Birokrasi

Ketua Komisi II DPRD Bontang Ajak Masyarakat Biasakan Belanja di Pasar

Loading

Ketua Komisi II DPRD Bontang Ajak Masyarakat Biasakan Belanja di Pasar
Rustam Ketua Komisi II DPRD Bontang. (Dok Akurasi.id)

Akurasi.id, Bontang – Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin) belum lama ini diresmikan. Pemkot Bontang pun membuat program Gerakan Belanja Tiap Hari (BETAH) di pasar.

Baca juga: Rapat Gabungan Komisi II dan III, DPRD Bontang Desak Penyelesaian Administrasi Fasum-Fasos YPK

Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Bontang Rustam pun turut memberi tanggapan perihal program yang diresmikan langsung Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni.

Dukungan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat ini pun juga diberikan dari wakil rakyat ini. Rustam pun menyampaikan agar masyarakat tidak mengeluh berbelanja ke Pasar Thamrin dengah beragam alasan.

Jasa SMK3 dan ISO

“Saya mengimbau kepada masyarakat untuk berbelanja di Pasar Tamrin. Kan sudah ada eskalatornya, jadi jangan risau merasa lelah pada saat naik, turunnya kan bisa olahraga, selain berbelanja bisa bikin sehat juga,” ucap Rustam dihadapan awak media, belum lama ini.

Pasar merupakan salah satu tempat utama dalam perputaran roda perekonomian di suatu kota atau bahkan negara. Ini juga bertujuan untuk menghindari terjadinya resesi yang dapat berdampak menurunnya perekonomian, termasuk pada masa pandemi Covid-19 saat ini.

“Untuk penjual tetap semangat dan sabar, ini adalah pasar baru, nanti juga akan rame,” ucapnya.

Rustam juga menjelaskan untuk saat ini, pasar yang ada di Kota Taman -sebutan Bontang- untuk bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.

“Sayang kalau Pasar Taman Rawa Indah ini tidak dinikmati oleh masyarakat kita sendiri,” tuturnya.

Dari segi ekonomi, pasar merupakan tempat transaksi antara produsen dan konsumen yang merupakan komoditas untuk mewadahi kebutuhan sebagai suplai. Sedangkan dari segi sosial budaya, merupakan kontak sosial secara langsung yang menjadi tradisi suatu masyarakat yang merupakan interaksi antara komunitas pada sektor informal dan formal.

Untuk arsitektur pasar sendiri menunjukkan ciri khas daerah yang menampilkan bentuk-bentuk fisik bangunan dan artefak yang dimiliki, seperti gambar batik yang ada di bangunan Pasar Tamrin.

Rustam menutup dengan harapan warga Bontang harus siap berperilaku seperti masyarakat yang ada di kota besar lainnya. Yakni dengan mengubah kebiasaan buruk masyarakat yang mungkin saja merugikan beberapa orang.

“Saya pernah sampaikan bahwa masyarakat Bontang harus siap menjadi orang kota, siap berbelanja di pasar yang besar, tidak parkir di trotoar, isi semua kebiasaan yang harus kita ubah dari sekarang,” pungkasnya. (*)

Penulis: Rezki Jaya
Editor: Suci Surya Dewi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Back to top button