By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Headline > Moeldoko Ditolak Massa Aksi Kamisan Semarang, Begini Kronologinya
HeadlineTrending

Moeldoko Ditolak Massa Aksi Kamisan Semarang, Begini Kronologinya

Devi Nila Sari
Last updated: November 20, 2021 2:50 pm
By
Devi Nila Sari
Share
4 Min Read
Moeldoko Ditolak Massa Aksi Kamisan Semarang, Begini Kronologinya
Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko menjelaskan kronologi dirinya mendapat penolakan saat mendatangi Aksi Kamisan di depan Hotel Paragon, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (18/11). (CNN Indonesia/Damar Sinuko)
SHARE
Moeldoko Ditolak Massa Aksi Kamisan Semarang, Begini Kronologinya
Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko menjelaskan kronologi dirinya mendapat penolakan saat mendatangi Aksi Kamisan di depan Hotel Paragon, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (18/11). (CNN Indonesia/Damar Sinuko)

Akurasi.id — Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko ditolak massa aksi Kamisan di Semarang. Dirinya menjelaskan kronologi dirinya  mendapat penolakan saat mendatangi Aksi Kamisan di depan Hotel Paragon, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (18/11).

Moeldoko berkata awalnya ia menjadi pembicara kunci pada Festival HAM yang digelar di Hotel Paragon. Kemudian, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memberi kabar ada aksi unjuk rasa di sekitar lokasi.

“Saya mendapatkan laporan dari Pak Wali Kota bahwa di luar ada demo teman-teman yang menyuarakan persoalan HAM di Indonesia. Saya putuskan, ‘Oke, saya akan datang,’,” kata Moeldoko dalam rekaman video yang dibagikan Kantor Staf Presiden, Jumat (19/11).

Moeldoko dan Hendrar pun datang ke lokasi aksi. Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara yang hadir di Festival HAM juga ikut menemui massa aksi.

Saat di lokasi, Moeldoko memperhatikan setiap tuntutan yang ada di spanduk. Ia juga mendengarkan orasi-orasi dari peserta unjuk rasa.

Mantan Panglima TNI itu sempat berusaha membuka dialog dengan massa Aksi Kamisan. Akan tetapi, Moeldoko ditolak massa aksi tersebut.

“Bagi saya, itu sesuatu yang biasa. Saya menghormati dan menghargai apa yang sudah dia sampaikan. Untuk itu, saya beserta rombongan meninggalkan tempat,” ucap Moeldoko.

[irp]

Moeldoko berkata kehadirannya adalah bentuk keseriusan pemerintah menangani persoalan HAM. Ia menampik tuduhan soal pemerintah lari dari penyelesaian kasus pelanggaran HAM.

“Saya ingin juga menegaskan bahwa pemerintah sama sekali tidak menghindar dari persoalan HAM, tidak menutup mata dan telinga, tapi tetap memberi kepedulian untuk menyelesaikan persoalan-persoalan itu,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, para aktivis HAM mengusir Moeldoko saat mendatangi Aksi Kamisan di depan Hotel Paragon, Semarang. Insiden pengusiran ini terekam dalam sebuah video yang dibagikan pengacara LBH Semarang Cornel Gea.

Dalam aksi itu, Meoldoko berusaha mengajak bicara para peserta Aksi Kamisan. Ia datang bersama Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara, dan Deputi V KSP Jaleswari Pramodhawardani.

[irp]

Baru saja Moeldoko memegang mikrofon, massa aksi langsung menyatakan penolakan. Mereka menolak kehadiran para pejabat dalam Aksi Kamisan.

“Ini panggung rakyat, pelanggar HAM tidak boleh dikasih ruang!” teriak salah satu massa aksi dalam video yang diunggah akun Twitter @cornelgea, Kamis (18/11). CNNIndonesia.com mendapat izin dari Cornel untuk mengutip video tersebut.

Moeldoko tetap berusaha mengajak bicara massa aksi. Namun, penolakan terus diteriakkan. Akhirnya, Hendrar mengajak Moeldoko dan pejabat lainnya meninggalkan lokasi aksi.

Melalui sambungan telepon, Cornel menjelaskan Aksi Kamisan dilakukan bertepatan dengan momentum Festival HAM yang digelar pemerintah. Para aktivis HAM tidak terima pemerintah menggelar festival tanpa membereskan pelanggaran-pelanggaran HAM yang sudah terjadi bertahun-tahun.

[irp]

Alasan itu juga yang mendorong massa aksi menolak Meoldoko dkk. Mereka tidak ingin memberi ruang ke orang-orang yang abai dengan pelanggaran HAM meski punya kekuatan untuk menyudahinya.

“Kami tidak sudi Aksi Kamisan dijadikan panggung oleh mereka. Mereka tahu pelanggaran HAM di seluruh Indonesia, tapi tidak berbuat apa-apa,” ucap Cornel kepada CNNIndonesia.com. (*)

Editor: Redaksi Akurasi.id

Sumber: CNNIndonesia.com

TAGGED:Aksi KhamisanHeadlineMoeldokoPelanggaran HAM
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Jokowi dan Prabowo Bahas Rencana Kerja Pemerintah dan RAPBN 2025
HeadlineKabar Politik

Jokowi dan Prabowo Bahas Rencana Kerja Pemerintah dan RAPBN 2025

By
Wili Wili
Jelang Idulfitri, Forkopimda Gelar Patroli Gabungan, Warga Dilarang Takbiran Keliling
Trending

Jelang Idulfitri, Forkopimda Gelar Patroli Gabungan, Warga Dilarang Takbiran Keliling

By
Devi Nila Sari
Kontroversi Pemecatan Shin Tae-yong: Keputusan Mendadak yang Mengejutkan
OlahragaTrending

Kontroversi Pemecatan Shin Tae-yong: Keputusan Mendadak yang Mengejutkan

By
Wili Wili
Siswa SMP di Deli Serdang Meninggal Usai Dihukum Squat Jump 100 Kali oleh Guru
Hukum & KriminalTrending

Siswa SMP di Deli Serdang Meninggal Usai Dihukum Squat Jump 100 Kali oleh Guru

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?