HeadlineKabar Politik

Puan Maharani: Kehadiran Presiden Prabowo di Pemusnahan Narkoba Simbol Kuat Perang Melawan Narkoba

Puan Maharani Serukan Gerakan Nasional Lindungi Generasi Muda dari Narkoba

Loading

Akurasi.id – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan bahwa kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam kegiatan pemusnahan barang bukti narkoba yang digelar Polri di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta, pada Rabu (29/10/2025), merupakan simbol kuat komitmen negara dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Menurut Puan, langkah Presiden Prabowo yang turun langsung ke lokasi memperlihatkan keseriusan pemerintah dalam pemberantasan narkoba sekaligus memberikan pesan moral kepada seluruh masyarakat Indonesia.

“Narkoba bukan sekadar masalah hukum, tetapi ancaman serius terhadap masa depan generasi muda dan keberlanjutan cita-cita Indonesia Emas 2045. Jika generasi muda kita terjerat narkoba, maka masa depan Indonesia akan terampas,” ujar Puan di Jakarta, Kamis (30/10).

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto secara simbolis memusnahkan dua paket bungkusan narkoba ke dalam mesin penghancur, disaksikan oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, serta sejumlah pejabat tinggi negara lainnya. Total barang bukti yang dimusnahkan mencapai 214,84 ton narkoba senilai Rp29,37 triliun, hasil sitaan dari berbagai pengungkapan kasus di seluruh wilayah Indonesia.

Jasa SMK3 dan ISO

Sebelum pemusnahan, Presiden Prabowo terlebih dahulu menyaksikan proses verifikasi barang bukti narkoba oleh Puslabfor Polri bersama sejumlah pejabat dari BPOM, Kementerian Kesehatan, Kejaksaan Agung, dan organisasi anti-narkotika GRANAT.

Puan Maharani yang hadir mengenakan pakaian serba hitam duduk sejajar dengan Presiden Prabowo, menilai kegiatan ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan bentuk nyata dari komitmen negara dalam perang melawan narkoba.

“Pemusnahan ini bukan hanya simbol penegakan hukum, tetapi juga pengingat keras bagi kita semua bahwa narkoba adalah musuh bangsa,” tegasnya.

Puan menambahkan, DPR RI mendukung penuh langkah pemerintah dan aparat penegak hukum dalam memperkuat kebijakan serta anggaran yang berfokus pada pencegahan, rehabilitasi, dan pemberantasan narkoba. Namun, ia juga menekankan bahwa perang melawan narkoba tidak bisa dibebankan hanya pada aparat hukum.

“Gerakan nasional harus melibatkan keluarga, sekolah, komunitas, hingga dunia digital untuk membentengi anak muda dari bahaya narkoba. Kita harus membangun ketahanan moral dan lingkungan sosial yang sehat,” ujarnya.

Puan mengingatkan bahwa narkoba telah terbukti merusak kehidupan bangsa karena menurunkan kinerja, kesehatan, serta moral generasi muda. Ia meminta seluruh pihak untuk terus waspada terhadap ancaman penyelundupan narkoba yang semakin canggih.

Berdasarkan data Polri, sepanjang Januari hingga Oktober 2025, terdapat 38.934 kasus narkoba dengan 51.763 tersangka, terdiri dari 48.692 pria WNI, 2.764 wanita WNI, 150 anak di bawah umur, serta 157 warga negara asing. Polri juga telah melaksanakan 1.072 program rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba dengan pendekatan restorative justice.

Anggota Komisi III DPR RI Nasyirul Falah Amru atau Gus Falah turut mengapresiasi langkah Presiden Prabowo yang memimpin langsung kegiatan pemusnahan tersebut.

“Komitmen kuat pemerintah dalam memberantas narkotika ditunjukkan melalui aksi nyata yang dipimpin langsung oleh Presiden. Ini menjadi dukungan moral bagi aparat Polri dan semua pihak yang berjuang di lapangan,” ujarnya.

Puan menutup dengan menyerukan pentingnya kolaborasi nasional untuk menciptakan generasi emas bebas narkoba menuju Indonesia Emas 2045.

“Narkoba bisa menghancurkan satu generasi. Jika satu generasi hilang, maka hilang pula masa depan bangsa. Mari kita pastikan Indonesia Emas 2045 menjadi warisan nyata bagi generasi bebas narkoba,” tegas Puan.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Back to top button