By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Kabar Politik > Menko Airlangga Pastikan Tak Ada Kenaikan Tarif AS, Perjanjian ART RI–AS Siap Ditandatangani Akhir Januari 2026
HeadlineKabar Politik

Menko Airlangga Pastikan Tak Ada Kenaikan Tarif AS, Perjanjian ART RI–AS Siap Ditandatangani Akhir Januari 2026

Wili Wili
Last updated: Desember 23, 2025 4:24 pm
By
Wili Wili
Share
4 Min Read
Menko Airlangga Pastikan Tak Ada Kenaikan Tarif AS, Perjanjian ART RI–AS Siap Ditandatangani Akhir Januari 2026
Menko Airlangga Pastikan Tak Ada Kenaikan Tarif AS, Perjanjian ART RI–AS Siap Ditandatangani Akhir Januari 2026. Foto: Kumparan.
SHARE

Akurasi.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa tidak ada risiko kenaikan tarif dari Amerika Serikat (AS) terhadap produk Indonesia meski target penandatanganan Agreement on Reciprocal Tariff (ART) mundur dari rencana awal. Kepastian tersebut disampaikan setelah seluruh substansi perjanjian ART rampung dibahas dan disepakati oleh kedua negara.

Airlangga menjelaskan, tenggat waktu penandatanganan merupakan hasil pembahasan intensif yang berlangsung sejak 17 hingga 22 Desember 2025. Seluruh materi perjanjian, baik dari sisi konten maupun kerangka kerja, telah disetujui bersama sehingga tidak ada lagi faktor substantif yang berpotensi menghambat penandatanganan ART.

“Tenggat waktu itu adalah waktu yang kita sepakati bersama terkait dengan konten ataupun materi. Seluruhnya sudah dibahas dan disetujui oleh kedua belah pihak, jadi tidak ada lagi faktor yang bisa menghambat penandatanganan ART ini,” ujar Airlangga dalam konferensi pers daring, Selasa (23/12/2025).

Dengan selesainya pembahasan utama tersebut, pemerintah memastikan tidak ada ruang bagi AS untuk kembali menaikkan tarif impor terhadap produk Indonesia. Fokus selanjutnya hanya pada penyelesaian teknis dan administratif sebelum dokumen resmi ditandatangani.

Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat telah menyepakati kerangka waktu lanjutan untuk finalisasi perjanjian. Pada minggu kedua Januari 2026, tim teknis kedua negara akan menggelar pertemuan guna melakukan legal drafting dan pembersihan dokumen (clean up). Proses ini dijadwalkan berlangsung selama satu minggu, yakni pada 12–19 Januari 2026, dan bersifat administratif tanpa menyentuh substansi yang telah disepakati.

Airlangga menyebut, setelah proses teknis rampung, dokumen ART diharapkan dapat ditandatangani secara resmi sebelum akhir Januari 2026 oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Saat ini, pihak AS masih mengatur waktu yang tepat untuk pertemuan kedua pemimpin, dengan rencana Presiden Prabowo akan terbang langsung ke Washington DC untuk penandatanganan.

Perjanjian ART ini merupakan kelanjutan dari kesepakatan kedua negara pada 22 Juli lalu, yang menurunkan tarif produk Indonesia dari 32 persen menjadi 19 persen. Selain itu, Indonesia juga memperoleh pengecualian tarif untuk sejumlah produk unggulan seperti minyak kelapa sawit, kopi, kakao, hingga teh.

Airlangga menilai kesepakatan tersebut sangat strategis, terutama bagi sektor industri padat karya yang terdampak langsung kebijakan tarif. Sektor-sektor tersebut diketahui mempekerjakan sekitar 5 juta tenaga kerja di Indonesia.

“Tentu ini menjadi kabar yang baik bagi industri Indonesia, khususnya industri padat karya. Ini sangat strategis bagi perekonomian nasional,” tegasnya.

Di sisi lain, AS juga berharap memperoleh akses pasar yang lebih luas, termasuk terhadap komoditas mineral kritis Indonesia seperti tembaga, kobalt, dan nikel. Hal ini menjadi bagian dari kesepakatan resiprokal yang bersifat komersial dan strategis serta dinilai saling menguntungkan bagi kedua negara.

Airlangga menegaskan bahwa perjanjian ART tidak membatasi kebijakan nasional Indonesia. Menurutnya, kesepakatan ini dirancang untuk menciptakan keseimbangan akses pasar antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Dengan seluruh isu substantif telah disepakati, pemerintah optimistis penandatanganan ART pada akhir Januari 2026 akan berjalan lancar dan menjadi tonggak penting dalam penguatan hubungan dagang Indonesia–Amerika Serikat.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

TAGGED:Agreement on Reciprocal TariffAirlangga HartartoART Indonesia ASDonald Trumpekspor IndonesiaIndustri Padat Karyaminyak sawitPerdagangan Indonesia Amerika SerikatPrabowo Subiantotarif impor AS
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Berita Terkini: Debat Cawapres - Gibran Fokus pada Hal Teknis
HeadlineTrending

Berita Terkini: Debat Cawapres – Gibran Fokus pada Hal Teknis

By
akurasi 2019
Mengenang Momen Prabowo Subianto Mendapat Petuah dari Soeharto Sebelum Bertugas di Medan Perang
HeadlinePeristiwa

Mengenang Momen Prabowo Subianto Mendapat Petuah dari Soeharto Sebelum Bertugas di Medan Perang

By
Wili Wili
Presiden Prabowo Sambut Hangat Presiden Brasil Lula da Silva di Istana Merdeka, Sepakati 8 Kerja Sama Strategis
HeadlineKabar Politik

Presiden Prabowo Sambut Hangat Presiden Brasil Lula da Silva di Istana Merdeka, Sepakati 8 Kerja Sama Strategis

By
Wili Wili
Wapres Ma’ruf Amin Tolak Pertemuan dengan PBNU Jika Hanya untuk Serang PKB
HeadlineKabar Politik

Wapres Ma’ruf Amin Tolak Pertemuan dengan PBNU Jika Hanya untuk Serang PKB

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?