By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Corak > Kisah Masniar Donggo, Pengrajin Batik yang Menyulam Artefak Telapak Tangan Karst Sebagai Motiv Batik Khas Kutim
Corak

Kisah Masniar Donggo, Pengrajin Batik yang Menyulam Artefak Telapak Tangan Karst Sebagai Motiv Batik Khas Kutim

akurasi 2019
Last updated: Oktober 3, 2019 1:27 pm
By
akurasi 2019
Share
5 Min Read
 Masniar Donggo ketika menunjukkan hasil karya batik di galeri miliknya. (Ella Ramlah/Akurasi.id)
SHARE
Masniar Donggo ketika menunjukkan hasil karya batik di galeri miliknya. (Ella Ramlah/Akurasi.id)

Akurasi.id, Sangatta – Batik merupakan salah satu budaya khas Indonesia yang wajib dilestarikan. Hal ini menggugah Masniar Donggo, pemilik Sanggar Batik Galuh Kartini di Sangatta untuk mengembangkan karya seni batik tulis. Dia pun berinovasi memadukan batik klasik dengan sentuhan motif modern.

Usaha batik yang dilakoni Masniar –sapaannya—diakuinya sedikit demi sedikit mengalami perkembangan. Ibu tiga anak ini mengaku bersyukur meski kondisi ekonomi saat ini diterpa badai defisit. Namun perlahan tapi pasti, perempuan paruh baya ini yakin bisnis batiknya akan membaik dengan keuletannya. Ini yang menginspirasinya untuk terus melanjutkan usahanya tersebut.

Pada 2010 silam, perusahaan Kaltim Prima Coal (KPC) dan Pemerintah Kutim mulai menggalakkan kembali kerajinan batik sebagai kesenian khas Kutim. Masniar pun mendapatkan pelatihan dan pendampingan usaha membatik.

Lambat laun, pada 2011 Masniar pun fokus mengembangkan batik agar dilirik pasar dagang. Saat itu, tercetuslah ide untuk menggabungkan motif batik klasik dengan nuansa modern. Dia berinovasi sendiri dan terlibat proses mendesain batik motif kontemporer dan pewarnaan. Sementara untuk proses mencanting dikerjakan 2 karyawannya bahkan dia terkadang turun tangan.

“Alhamdulillah untuk motif saya mendapatkan penghargaan sebagai pencipta produk Batik Telapak Tangan Kutim. Telapak tangan ini simbol dari Karst Mangkalihat,” jelas Masniar saat ditemui Akurasi.id di sanggar batik miliknya, Rabu (2/10/19).

Demi menghidupkan kembali kesenian membatik, Masniar pun rajin mengikuti berbagai ajang pameran. Baik lokal di Sangatta maupun provinsi bahkan tingkat nasional. Menurut dia, dengan mengikuti pameran, selain dapat menambah relasi juga kesempatan mencari referensi dari kesenian batik daerah lain.

Berdayakan Kayu Ulin Sebagai Pewarna

Masniar saat melakukan proses mencap motif Akaroros di kain. (Ella Ramlah/Akurasi,id)

Masniar pun menjelaskan, warna batik khas Kutim adalah soga (cokelat). Warna ini didapat dari pohon ulin. Dia menjelaskan sejumlah tahap harus dilalui terlebih dulu agar bisa menggunakan pewarna ulin dalam sehelai kain batik.

Langkah pertama, ulin dipotong sesuai kebutuhan sebelum direbus. Untuk satu kain batik dibutuhkan 1 kilogram kayu ulin. Ulin tersebut nantinya direbus dengan 5 liter air. Usai direbus, debit air yang digunakan berkurang menjadi 2 liter saja.

“Untuk bahan tambahan pewarna, dibutuhkan sejumlah bahan lain untuk memperkuat cairan yang akan digunakan untuk membatik. Misalnya seperti kapur dan tunjung,” jelasnya.

Secara umum, perlengkapan untuk membatik dengan bahan ulin ini serupa dengan pengerjaan membatik yang menggunakan campuran bahan kimia. Misalnya, dibutuhkan kain mori yang terbuat dari sutra, katun, atau campuran kain polyester. Perlengkapan lain adalah pensil untuk membuat molani (sketsa, desain) batik, canting, gawang (tempat sampiran kain ketika membatik), lilin cair, panci kecil (untuk tempat lilin) dan kompor kecil (untuk memanaskan lilin).

Masniar menguraikan, tingkat kerumitan membatik dengan bahan ulin ini juga terletak pada batik yang dikerjakan. Artinya, semakin rumit proses bahan membatik yang digunakan, maka semakin lama pula waktu yang dibutuhkan untuk menuntaskan sebuah kain batik. Prinsip ini juga senada dengan model yang digunakan.

Di Sanggar Batik miliknya, batik tulis menjadi pilihan untuk menjaga nilai-nilai kearifan dan keaslian batik. Maka tak heran, harga selembar kain batik tulis yang menggunakan bahan ulin ini harganya lumayan fantastis.

Diakui Masniar, corak batik yang dihasilkan batik tulis tak seapik batik cap (printing) lantaran dikerjakan dengan tangan. Corak dan warna batik tulis pada 2 sisi kain terlihat jelas meskipun corak yang satu dengan yang lain kerap tidak sama.

Batik jenis ini juga memiliki wangi yang khas karena proses pembatikan menggunakan lilin khusus. Makanya harga batik tulis relatif mahal karena pengerjaan selembar kain batik bisa memakan waktu lebih dari sepekan.
“Harganya pasti lebih mahal, karena proses pembuatannya saja sudah rumit pakai ulin,” katanya.

Masniar tak menampik bisnis batik tulis memiliki pasar khusus. Ini yang menjadi salah satu kesulitan menjalani bisnisnya. Pasalnya, harga yang ditawarkan juga khusus. Tak hanya itu, proses pembuatan yang memerlukan waktu lebih lama dibanding batik cap menjadi salah satu kendala. Namun, hal itu tak membuatnya patah semangat.

“Keistimewaan batik tulis memang di situ. Proses yang rumit dan panjang,” pungkasnya. (*)

Penulis: Ella Ramlah
Editor: Yusuf Arafah

TAGGED:Batik KutimBatik TanganBudayaKarst Sangkulirang-MangkalihatMasniar Donggo
Share This Article
Facebook Copy Link Print
2 Komentar 2 Komentar
  • Jimmyged berkata:
    Agustus 7, 2023 pukul 10:36 pm

    prednisone otc uk: https://prednisone1st.store/# otc prednisone cream

    Reply
  • Irma Yunita berkata:
    Oktober 5, 2019 pukul 5:49 am

    ???

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Jelang Muswil KKSS Kaltim, Temukan Figur Ketua, Pengurus: Jangan ada Rivalitas
CorakRagam

Jelang Muswil KKSS Kaltim, Temukan Figur Ketua, Pengurus: Jangan ada Rivalitas

By
Devi Nila Sari
Sudah Sering Razia, Satpol Sebut Banyak Warga Abai Protokol Kesehata
CorakRagamTrending

Sudah Sering Razia, Satpol Sebut Banyak Warga Abai Protokol Kesehatan

By
Devi Nila Sari
Pelepasan Donasi Korban Banjir, Empat Truk Berangkat ke
CorakRagam

Pelepasan Donasi Korban Banjir, Empat Truk Berangkat ke Kalsel

By
Devi Nila Sari
samarinda banjir
Corak

Bagikan Bantuan, Rusmadi Wongso Terjun Langsung ke Lokasi Banjir Samarinda

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?