By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > News > Peristiwa > Setoran Pajak Jeblok Awal 2025, Defisit APBN Mulai Mengkhawatirkan
HeadlinePeristiwa

Setoran Pajak Jeblok Awal 2025, Defisit APBN Mulai Mengkhawatirkan

Wili Wili
Last updated: Maret 14, 2025 3:07 pm
By
Wili Wili
Share
3 Min Read
Setoran Pajak Jeblok Awal 2025, Defisit APBN Mulai Mengkhawatirkan
Setoran Pajak Jeblok Awal 2025, Defisit APBN Mulai Mengkhawatirkan. Foto: Cnn.
SHARE

Jakarta, Akurasi.id – Penerimaan pajak pada dua bulan pertama tahun ini mengalami penurunan tajam. Menteri Keuangan Sri Mulyani melaporkan bahwa setoran pajak per Februari 2025 hanya mencapai Rp187,8 triliun, atau baru 8,6% dari target tahunan. Angka ini anjlok 30,19% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp269,02 triliun.

Contents
  • Penyebab Penurunan Penerimaan Pajak
  • Ekonom: Penurunan Pajak Cerminkan Masalah Ekonomi Serius
  • Prospek dan Tantangan Pajak 2025

Anjloknya penerimaan pajak ini turut berdampak pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hingga 28 Februari 2025, APBN mencatat defisit sebesar Rp31,2 triliun atau 0,13% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Belanja negara telah mencapai Rp348,1 triliun, sementara pendapatan baru menyentuh Rp316,9 triliun.

Penyebab Penurunan Penerimaan Pajak

Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu menjelaskan beberapa faktor yang menyebabkan penurunan drastis penerimaan pajak tahun ini. Pertama, harga komoditas utama mengalami penurunan signifikan. Batu bara turun 11,8% secara year-on-year (yoy), minyak turun 5,2%, dan nikel anjlok 5,9%.

Kedua, masalah administrasi juga turut berkontribusi terhadap turunnya penerimaan pajak. Beberapa kebijakan seperti penerapan tarif efektif rata-rata (TER) untuk Pajak Penghasilan (PPh) 21 serta relaksasi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dalam negeri disebut menjadi penyebab utama hambatan dalam penerimaan pajak.

Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, juga menyoroti dua penyebab utama penurunan pajak hingga 30,2% dalam akumulasi hingga Februari 2025. Pertama, pengembalian lebih bayar pajak (restitusi) tahun 2024 yang dibayarkan pada Januari 2025 mencapai Rp265,67 triliun atau tumbuh 18,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kedua, gangguan pada sistem perpajakan Coretax yang menyebabkan keterlambatan pelaporan PPN, membuat banyak pelaku usaha menahan transaksi.

Ekonom: Penurunan Pajak Cerminkan Masalah Ekonomi Serius

Sejumlah ekonom menilai bahwa anjloknya setoran pajak merupakan indikasi melemahnya aktivitas ekonomi Indonesia. Guru Besar Ekonomi Pembangunan Universitas Andalas, Syafruddin Karimi, mengkritik sikap pemerintah yang hanya menyalahkan faktor teknis dan harga komoditas tanpa mengakui adanya permasalahan struktural dalam perekonomian.

“Penurunan ini menunjukkan adanya masalah struktural seperti melemahnya konsumsi domestik, rendahnya profitabilitas perusahaan, serta gangguan dalam administrasi perpajakan akibat implementasi sistem Coretax yang belum matang,” ujar Syafruddin, Jumat (14/3/2025).

Syafruddin juga menyoroti penurunan setoran PPN dalam negeri (PPN DN) yang hanya mencapai Rp102,5 triliun atau turun 9,53% dibandingkan realisasi Februari 2024 yang sebesar Rp113,3 triliun. Menurutnya, ini merupakan sinyal melemahnya daya beli masyarakat yang seharusnya menjadi perhatian utama pemerintah.

“Menutup-nutupi masalah dan mempertahankan kebijakan yang tidak efektif hanya akan memperburuk kondisi ekonomi serta menurunkan kepercayaan investor dan masyarakat terhadap pemerintah,” tambahnya.

Prospek dan Tantangan Pajak 2025

Melihat tren negatif ini, pemerintah perlu mengambil langkah cepat dan strategis untuk meningkatkan penerimaan pajak serta mengatasi defisit APBN yang sudah muncul sejak awal tahun. Reformasi sistem perpajakan dan peningkatan daya beli masyarakat menjadi tantangan utama yang harus segera diatasi.

Sementara itu, pemerintah masih optimistis bahwa penerimaan pajak akan kembali membaik seiring dengan perbaikan harga komoditas dan peningkatan efektivitas kebijakan fiskal dalam beberapa bulan mendatang.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

TAGGED:APBN 2025Coretaxdaya belidefisit APBNEkonomi Indonesiaharga komoditaskebijakan fiskal.penerimaan pajakPPNsetoran pajak
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Evakuasi Jenazah Pendaki Gunung Slamet Dilakukan Estafet, Terkendala Medan Ekstrem dan Cuaca Buruk
PeristiwaTrending

Evakuasi Jenazah Pendaki Gunung Slamet Dilakukan Estafet, Terkendala Medan Ekstrem dan Cuaca Buruk

By
Wili Wili
Tragedi Penembakan di Rest Area KM 45 Tol Tangerang-Merak: Keluarga Korban Ajukan Perlindungan ke LPSK
PeristiwaTrending

Tragedi Penembakan di Rest Area KM 45 Tol Tangerang-Merak: Keluarga Korban Ajukan Perlindungan ke LPSK

By
Wili Wili
Kenapa Tak Banting Setir Sebelum Kecelakaan? Sopir Truk Maut Balikpapan: Panik
HeadlinePeristiwa

Kenapa Tak Banting Setir Sebelum Kecelakaan? Sopir Truk Maut Balikpapan: Panik

By
akurasi 2019
Maya Watono Resmi Menjadi Direktur Utama InJourney, Perempuan Termuda Pimpin BUMN Aviasi dan Pariwisata
HeadlinePeristiwa

Maya Watono Resmi Menjadi Direktur Utama InJourney, Perempuan Termuda Pimpin BUMN Aviasi dan Pariwisata

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?