By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Trending > Petinggi Taliban: Afganistan Tidak Akan Menjadi Negara Demokrasi
Trending

Petinggi Taliban: Afganistan Tidak Akan Menjadi Negara Demokrasi

Devi Nila Sari
Last updated: Agustus 19, 2021 1:53 pm
By
Devi Nila Sari
Share
2 Min Read
Petinggi Taliban: Afganistan Tidak Akan Menjadi Negara Demokrasi
Waheedullah Hashimi (tengah), seorang komandan senior Taliban, saat dia berbicara dengan Reuters selama wawancara di sebuah lokasi yang dirahasiakan di dekat perbatasan Afganistan-Pakistan 17 Agustus 2021. [REUTERS/Stringer]
SHARE

Petinggi Taliban: Afganistan Tidak Akan Menjadi Negara Demokrasi
Waheedullah Hashimi (tengah), seorang komandan senior Taliban, saat dia berbicara dengan Reuters selama wawancara di sebuah lokasi yang dirahasiakan di dekat perbatasan Afganistan-Pakistan 17 Agustus 2021. [REUTERS/Stringer]
Akurasi.id – Seorang anggota senior Taliban mengatakan Afganistan tidak akan menjadi negara demokrasi dan kepemimpinan negara akan dijalankan oleh semacam dewan.

Afganistan mungkin diperintah oleh dewan yang berkuasa sekarang setelah Taliban mengambil alih, sementara pemimpin tertinggi Taliban, Haibatullah Akhundzada, kemungkinan akan tetap bertanggung jawab secara keseluruhan, kata seorang anggota senior Taliban, Waheedullah Hashimi, yang memiliki akses ke pengambilan keputusan kelompok itu, dilaporkan Reuters, 18 Agustus 2021.

Struktur kekuasaan yang digariskan Hashimi akan memiliki kesamaan dengan bagaimana Afganistan dijalankan terakhir kali Taliban berkuasa dari tahun 1996 hingga 2001. Kemudian, pemimpin tertinggi Mullah Omar tetap berada dalam peran bayangan dan akan berperan dalam dewan. Sekali lagi ditekankan, Afganistan tidak akan menjadi negara demokrasi.

Akhundzada kemungkinan akan memainkan peran di atas kepala dewan, yang akan mirip dengan presiden negara itu, kata Hashimi.

“Mungkin wakilnya (Akhundzada) akan berperan sebagai ‘presiden’,” kata Hashimi, berbicara dalam bahasa Inggris kepada Reuters, dilansir dari tempo.co, Kamis (19/08/2021).

Pemimpin tertinggi Taliban memiliki tiga wakil: Mawlavi Yaqoob, putra Mullah Omar; Sirajuddin Haqqani, pemimpin jaringan militan kuat Haqqani; dan Abdul Ghani Baradar, yang mengepalai kantor politik Taliban di Doha dan merupakan salah satu anggota pendiri kelompok tersebut.

Banyak masalah tentang bagaimana Taliban akan menjalankan Afganistan belum diselesaikan, kata Hashimi, tetapi Afganistan tidak akan menjadi negara demokrasi.

[irp]

“Tidak akan ada sistem demokrasi sama sekali karena tidak memiliki basis di negara kita,” katanya dalam wawancara dengan Reuters.

“Kami tidak akan membahas sistem politik seperti apa yang harus kami terapkan di Afganistan karena sudah jelas. Ini hukum syariah dan itu saja,” katanya.

Hashimi mengatakan dia akan bergabung dengan pertemuan kepemimpinan Taliban yang akan membahas masalah pemerintahan akhir pekan ini. (*)

Editor: Yusva Alam

TAGGED:Khilafah IslamiyahNegara DemokrasiTalibanTrending
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Indonesia Lolos ke Final Kejuaraan Beregu Campuran Asia 2025 Setelah Kalahkan Thailand
OlahragaTrending

Indonesia Lolos ke Final Kejuaraan Beregu Campuran Asia 2025 Setelah Kalahkan Thailand

By
Wili Wili
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp65.000, Kini Rp2.857.000 per Gram
PeristiwaTrending

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp65.000, Kini Rp2.857.000 per Gram

By
Wili Wili
Pelajar SMP Ditemukan Tewas di Kampung Gajah Bandung Barat, Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan
Hukum & KriminalTrending

Pelajar SMP Ditemukan Tewas di Kampung Gajah Bandung Barat, Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan

By
Wili Wili
Ducati Perkenalkan Monster “Ayrton Senna” Edisi Terbatas: Tribut Eksklusif untuk Legenda Balap
OtomotifTrending

Ducati Perkenalkan Monster “Ayrton Senna” Edisi Terbatas: Tribut Eksklusif untuk Legenda Balap

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?