By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Riwayat > Jejak Perjuangan Irwan Menelusuri Pembangunan Infrastruktur di Kaltim
HeadlineRiwayat

Jejak Perjuangan Irwan Menelusuri Pembangunan Infrastruktur di Kaltim

akurasi 2019
Last updated: Maret 12, 2022 4:31 pm
By
akurasi 2019
Share
7 Min Read
Jejak Perjuangan Irwan Menelisik Pembangunan Infrastruktur di Kaltim
Irwan menyerahkan baju kaos kepada salah seorang pedagang saat bertandang di salah satu daerah di Kaltim. (Tim Irwan for Akurasi.id)
SHARE

Menyusuri persoalan pembangunan Kaltim menjadi bagian dari jejak perjuangan Irwan dan alasan kuat dia terjun menjadi anggota DPR RI. Jejak perjuangan Irwan menyusuri 10 kabupaten/kota di Kaltim. Dari setiap jejak perjuangan Irwan, semua demi menyerap aspirasi masyarakat.

Contents
  • Apa penyebab kemiskinan dan pengangguran di Kaltim?
  • Apakah Anda pernah menemukan desa dengan akses listrik, air, dan infrastruktur jalan yang sangat terbatas?
  • Bagaimana cara menyelesaikan masalah kerusakan infrastruktur jalan di Kaltim?

Akurasi.id, Samarinda ­– Apakah Anda pernah melihat provinsi yang kaya sumber daya alam (SDA), tetapi di saat bersamaan, pengangguran dan kemiskinan sangat tinggi? Jika pernah, barangkali Anda akan menyebut Kalimantan Timur (Kaltim) dalam deretan daerah tersebut. Begitulah kenyataannya. Pada 2018, Kaltim termasuk 10 provinsi yang memiliki tingkat pengangguran tertinggi di Indonesia.

[irp]

Kaltim bertengger di posisi keenam dengan jumlah pengangguran 6,60 persen atau 114.313 orang. Dari sisi kemiskinan, pada Maret 2018, Benua Etam memiliki 6,03 persen penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan. Angka itu bertambah dibanding tahun sebelumnya.

Pengangguran dan kemiskinan yang begitu tinggi di Kaltim layaknya kutukan SDA. Daerah dengan kepemilikan batu bara yang melimpah, minyak dan gas, dan sumber daya hutan, nyatanya masyarakat tidak lebih sejahtera dibanding daerah-daerah yang mengandalkan pendapatan dari pariwisata, perdagangan, dan jasa seperti Bali dan Jawa Timur.

Baca Juga : Perjuangkan DBH atau Menanti Kaltim Bangkrut!

Menjawab beragam problem tersebut, berikut petikan wawancara dengan seorang tokoh muda Bumi Etam, Irwan. Hal ini sebagai risalah perjuangan politisi Partai Demokrat yang bertarung memperebutkan kursi anggota DPR RI di daerah pemilihan Kaltim itu.

[irp]

Apa penyebab kemiskinan dan pengangguran di Kaltim?

Salah satunya, itu terjadi karena rendahnya peluang kerja. Pengangguran dan kemiskinan juga disebabkan infrastruktur jalan negara, provinsi, kabupaten/kota, dan usaha tani yang jauh dari kata layak. Sebagian jalan negara belum diaspal dan berbentuk tanah.

Saya pernah mendatangi desa-desa di pelosok Kaltim. Jalannya amblas. Saya menemukan orang-orang yang menangis karena sudah puluhan tahun melewati jalan yang tidak pernah diperbaiki. Anak-anak pergi ke sekolah. Saat sampai di sekolah, pakaiannya sudah kotor. Ibu-ibu yang menghadiri pesta, belum sampai di tempat acara, pakaiannya sudah kotor. Karena apa? Jalan-jalannya sangat rusak.

Jejak Perjuangan Irwan Menelisik Pembangunan Infrastruktur di Kaltim
Irwan saat berbincang-bincang dengan warga saat berkunjung di salah satu daerah di Kaltim. (Tim Irwan for Akurasi.id)

Saya bertemu dengan bapak-bapak yang menangis karena mereka bertahun-tahun menanam karet, tetapi giliran panen, tidak ada pembeli yang datang dari kota. Tanaman karet mereka tidak bisa menjadi sumber penghidupan. Harga sawit rendah. Kenapa? Karena jalan rusak. Petani melangsir padi dan sawit mereka. Karena jalan usaha tani yang puluhan kilometer itu masih rusak parah.

Itulah masalah yang berkaitan erat dengan tingkat kemiskinan dan pengangguran yang masih sangat tinggi di Kaltim. Ini hanya salah satu alasan mengapa Pemerintah Provinsi Kaltim, pemerintah kabupaten, pemerintah kota, dan pemerintah pusat belum mampu menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran di Kaltim.

[irp]

Sektor infrastruktur itu sangat berpengaruh terhadap sektor pembangunan seperti pertanian, perkebunan, pendidikan, dan perdagangan. Keluhan ibu-ibu yang menyebut sembako mahal itu karena infrastruktur jalan masih banyak yang rusak.

