News

Sembunyi dari Kejaran Polisi, Seorang Pria Melompat ke Sungai Mahakam dan Diduga Tenggelam

Loading

Sembunyi dari Kejaran Polisi, Seorang Pria Melompat ke Sungai Mahakam dan Diduga Tenggelam
Tim Basarnas dibantu warga mencari seorang pria yang terjun ke SKM dan dikabarkan tenggelam setelah mencoba lari dari kejaran polisi. (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Sabtu (29/8/2020) siang sekira pukul 13.30 Wita, warga yang tinggal di bantaran Sungai Karang Mumus (SKM) dihebohkan dengan kabar adanya seorang pria yang tenggelam di sungai tersebut. Sontak kejadian tersebut menarik perhatian warga maupun para pengguna jalan yang langsung memadati lokasi kejadian.

Baca juga: Gara-gara Penyu, Warga Bontang Kuala ini Terancam 5 Tahun Penjara

Dari informasi yang diterima, kejadian itu berada di Gang Bakti, Kelurahan Pelita, Kecamatan Samarinda Ilir, Samarinda, tepatnya di bawah jembatan yang menghubungkan ruas Jalan Ahmad Dahlan dengan Lambung Mangkurat.

“Tadi itu saya lagi goreng ayam, terus liat dari jendela ada orang lompat-lompat kapal terus terjun ke air,” ucap Rinda (30) salah seorang saksi mata di sekitar lokasi kejadian.

Jasa SMK3 dan ISO

Lanjut Rinda, ia mengenali sosok pria yang melompat tersebut lantaran kerap melintasi kawasan tersebut. “Namanya Kifli, memang sering saya lihat berada di wilayah itu,” jelasnya.

Sebelum menghilang dalam aliran SKM, korban sempat terlihat melompati tiga buat kapal dengan raut wajah penuh ketakutan seperti dikejar-kejar. Namun sayang, pria tersebut dikabarkan tak bisa berenang dan keberadaannya kini bak lenyap di telan anakan Sungai Mahakam tersebut.

“Pas jatuh itu sempat timbul, terus kepalanya berbalik kayak minta pertolongan gitu. Terus tenggelam lagi, baru hilang sudah enggak ada muncul lagi,” bebernya.

Usai kabar ini tersiar, puluhan anggota relawan bersama warga sekitar langsung memadati lokasi untuk melakukan upaya pencarian secara manual dengan menggunakan puluhan perahu. Dua jam berselang, Tim Basarnas bersama Polairud Polres Samarinda dan Polsek Kawasan Pelabuhan (KP) Samarinda tiba di lokasi untuk melakukan pencarian.

“Kami akan melakukan upaya pencarian dengan radius 50 meter dari titik awal korban dilaporkan tenggelam,” ucap Kepala Unit Siaga Basarnas Riqi Efendi.

Selain itu, kata Riqi, tim gabungan juga akan menyiagakan unit penyelam untuk memaksimalkan pencarian korban tenggelam.

“Informasi yang kami terima korban bernama Kifli dan berusia sekitar 30 tahun. Korban tenggelam juga diinformasikan melompat setelah adanya pengejaran (dari aparat berwajib),” ungkapnya.

Ditanya lebih jauh mengenai kasus yang membuat korban tenggelam setelah dikejar pihak kepolisian, Riqi mengaku belum mendapatkan informasi lebih lanjutnya.

“Kami belum tahu pasti kasusnya seperti apa. Cuman itu berdasarkan informasi di lapangan yang kami dapatkan,” jawabnya. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Dirhanuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Back to top button