua bulan pertama tahun ini mengalami penurunan tajam. Menteri Keuangan Sri Mulyani melaporkan bahwa setoran pajak per Februari 2025 hanya mencapai Rp187,8 triliun, atau baru 8,6% dari target tahunan. Angka ini anjlok 30,19% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp269,02 triliun.

Contents
  • Penyebab Penurunan Penerimaan Pajak
  • Ekonom: Penurunan Pajak Cerminkan Masalah Ekonomi Serius
  • Prospek dan Tantangan Pajak 2025

Anjloknya penerimaan pajak ini turut berdampak pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hingga 28 Februari 2025, APBN mencatat defisit sebesar Rp31,2 triliun atau 0,13% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Belanja negara telah mencapai Rp348,1 triliun, sementara pendapatan baru menyentuh Rp316,9 triliun.

Penyebab Penurunan Penerimaan Pajak

Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu menjelaskan beberapa faktor yang menyebabkan penurunan drastis penerimaan pajak tahun ini. Pertama, harga komoditas utama mengalami penurunan signifikan. Batu bara turun 11,8% secara year-on-year (yoy), minyak turun 5,2%, dan nikel anjlok 5,9%.

Kedua, masalah administrasi juga turut berkontribusi terhadap turunnya penerimaan pajak. Beberapa kebijakan seperti penerapan tarif efektif rata-rata (TER) untuk Pajak Penghasilan (PPh) 21 serta relaksasi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dalam negeri disebut menjadi penyebab utama hambatan dalam penerimaan pajak.

Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, juga menyoroti dua penyebab utama penurunan pajak hingga 30,2% dalam akumulasi hingga Februari 2025. Pertama, pengembalian lebih bayar pajak (restitusi) tahun 2024 yang dibayarkan pada Januari 2025 mencapai Rp265,67 triliun atau tumbuh 18,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kedua, gangguan pada sistem perpajakan Coretax yang menyebabkan keterlambatan pelaporan PPN, membuat banyak pelaku usaha menahan transaksi.

Ekonom: Penurunan Pajak Cerminkan Masalah Ekonomi Serius

Sejumlah ekonom menilai bahwa anjloknya setoran pajak merupakan indikasi melemahnya aktivitas ekonomi Indonesia. Guru Besar Ekonomi Pembangunan Universitas Andalas, Syafruddin Karimi, mengkritik sikap pemerintah yang hanya menyalahkan faktor teknis dan harga komoditas tanpa mengakui adanya permasalahan struktural dalam perekonomian.

“Penurunan ini menunjukkan adanya masalah struktural seperti melemahnya konsumsi domestik, rendahnya profitabilitas perusahaan, serta gangguan dalam administrasi perpajakan akibat implementasi sistem Coretax yang belum matang,” ujar Syafruddin, Jumat (14/3/2025).

Syafruddin juga menyoroti penurunan setoran PPN dalam negeri (PPN DN) yang hanya mencapai Rp102,5 triliun atau turun 9,53% dibandingkan realisasi Februari 2024 yang sebesar Rp113,3 triliun. Menurutnya, ini merupakan sinyal melemahnya daya beli masyarakat yang seharusnya menjadi perhatian utama pemerintah.

“Menutup-nutupi masalah dan mempertahankan kebijakan yang tidak efektif hanya akan memperburuk kondisi ekonomi serta menurunkan kepercayaan investor dan masyarakat terhadap pemerintah,” tambahnya.

Prospek dan Tantangan Pajak 2025

Melihat tren negatif ini, pemerintah perlu mengambil langkah cepat dan strategis untuk meningkatkan penerimaan pajak serta mengatasi defisit APBN yang sudah muncul sejak awal tahun. Reformasi sistem perpajakan dan peningkatan daya beli masyarakat menjadi tantangan utama yang harus segera diatasi.

Sementara itu, pemerintah masih optimistis bahwa penerimaan pajak akan kembali membaik seiring dengan perbaikan harga komoditas dan peningkatan efektivitas kebijakan fiskal dalam beberapa bulan mendatang.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

TAGGED:APBN 2025Coretaxdaya belidefisit APBNEkonomi Indonesiaharga komoditaskebijakan fiskal.penerimaan pajakPPNsetoran pajak
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Banjir Pekalongan, KAI Batalkan 11 Perjalanan Kereta dari Gambir dan Pasar Senen
PeristiwaTrending

Banjir Pekalongan, KAI Batalkan 11 Perjalanan Kereta dari Gambir dan Pasar Senen

By
Wili Wili
Pasutri Ditemukan Tewas di Mobil di Magelang, Diduga Karena Keracunan
PeristiwaTrending

Pasutri Ditemukan Tewas di Mobil di Magelang, Diduga Karena Keracunan

By
Wili Wili
Kenaikan Harga BBM Februari 2025: Pertamina, Shell, BP AKR, dan Vivo Sesuaikan Tarif
PeristiwaTrending

Kenaikan Harga BBM Februari 2025: Pertamina, Shell, BP AKR, dan Vivo Sesuaikan Tarif

By
Wili Wili
Puan Maharani Berfoto Bersama Tiga Presiden di Parade Senja Magelang, Ini Isi Perbincangannya
HeadlineKabar Politik

Puan Maharani Berfoto Bersama Tiga Presiden di Parade Senja Magelang, Ini Isi Perbincangannya

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?