By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Headline > Lira Turki Anjlok, Erdogan Didesak Mundur Warga sampai Oposisi
HeadlineTrending

Lira Turki Anjlok, Erdogan Didesak Mundur Warga sampai Oposisi

Devi Nila Sari
Last updated: November 24, 2021 7:15 pm
By
Devi Nila Sari
Share
4 Min Read
Lira Turki Anjlok, Erdogan Didesak Mundur Warga sampai Oposisi
Oposisi menyalahkan Presiden Turki Erdogan atas inflasi nilai mata uang lira yang terus memburuk. (AFP/ADEM ALTAN)
SHARE
Lira Turki Anjlok, Erdogan Didesak Mundur Warga sampai Oposisi
Oposisi menyalahkan Presiden Turki Erdogan atas inflasi nilai mata uang lira yang terus memburuk. (AFP/ADEM ALTAN)

Akurasi.id – Gara-gara Lira Turki Anjlok hingga 15 persen terhadap dolar Amerika Serikat, kelompok oposisi pemerintah Turki menyalahkan Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Politikus oposisi di parlemen Turki menganggap inflasi ini menggiring Turki menghadapi “malapetaka” paling gelap dalam sejarah.

“Belum ada bencana seperti ini dalam sejarah Republik Turki,” kata pemimpin oposisi dari Partai Rakyat Republik, Kemal Kilicdaroglu pada Selasa (23/11).

Kilicdaroglu menyalahkan Erdogan, yang telah memimpin Turki sejak 2003, sebagai penyebab nilai lira Turki anjlok.

“Pada titik ini, Anda (Erdogan) adalah masalah keamanan nasional mendasar bagi Republik Turki,” katanya seperti dikutip Reuters.

Mantan perdana menteri Turki, Ahmet Davutoglu, eks sekutu Erdogan, menganggap kebijakan ekonomi sang presiden merupakan bentuk “pengkhianatan dan bukan soal ketidaktahuan.”

Sejauh ini,Erdogan telah memangkas suku bunga bank sentral yang ia yakini dapat menggenjot ekspor, investasi, dan lapangan pekerjaan. Di sisi lain, sebagian ekonom menilai penurunan suku bunga adalah kebijakan yang ‘sembrono’. Warga Turki mengatakan bahwa penurunan Lira telah menjungkirbalikkan anggaran rumah tangga dan rencana pada masa depan.

[irp]

Kilicdaroglu, Davutoglu dan beberapa pemimpin oposisi lainnya telah mengumumkan pertemuan darurat guna membahas masalah inflasi lira yang terbesar kedua selama sejarah.

Per Selasa (23/11), nilai tukar lira terhadap dolar AS terus merosot hingga 15 persen.

Inflasi menyebabkan sejumlah harga barang dan komoditas mulai naik, membuat warga Turki mempertimbangkan kembali pengeluaran bulanan hingga rencana liburan.

Sejumlah pedagang di sebuah mal di pusat Ibu Kota Ankara mengatakan terus memantau pergerakan nilai lira. Saat ini, nilai lira terhadap dolar AS melemah menjadi 13,45. Setahun lalu, 1 dolar AS masih sama dengan 8 lira.

“Saya jadi tidak dapat bekerja tanpa mengikuti pergerakan dolar. Saya rasa tidak ada satu hari pun saya tidak memperhatikan anggaran saya, dan perhitungannya berubah 100 kali lipat saat saya mendapatkan gaji bulan depan. Tidak ada yang tersisa, termasuk kertas toilet, yang saya beli tanpa berpikir dengan hati-hati,” ucap seorang pekerja biro iklan di Ankara, Selin.

[irp]

Netizen Turki turut mengutarakan keluh kesah mereka terhadap inflasi yang terus memburuk di media sosial.

Topik “kami sedang tenggelam” hingga “pemerintah mundur” menjadi trending di Twitter Turki.

Di tenggara kota Diyarbakir, seorang pemilik toko membakar uang palsu di jalan sebagai simbol protes.

“Kami tidak bisa tidur, kami tidak tahu tentang masa depan kami,” ucapnya.

Beberapa orang yang berbicara kepada Reuters mengatakan bahwa begitu mereka menerima gaji, mereka langsung menukarnya dengan mata uang asing.

“Saya telah meminta uang muka gaji bulanan saya hanya untuk mengubahnya menjadi dolar sehingga saya dapat mempertahankan nilai dalam penghasilan saya,” kata Emirhan Metin yang berprofesi sebagai pengacara di Istanbul.

“Hampir tidak mungkin untuk fokus atau membicarakan hal lain pada saat ini,” paparnya menambahkan.

[irp]

Haluk, editor film lepas berusia 36 tahun, mengatakan dia sering dibayar dengan jeda enam hingga delapan bulan.

“Jadi kontrak yang saya tandatangani bulan lalu bernilai 20% lebih sedikit hari ini. Siapa yang tahu berapa nilainya ketika saya dibayar enam bulan ke depan?” papar Haluk.

Doruk Akpek, CEO sebuah startup di Turki, mengatakan dia mencoba menyimpan tabungannya dalam dolar dan mata uang kripto, tetapi menambahkan situasinya kini lebih sulit bagi mereka yang hanya memiliki lira.

“Ada juga ketidakbahagiaan psikologis, Anda melihat negara runtuh di depan mata Anda. Itu berdampak pada moral dan motivasi orang,” kata Akpek. (*)

Editor: Redaksi Akurasi.id

Sumber: CNNIndonesia.com

 

TAGGED:HeadlineLira AnjlokLira TurkiPresiden Erdogan
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Jokowi Hadiri Reuni Fakultas Kehutanan UGM, Tegaskan Ijazahnya Asli dan Bukan Settingan
HeadlinePeristiwa

Jokowi Hadiri Reuni Fakultas Kehutanan UGM, Tegaskan Ijazahnya Asli dan Bukan Settingan

By
Wili Wili
Debat Cawapres: Cak Imin Tegaskan Etika dan Perubahan
HeadlineTrending

Debat Cawapres: Cak Imin Tegaskan Etika dan Perubahan

By
akurasi 2019
Ratusan Polisi Bontang Mulai Divaksin Covid-19
Trending

Ratusan Polisi Bontang Mulai Divaksin Covid-19

By
Devi Nila Sari
Salaming, Bapak 2 Anak yang Ditinggal Istri Saat Derita Strok Kaget Dapat Bantuan dari Mahyunadi
Trending

Salaming, Bapak 2 Anak yang Ditinggal Istri Saat Derita Strok Kaget Dapat Bantuan dari Mahyunadi

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?