By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Kabar Politik > Kereta Tanpa Rel Otonom di IKN Dikembalikan ke China, Evaluasi PoC Temukan Kinerja Belum Optimal
HeadlineKabar Politik

Kereta Tanpa Rel Otonom di IKN Dikembalikan ke China, Evaluasi PoC Temukan Kinerja Belum Optimal

Wili Wili
Last updated: November 13, 2024 3:53 pm
By
Wili Wili
Share
2 Min Read
Kereta Tanpa Rel Otonom di IKN Dikembalikan ke China, Evaluasi PoC Temukan Kinerja Belum Optimal
Kereta Tanpa Rel Otonom di IKN Dikembalikan ke China, Evaluasi PoC Temukan Kinerja Belum Optimal. Foto: Antara.
SHARE

Akurasi.id – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) memutuskan untuk mengembalikan kereta tanpa rel otonom atau Autonomous Rail Transit (ART) ke China setelah hasil evaluasi menunjukkan bahwa sistem tersebut belum berfungsi dengan baik dalam uji coba di IKN. Keputusan ini diambil setelah Otorita IKN bersama dengan sejumlah kementerian dan lembaga melakukan penilaian terhadap kinerja ART yang diujicobakan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara.

Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN, Mohammed Ali Berawi, menjelaskan bahwa meskipun kereta otonom ini direncanakan untuk beroperasi di IKN hingga Desember 2024, hasil dari evaluasi Proof of Concept (PoC) menunjukkan bahwa sistem kendali otonom ART tidak berfungsi optimal di lingkungan uji coba tersebut. ART, yang merupakan hasil kolaborasi antara Otorita IKN, Norinco, dan produsen perkeretaapian terkemuka China, CRRC, dioperasikan dengan menggunakan baterai dan dipandu oleh sensor untuk membaca marka jalan.

Selama uji coba, ART berbagi jalur dengan kendaraan lain dalam kondisi mixed traffic, dan meskipun area uji coba masih dalam tahap pembangunan, evaluasi tetap dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dan kondisi jalan. Berdasarkan hasil penilaian, tim PoC merekomendasikan teknologi ART untuk digunakan sebagai transportasi publik di Indonesia, namun dengan catatan bahwa sistem otonom tersebut masih perlu perbaikan dan penyempurnaan lebih lanjut agar mencapai kinerja optimal.

Ali menambahkan bahwa uji coba PoC di IKN berfungsi sebagai “living lab” atau tempat uji coba untuk teknologi terbaru, di mana seluruh pembiayaan uji coba ditanggung oleh penyedia teknologi, dalam hal ini Norinco dan CRRC. Dengan hasil evaluasi yang menunjukkan bahwa ART belum dapat beroperasi secara optimal, Otorita IKN memutuskan untuk meminta Norinco menarik kembali unit kereta tersebut ke China, sesuai dengan perjanjian yang tercantum dalam Memorandum of Understanding (MoU) untuk PoC.

“Jika tidak, kami akan meminta pihak Norinco untuk mengembalikan trainset ke China,” tegas Ali. Keputusan ini menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa sistem transportasi di IKN memenuhi standar keselamatan dan kinerja yang dibutuhkan.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

TAGGED:ARTAutonomous Rail TransitCRRCevaluasi PoCIbu Kota NusantaraIKNIKN Chinakereta tanpa relNorincoProof of Conceptteknologi otonomtransportasi publiktrem otonomuji coba
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Data Terbaru, Korban Meninggal Gempa Cianjur Capai 318 Orang
HeadlineNewsPeristiwa

Data Terbaru, Korban Meninggal Gempa Cianjur Capai 318 Orang

By
Redaksi Akurasi.id
Syahrul Yasin Limpo Hadapi Tuntutan 12 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi di Kementan
HeadlineHukum & Kriminal

Syahrul Yasin Limpo Hadapi Tuntutan 12 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi di Kementan

By
akurasi 2019
Investasi di IKN Baru Capai Rp 58 Triliun, Jokowi Sebut Itu Sudah Duit Besar
HeadlinePeristiwa

Investasi di IKN Baru Capai Rp 58 Triliun, Jokowi Sebut Itu Sudah Duit Besar Jakarta

By
Wili Wili
Kemenkum Resmi Sahkan Kepengurusan PPP Kubu Mardiono
HeadlineKabar Politik

Kemenkum Resmi Sahkan Kepengurusan PPP Kubu Mardiono

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?