By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Headline > Tuai Kecaman, Pemilik Usaha Nasi Padang Babi Ngaku Menyesal
HeadlineTrending

Tuai Kecaman, Pemilik Usaha Nasi Padang Babi Ngaku Menyesal

akurasi 2019
Last updated: Juni 11, 2022 2:41 pm
By
akurasi 2019
Share
5 Min Read
Tuai Kecaman, Pemilik Usaha Nasi Padang Babi Ngaku Menyesal
Heboh nasi padang babi, pemilik diamankan ke kantor polisi, 10 juni 2022 (Anggi Muliawati/detikcom)
SHARE

Akurasi.id, Jakarta – Kabar mengenai adanya tempat usaha kuliner nasi Padang babi di Kelapa Gading, Jakarta Utara (Jakut) bikin geger. Pemilik usaha nasi Padang babi meminta maaf.

Contents
  • Buka Awal 2020 Lalu Tutup 3 Bulan Kemudian
  • Polisi Buka Suara

“Saya pribadi mewakili brand sebelumnya, adalah Babiambo yang pernah beroperasi selama berapa bulan ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya, buat teman-teman atau saudara-saudara saya yang mungkin merasa tersinggung atau mungkin saya berniat seperti melecehkan, tapi sama sekali tidak,” kata Sergio di Polsek Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (10/6/2022).

Sergio mengaku tidak ada niat menyinggung suku manapun terkait usaha nasi Padang babi. Dia menyebut dirinya murni mencoba usaha.

“Ada menu lainnya, cuma memang kalau kita jualan gitu kan harus mikirin juga apa sih nilai jualnya, nilai produk sense-nya gitu ya, supaya komplet di market waktu itu kita pikir mungkin ini bisa untuk coba nih. Mencoba inovasi tanpa memiliki tujuan sebenarnya untuk menyinggung suku-suku tertentu, itu yang sangat saya sayangkan, sebenarnya kita mungkin dengan keterbatasan pandangan sejauh itu, pada saat itu kita hanya memikirkan ini adalah inovasi dan ini adalah peluang yang layak coba,” ujarnya.

“Ini pure hanya saya mencoba usaha. Jadi, bukan maksud saya buat menghina siapa pun,” sambungnya.

[irp]

Buka Awal 2020 Lalu Tutup 3 Bulan Kemudian

Dia mengatakan usaha tersebut ia jalani saat masa pandemi atau awal 2020. Dia menyebut usaha itu hanya berlangsung 3 bulan.

“Jadi sebenarnya memang saya pernah tapi sebetulnya itu udah lama sekali, jadi itu sekitar awal pandemi 2020 awal,” katanya.

Sergio mengatakan hanya mencari peluang pada saat pandemi. Dia menyebut usaha itu hanya berlangsung secara online.

“Saya memang sempat coba memulai usaha karena itu kan awal pandemi ya semua mencoba mencari opportunity secara online apa sih peluangnya gitu, waktu itu akhirnya melakukan secara online tapi hanya berjalan sekitar 3 bulan kurang lebih seingat saya akhirnya tutup,” katanya.

Alasan Menamakan ‘Babiambo’

Usaha seumur jagung itu ia namakan ‘Babiambo’. Sergio mengatakan ide tersebut berawal dari kecintaannya terhadap masakan Padang.

“Mungkin kenapa ide ini seputar Padang, karena saya pribadi suka banget sama masakan Padang, seminggu minimal sekali saking cintanya,” kata Sergio di Polsek Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (10/6/2022).

Sergio mengatakan pihaknya memang sengaja menuliskan nama babi dengan maksud agar pelanggan tidak merasa tertipu. Dia menyebut di dalam menu telah tertulis secara eksklusif berbahan dasar babi.

“Cuma kenapa kita tulis ada babinya di menunya, karena kita nggak mau nanti ada orang yang makan nggak tahu itu ada mengandung babinya. Jadi kita mau nggak mau secara menu harus secara eksklusif tertulis ada babinya,” katanya.

Sedangkan adanya kata ‘Padang’, Sergio mengatakan itu hanya ide sepintas karena atas dasar kecintaannya pada masakan Minang itu. Dia menyebut murni hanya untuk berjualan.

“Dan kenapa Padang, kita kepikiran aja idenya, gimana caranya menyampaikan ke publik bahwa ini tuh sesuatu yang mereka biasa makan di suasana Padang, masakan-masakan seperti gulai, bakar, atau rendang yang bisa didesain secara dari istilah semua orang paham ketika dengar Padang diasosiasikan dengan rendang, gulai, dan lain-lain. Hanya untuk publikasi sebenarnya,” katanya.

[irp]

Polisi Buka Suara

Sementara itu, Kapolsek Kelapa Gading Kompol Vokky Sagala mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti perihal laporan adanya usaha nasi Padang babi. Dia menyebut pada saat dilakukan penyelidikan, lokasi tersebut bukan berbentuk restoran.

“Tadi setelah kita melakukan penyelidikan kita datang ke rumah yang bersangkutan, rumah tersebut adalah rumah tinggal. Jadi bukan restoran atau toko, melainkan rumah tinggal,” katanya.

“Itu pada saat kita datang kita lihat sudah tidak beroperasi lagi. Itu memang tempat tinggal, bukan tempat usaha,” sambungnya.

Vokky mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Dia mengatakan belum dapat memastikan terkait pelanggaran yang dilakukan pemilik usaha tersebut.

“Kalau terkait pelanggaran kita masih melakukan pemeriksaan nanti mungkin setelah pemeriksaan kita baru bisa menyampaikan,” tuturnya.

Tuai Kecaman

Usaha kuliner nasi Padang babi menuai kecaman. Salah satunya dari Ketua Harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) Andre Rosiade.

“Sebagai Ketua Harian DPP Ikatan Keluarga Minang, saya sudah mendengar soal restoran di Jakarta yang bikin keresahan masyarakat Minang. Hal ini disebabkan restoran bernama Babiambo itu mengolah daging babi menjadi masakan berupa rendang,” kata Andre Rosiade dalam keterangannya, Jumat (10/6).

Keberadaan nasi Padang babi itu juga disorot oleh anggota DPR dari Dapil Sumbar II, Guspardi Gaus. Dia mengaku geram dengan keberadaan nasi padang babi tersebut.

“Apa maksud dan motif pemilik restoran menyediakan makanan nonhalal dengan menggunakan nama menu khas Minangkabau?” ujar politikus PAN ini. (*)

Sumber: Detik.com
Editor: Redaksi Akurasi.id

TAGGED:MinangkabauNasi PadangNasi Padang BabiTrending
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Petinggi Taliban: Afganistan Tidak Akan Menjadi Negara Demokrasi
Trending

Petinggi Taliban: Afganistan Tidak Akan Menjadi Negara Demokrasi

By
Devi Nila Sari
Presiden Prabowo dan Presiden Peru Dina Boluarte Rayakan 50 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia–Peru
HeadlineKabar Politik

Presiden Prabowo dan Presiden Peru Dina Boluarte Rayakan 50 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia–Peru

By
Wili Wili
Jepang Minta Larangan Ekspor Batu Bara Dicabut
HeadlineNews

Jepang Minta Larangan Ekspor Batu Bara Dicabut

By
akurasi 2019
PPKM Kota Bontang Tak Jauh Berbeda dengan PPKM Berskala Mikro
Trending

PPKM Kota Bontang Tak Jauh Berbeda dengan PPKM Berskala Mikro

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?