By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Birokrasi > Soal Lahan Pemakaman Muslim di Bontang Barat, DPRD Bontang Desak Perhatian Pemerintah
Birokrasi

Soal Lahan Pemakaman Muslim di Bontang Barat, DPRD Bontang Desak Perhatian Pemerintah

akurasi 2019
Last updated: Maret 17, 2021 5:34 pm
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
pemakaman muslim bontang barat
Komisi III dalam Rapat Dengar Pendapat. (Jisa/Akurasi.id)
SHARE
pemakaman muslim bontang barat
Komisi III dalam Rapat Dengar Pendapat. (Jisa/Akurasi.id)

Akurasi.id, Bontang – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Bontang, Selasa (23/6/20). Dalam rapat tersebut membahas tentang belum adanya pemakaman muslim di Bontang Barat.

baca juga: Komisi III DPRD Bontang Sidak, Jembatan dan Drainase di Gunung Telihan Jadi Sorotan

Ketua Komisi III DPRD Bontang Amir Tosina mengatakan masyarakat mengeluhkan lantaran belum adanya lahan untuk pemakaman muslim di daerah Bontang Barat. Kata dia, seharusnya hal ini menjadi perhatian khusus pemerintah khususnya dinas terkait mengingat tingkat kepadatan pemakaman muslim saat ini di Kota Taman – sebutan Bontang-  semakin hari semakin minim.

“Saya mendesak agar Perkimtan benar-benar serius menyikapi hal ini,” tegasnya.

Dijelaskannya, seharusnya pihak Perkimtan juga bisa berkoordinasi dengan camat Bontang Barat guna mengetahui warga yang memiliki lahan. Nantinya lahan tersebut bisa diperjualbelikan dengan baik dan benar. Diakui Amier, selama ini orang yang ditugaskan untuk menangani hal tersebut bukan orang yang berkompeten dibidangnya.

“Dari Perkim sudah pernah ada masyarakat yang menawarkan, tapi ketika akan dilakukan pembayaran ternyata lahan tersebut bermasalah. Pemerintah juga kerap membentuk tim yang tidak paham akan permasalahan sengketa tanah. Seharusnya membentuk tim yang paham histori dari lahan-lahan yang ada di Bontang Barat seperti melibatkan tokoh masyarakat yang ada di sana,” bebernya.

Menurutnya, apabila pemerintah serius untuk mencari lahan yang akan dijadikan pemakaman muslim di Bontang Barat, seharusnya memanggil para tokoh masyarakat yang tentunya memahami asal usul lahan yang ada di sana.

“Jika terjadi sengketa lahan pada lahan yang akan dibeli saya rasa itu bukan alasan. Salah satu cara yang efektif agar bisa cepatnya terbangun pemakaman muslim yang ada di Bontang Barat minimal pemerintah berkoordinasi dengan para tokoh yang ada minimal seperti mantan kepada desa. Karena selama ini orang yang meninggal di Bontang Barat dimakamkannya di wilayah Satimpo, Bontang Selatan,” jelasnya.

Sementara itu Maxi Dwiyanto, Plt Dinas Perkimtan menyampaikan hal yang menjadi kendala pihaknya dilapangan saat ini dalam mencari lahan untuk dijadikan pemakaman muslim di Bontang Barat.

“Yang jelas penawaran yang berada di Bontang Barat untuk lahan pemakaman tidak jadi karena pemilik lahan menarik diri tidak jadi menjual lahannya sebesar 10 hektar, letaknya tidak jauh dari pemakaman non muslim yang berada di Bontang Barat,” ujarnya.

Maxi mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah mendapat penawaran lahan seluas 2 hektar. Tetapi saat ini masih dalam tahap pengkajian mengingat mengutamakan pertimbangan masyarakat yang berada di sekitar lahan 2 hektar yang ditawarkan tidak keberatan jika lokasi tersebut dibuat area pemakaman muslim.

“Sekarang masih kita kaji apa mau masyarakat di sana jika harus tinggal berdekatan dengan pemakaman karena persetujuan masyarakat sangat penting. Karena kesepakatan masyarakat tidak dapat diganggu gugat. Lokasinya tidak jauh dari Kampung Masdarling,” jelasnya.

Dijelaskan Maxi, alasan mundurnya pemilik lahan tidak diketahui. Padahal pembahasan soal lahan pun belum sampai pada tahap negosiasi harga.

“Jika yang 10 hektar itu fix kemarin, maka kita dapat membuat pemakaman terpadu,” pungkasnya. (*)

Penulis: Jisa
Editor: Suci Surya Dewi

TAGGED:Bontang BaratDPRD Bontangpemakaman muslim
Share This Article
Facebook Copy Link Print
1 Komentar 1 Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Fuel Surcharge Naik, Siap-siap Harga Tiket Pesawat Ikutan Naik

Akurasi.id - Calon penumpang siap-siap merogoh kocek lebih dalam. Sejumlah maskapai penerbangan…

Rencana Beli BBM Subsidi Pakai STNK Dibatalkan Pertamina, Ini Alasannya

Akurasi.id - Rencana kewajiban menunjukkan Surat Tanda Nomor Kendaraan atau STNK saat…

Naik Lagi! Ini Harga BBM Non Subsidi per September 2026

Akurasi.id - Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi kembali mengalami penyesuaian.…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Komisi III DPRD Bontang Inspeksi Pagar Tembok BCM yang Nyaris Ambruk Menimpa Rumah Warga
Kabar Politik

Komisi III DPRD Bontang Inspeksi Pagar Tembok BCM yang Nyaris Ambruk Menimpa Rumah Warga

By
Devi Nila Sari
DPRD Bontang Minta Pemkot Bentuk Asosiasi Sarang Burung Walet
BirokrasiKabar Politik

DPRD Bontang Minta Pemkot Bentuk Asosiasi Sarang Burung Walet

By
Devi Nila Sari
DPR Usulkan Revisi UU Desa soal Masa Jabatan Kades
BirokrasiHeadlineRagam

Komisi II DPR Usulkan Revisi UU Desa soal Masa Jabatan Kades

By
Devi Nila Sari
Aset Daerah Kaltim Senilai Rp907 Miliar dari Kabupaten/Kota Belum Dilimpahkan Provinsi
Birokrasi

Aset Daerah Kaltim Senilai Rp907 Miliar dari Kabupaten/Kota Belum Dilimpahkan Provinsi

By
Redaksi Akurasi.id
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?