Masalah lainnya, belum ada bandara di Paser dan Kutai Timur. Pelabuhan yang belum terbangun di sebagian daerah di Kaltim mengakibatkan bahan makanan dan sembako tidak bisa datang langsung dari Jawa. Harus lewat Balikpapan. Itu akan berpangaruh terhadap harga sembako.

[irp]

Apakah Anda pernah menemukan desa dengan akses listrik, air, dan infrastruktur jalan yang sangat terbatas?

Banyak sekali desa yang saya temukan yang memiliki infrastruktur jalan, air, dan listrik yang sangat terbatas. Saya pernah menemukan desa yang dulu statusnya tertinggal. Sekarang menjadi desa dengan status sangat tertinggal. Infrastruktur mereka terisolasi. Saya menemukan itu di Desa Muara Pasir. Untuk sampai di sana, harus lewat Grogot. Jalannya berupa tanah yang berlobang. Kondisinya sangat parah. Butuh waktu berjam-jam untuk sampai di sana.

Calon Anggota DPR RI Irwan-Akurasi.id
Irwan mendapatkan dukungan dari masyarakat untuk memperjuangkan pembangunan Kaltim di DPR RI. (Tim Irwan for Akurasi.id)

Di Desa Kerang dan Desa Kerang Dayo, Kecamatan Batu Engau, Paser, saya menemukan infrastruktur jalan yang sangat parah. Benar-benar buruk. Ada desa yang sangat bagus potensi wisatanya. Itu ada di Kutai Barat. Airnya melimpah. Saya pikir, kalau infrastrukturnya bagus, desa-desa itu akan berkembang. Masyarakat bisa sejahtera.

Di Kutai Timur juga begitu. Kerusakan infrastrukturnya hampir merata. Di Kecamatan Busang, Long Masengat, Muara Ancalong, Batu Ampar, dan kecamatan lainnya, jalan provinsinya berada di kawasan hutan. Jalannya di areal HTI (Hutan Tanaman Industri). Jalan-jalan kabupaten yang menghubungkan kecamatan itu rusak parah.

Ada lagi di Berau. Awal Maret 2019, saya mengunjungi Desa Gunung Sari, Kecamatan Segah. Jalan yang menghubungkan kecamatan itu rusak. Tidak adanya regulasi dan kebijakan pemerintah membuat jalan tidak terurus. Perusahaan menggunakan jalan umum untuk mengangkut sawit. Saya sampai stres melintasi jalan itu.

Yang sangat menyedihkan itu saat saya melihat kondisi jalan-jalan usaha tani. Jangankan kendaraan roda empat, motor saja tidak bisa lewat. Mereka harus melangsir sehari atau dua hari baru bisa keluar di jalan poros.

[irp]

Bagaimana cara menyelesaikan masalah kerusakan infrastruktur jalan di Kaltim?

Perjuangan Irwan-Akurasi.id

Saya ingin memperjuangkan Dana Bagi Hasil (DBH) untuk Kaltim di pemerintah pusat. Provinsi dan kabupaten/kota bisa dibangun dengan DBH. Saya akan berjuang keras di pusat dengan mendorong program-program strategis nasional untuk pembangunan infrastruktur di Kaltim.

Saya akan mendorong dan mendukung penyediaan modal untuk UMKM (usaha mikro kecil dan menengah). Kalau dukungan DPR RI untuk daerah ini kuat, saya yakin, usaha-usaha kecil di Kaltim akan bangkit dan berkembang pesat.

[irp]

Sebenarnya petani dan pengusaha UMKM di Kaltim sangat siap untuk bersaing di era digital ini. Tetapi saat pupuknya mahal, biaya pertanian dan perkebunan mahal, kemudian pembeli tidak bisa mengaksesnya, di situ tingkat kesejahteraan petani dan pengusaha akan turun. Keuntungan mereka dari hasil pertanian dan UMKM sangat kecil. Ini komitmen terbesar yang mendorong saya ingin berjuang di DPR RI. (*)

Penulis: Muhammad Aris
Editor: Yusuf Arafah

TAGGED:DPR RIIrwanKaltim
Share This Article
Facebook Copy Link Print
1 Komentar 1 Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Biaya Hidup Meroket, Australia Naikkan Upah Minimum 3,75%
EkonomiHeadline

Biaya Hidup Meroket, Australia Naikkan Upah Minimum 3,75%

By
Wili Wili
Polisi Meningkatkan Kasus Dugaan Pemerasan oleh Firli Bahuri ke Tahap Penyidikan
HeadlineTrending

Polisi Meningkatkan Kasus Dugaan Pemerasan oleh Firli Bahuri ke Tahap Penyidikan

By
akurasi 2019
Situasi Humaniter Gaza Saat Ini: Krisis Kemanusiaan dan Panggilan Mendesak untuk Perdamaian
Headline

Situasi Humaniter Gaza Saat Ini: Krisis Kemanusiaan dan Panggilan Mendesak untuk Perdamaian

By
akurasi 2019
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Tegas Larang Penjualan Rokok Ilegal di Marketplace dan Warung
HeadlinePeristiwa

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Tegas Larang Penjualan Rokok Ilegal di Marketplace dan Warung

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?