By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Posyandu Dituntut Tekan Kematian Ibu dan Bayi
News

Posyandu Dituntut Tekan Kematian Ibu dan Bayi

akurasi 2019
Last updated: Maret 14, 2019 9:47 pm
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
Posyandu Dituntut Tekan Kamatian Ibu dan Bayi
Harapan hidup bayi dan ibu menjadi salah satu tolak ukur kesejahteraan dan kemajuan. Di Bontang, kasus kematian bayi dan ibu kian menyusut. (Istimewa)
SHARE
Posyandu Dituntut Tekan Kamatian Ibu dan Bayi
Harapan hidup bayi dan ibu menjadi salah satu tolak ukur kesejahteraan dan kemajuan. Di Bontang, kasus kematian bayi dan ibu kian menyusut. (Istimewa)

Akurasi.id, Bontang –  Pada 2015, kematian bayi di Bontang tergolong tinggi. Dari catatan pemerintah setempat, terdapat 44 kasus bayi yang meninggal. Di tahun yang sama, ada 8 ibu yang meninggal saat melahirkan.

Tiga tahun terakhir, angka tersebut terus menyusut. Menurunnya jumlah kematian ibu dan bayi disebabkan kerja sama lembaga kesehatan di tingkat kelurahan, kecamatan, dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang.

Tak terkecuali peran kader-kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Bontang. Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan, kader Posyandu membantu Pemkot Bontang mewujudkan penurunan angka kematian ibu dan balita.

Dia menyebut, target zero kematian ibu dan balita dapat terwujud. “Meskipun sulit, tetapi kita memiliki pencapaian (menurunkan angka kematian ibu dan balita),” terangnya belum lama ini.

Langkah yang dapat diambil untuk mewujudkan zero kematian ibu dan balita di Bontang yakni meningkatkan peran kader-kader Posyandu.

Posyandu Dituntut Tekan Kamatian Ibu dan Bayi
Wali Kota Bontang Neni Moernaieni memberikan sambutan dalam pelatihan kader Posyandu, Selasa (12/3/2019) pagi.(Hermawan/Akurasi.id)

Dalam kegiatan pelatihan yang diadakan di Auditorium Taman Tiga Dimensi, Selasa (12/3/19) lalu, Neni menyebut, para kader Posyandu mempunyai latar belakang pendidikan yang berbeda-beda. Karena itu melalui pelatihan tersebut, penggerak Posyandu dapat meningkatkan kapasitas keilmuan.

Selain menangani kematian bayi dan ibu di Bontang, kader-kader Posyandu dituntut memerangi stunting atau tubuh kerdil. Kata dia, stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan asupan gizi yang kurang dalam waktu lama.

“Alhamdulilah diseminasi penyebaran stunting sudah dilakukan Dinas Kesehatan. Dengan harapan semua tahu apa itu stunting. Karena penyebab stunting itu pola asu, asupan gizi, dan pertumbuhan anak,” tuturnya.

Dari segi kesejahteraan, dia berkomitmen memberikan perhatian khusus untuk kader-kader Posyandu. “Kader Posyandu merupakan orang-orang yang kerjanya sukarela. Tetapi Pemkot Bontang memberikan perhatian. Yakni memberikan insentif kepada ibu-ibu,” ungkapnya.

Posyandu Dituntut Tekan Kamatian Ibu dan Bayi
Para peseta berfoto bersama sebelum memasuki materi.(Hermawan/Akurasi.id)

Ketua Pembentukan Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) Posyandu Bontang, M Bahri mengatakan, kegiatan pelatihan kader-kader Posyandu akan dilaksanakan secara rutin. Salah satu tujuannya adalah meningkatkan kapasitas kader dalam mengidentifikasi penyebab kematian ibu dan bayi.

“Minimal mereka mengetahui permasalahan yang ada. Mulai dari gizi, kehamilan, dan pertumbuhan anak. Sehingga informasi (kesehatan) di masyarakat tersampaikan,” jelasnya.

Pelatihan itu dilaksanakan selama tiga. Materinya berupa teori dan praktek lapangan. Narasumber kegiatan tersebut dari Dinas Kesehatan Bontang, Dinas Kesehatan Kaltim, Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi).

Selain itu, ada pula Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Ahli Gizi Indonesi (Persagi), Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), dan mantan Wali Kota Bontang Andi Sofyan Hasdam. (*)

Penulis: Hermawan
Editor: Ufqil Mubin

TAGGED:Keselamatan Ibu dan BayiPemkot BontangPosyandu
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Gerobak Bakso
News

Gara-Gara Mengantuk, Sopir Mobil Pick Up Seruduk Gerobak Bakso dan 3 Unit Motor

By
akurasi 2019
Sidang AGM Berlanjut, JPU Hadirkan Dua Elit Demokrat yang Terima Uang Tunai Rp50 Juta
HeadlineHukum & Kriminal

Sidang AGM Berlanjut, JPU Hadirkan Dua Elit Demokrat yang Terima Uang Tunai Rp50 Juta

By
Devi Nila Sari
Bukannya Ibadah Ramadan, Remaja 19 Tahun Ini Malah Ajak Cewek Open BO, Eh Malah Ketipu Jutaan
News

Bukannya Ibadah Ramadan, Remaja 19 Tahun Ini Malah Ajak Cewek Open BO, Eh Malah Ketipu Jutaan

By
Devi Nila Sari
Aksi Vandalisme di Purbalingga: Simbol Anarki dan Kontroversi Band Sukatani
PeristiwaTrending

Aksi Vandalisme di Purbalingga: Simbol Anarki dan Kontroversi Band Sukatani

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?