Progres Pasar Taman Citra Mas Loktuan 90 Persen Sudah Telan Biaya Rp40 M

![]()


Akurasi.id, Bontang – Progres pembangunan Pasar Taman Citra Mas Loktuan kini sudah berjalan 90 persen. Meski hampir selesai, pembangunan pasar tersebut sudah telan biaya Rp40 miliar.
Untuk memastikan progres proyek Pasar Citra Mas Loktuan, Komisi II DRPD Bontang melakukan kunjungan kerja, pada Senin (5/10/20) lalu.
Baca juga: Ketua Komisi II DPRD Bontang Ajak Masyarakat Biasakan Belanja di Pasar
Ketua Komisi II DPRD Bontang Rustam yang memimpin langsung kunjungan kerja di pasar baru tersebut. Rustam mengatakan jika kehadiran pihak Komisi II berdasarkan hasil dari rapat kerja (raker) bersama Diskop-UKMP beberapa waktu lalu. Di mana pasar yang dibangun tersebut telah mendapat penganggaran sebanyak 4 kali.
Yakni 1 kali melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan sebanyak 3 kali melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi.
“Jika ditotal telah menelan biaya sekira Rp40 miliar lebih anggaran yang masuk dalam pasar tersebut,” ujarnya belum lama ini.
Disaat bersamaan, Rustam pun mengingatkan agar pengundian lapak di Pasar Taman Citra Mas nantinya tidak menuai polemik. Dia berpesan agar Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskop-UKMP) Bontang bersama Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar belajar dari relokasi pedagang Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin).
“Jangan sampai persoalan berlarut, sama seperti Pasar Tamrin,” katanya.

Sementara itu, Doddy Rosdian Kepala Seksi (Kasi) Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri (PPDN) selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Pasar Taman Citra Mas menyampaikan pembangunan pasar dimulai sejak 2017 lalu. Pembangunan melalui dana APBN ini memakan dana sekira Rp56 Miliar dan berlaku untuk seluruh Indonesia.
Pada 2018, kata Doddy, pembangunan site file menelan sekira Rp9,8 miliar melalui dana APBN. Lalu pada 2019, lantaran pasar yang dibangun pertama tidak mampu menampung jumlah pedagang di Pasar Citra Mas lama, pihaknya melakukan penambahan bangunan.
“Oleh dari itu kami kembali melakukan penambahan pembangunan gedung pasar 2 lantai dengan kisaran biaya Rp14,6 miliar melalui APBD,” ungkapnya.
Dijelaskan Doddy, pada 2020 ini pihaknya melanjutkan pembangunan pada tahap sarana dan prasarana (sapras) dengan nilai Rp9,9 miliar menggunakan APBD. Dia memprediksi, Pasar Taman Citra Mas akan dapat rampung 100 persen pada akhir 2021.
“Pada 2021, rencananya kami akan melakukan pengajuan anggaran untuk bisa mengoperasionalkan pasar ini secara maksimal sekira Rp3,8 miliar,” bebernya.
“Saat ini progresnya jika dikalkulasi dengan anggaran yang sudah digunakan sekira Rp40 miliar, berarti sudah mencapai diangka 90 persen. Tahun depan tergantung proses lelangnya. Jika lelang dapat dilakukan awal tahun, maka diakhir tahun bisa rampung dan langsung diresmikan pada 2021,” tambahnya.
Diungkapnya, pada bangunan pertama ada sebanyak 198 lapak basah dan 35 kios. Sedangkan untuk bangunan pasar dengan 2 lantai memiliki 286 kios dan 39 lapak basah.
“Kami melakukan pembangunan berdasarkan data base awal. Setelah itu baru diserahkan kepada UPT pasar untuk dilakukan pendataan para pedagang dan akan diusahakan untuk semua pedagang agar bisa dicover semuanya,” pungkasnya. (*)
Penulis: Jisa
Editor: Suci Surya Dewi









