By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Trending > 41 Orang Tewas dalam Kebakaran di Lapas Kelas 1 Tangerang
Trending

41 Orang Tewas dalam Kebakaran di Lapas Kelas 1 Tangerang

Devi Nila Sari
Last updated: September 8, 2021 6:32 pm
By
Devi Nila Sari
Share
5 Min Read
41 Orang Tewas dalam Kebakaran di Lapas Kelas 1 Tangerang
Suasana Blok C2 pascakebakaran di Lapas Dewasa Klas 1 Tangerang, Tangerang, Banten, Rabu (8/9). (Antarafoto)
SHARE
41 Orang Tewas dalam Kebakaran di Lapas Kelas 1 Tangerang
Suasana Blok C2 pascakebakaran di Lapas Dewasa Klas 1 Tangerang, Tangerang, Banten, Rabu (8/9). (Antarafoto)

Akurasi.id – Terjadi kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang, Kota Tangerang, Banten. Hingga pagi tadi jumlah korban tewas sebanyak 41 orang, termasuk dua warga negara asing asal Afrika Selatan dan Portugal.

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, mengungkapkan bahwa sejak berdiri selama 42 tahun Lapas Kelas I Tangerang tidak memperbaiki instalasi listriknya. Ini terkait dengan pernyataan sebelumnya dari Kapolda Metro Jaya, Irjen M Fadil Imran, bahwa dugaan sementara penyebab kebakaran adalah arus pendek listrik, namun ini masih harus diselidiki lebih lanjut.

“Lapas Kelas I Tangerang dibangun tahun 1972, sudah 42 tahun. Sejak itu kita tidak memperbaiki instalasi listriknya. Ada penambahan daya tapi instalasi listrik masih tetap,” kata Yasonna dalam jumpa pers di Tangerang Rabu (8/9), dilansir dari bbc.com, Rabu (08/09/2021).

Yasonna melanjutkan, dugaan sementara kebakaran di lapas tersebut seperti disampaikan Kapolda Metro Jaya tadi adalah karena masalah arus pendek. Namun demikian Puslabfor Polri dan Polda Metro Jaya sedang meneliti sebab musabab dari kebakaran tersebut.

Yasonna juga mengakui bahwa Lapas Tangerang ini sudah kelebihan kapasitas 400%, saat ini dihuni 2.072 orang.

Bagaimana kronologinya?

Yasonna mengungkapkan bahwa kebakaran mulai terjadi pada pukul 01.45 WIB di blok C2. Di blok itu terdiri dari beberapa kamar yang dikunci.

[irp]

Petugas pengawas melihat ada api dan langsung menghubungi pemadam kebakaran. Selang 13 menit kemudian pemadam kebakaran datang. Tidak sampai 1,5 jam api bisa dipadamkan.

Terkait banyaknya korban jiwa, Yasonna mengungkapkan bahwa itu karena api menyebar dengan cepat dan kamar-kamar terkunci.

“Oleh karena api yang cepat membesar, beberapa kamar tidak sempat dibuka karena api yang begitu cepat. Kenapa dikunci? Itu sesuai protap lapas bahwa kamar harus dikunci,” ujarnya.

Menurutnya, 40 orang meninggal di tempat, 1 dalam perjalanan ke rumah sakit, dan 75 selamat langsung dievakuasi. Beberapa kamar sudah tidak memungkinkan lagi untuk dibuka karena petugas tidak mampu menerjang api.

“Kita mencoba memadamkan api menggunakan APAR, tapi tidak cukup karena api sudah membesar. Saya sudah lihat kondisinya seperti apa,” ujar Yasonna.

[irp]

Jenazah korban sulit dikenali

Dia mengatakan bahwa kepolisian memeriksa TKP dan mengidentifikasi jenazah melalui bantuan Inafis Mabes Polri di RS Polri. “Keluarga korban kiranya dapat bekerja sama dengan Inafis melalui cek DNA.

“Kondisi jenazah sudah sulit dikenali,” ujar Yasonna.

Di antara para korban, terdapat dua warga negara asing, yaitu asal Portugal dan Afrika Selatan. “Kami sudah kerja sama dengan Kanwil dan Kedubes Portugal dan Afrika Selatan,” kata Yasonna.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya mengungkapkan para korban yang meninggal dievakuasi ke RSUD Kabupaten Tangerang dan RSUP Sitanala. Korban luka berat ada delapan orang. Sedangkan yang luka ringan 72 orang.

[irp]

Sedangkan Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Rika Aprianti mengungkapkan kebakaran itu terjadi sekitar pukul 01.50 WIB di blok C.

“[Korban meninggal] semua warga binaan,” kata Rika kepada BBC News Indonesia.

Kelebihan kapasitas

Sebelumnya, Rika kepada para wartawan mengakui bahwa blok itu sudah kelebihan kapasitas. Menurutnya blok itu sedianya untuk 40 napi. Namun blok itu dihuni 120 orang.

Kelebihan kapasitas tak hanya di blok tersebut, tapi juga secara keseluruhan di Lapas Kelas 1 Tangerang.

[irp]

“Kondisi lapas tentu over-kapasitas yang harusnya 900 (orang), saat ini diisi 2.069 orang,” ujar Rika dalam tayangan Kompas TV, Rabu (08/09).

“Tentunya memang tidak bisa dijadikan alasan, tetapi itulah tantangan yang harus kami hadapi,” ucap dia.

Dia juga mengungkapkan penyebab kebakaran masih sedang diselidiki lebih lanjut.

“Saat ini konsentrasi kami adalah pada warga binaan dan pemulihan kondisi Lapas. Kami harus jaga kondisi Lapas Tangerang agar tetap kondusif,” ujar Rika.

Dia juga menganjurkan kepada keluarga napi yang ingin mengetahui keadaan kerabatnya di Lapas Tangerang agar menghubungi nomor hotline call center.

[irp]

“Kepada keluarga yang ingin mengetahui kondisi kerabatnya, silakan hubungi nomor 0813 83557758,” kata Rika. (*)

Editor: Yusva Alam

TAGGED:KebakaranLapasTewasTrending
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Kabut Asap Selimuti Singapura, Kualitas Udara Masuk Level Tidak Sehat

Akurasi.id - Kualitas udara di Singapura memburuk sejak Kamis, 4 September 2026.…

Fuel Surcharge Naik, Siap-siap Harga Tiket Pesawat Ikutan Naik

Akurasi.id - Calon penumpang siap-siap merogoh kocek lebih dalam. Sejumlah maskapai penerbangan…

Rencana Beli BBM Subsidi Pakai STNK Dibatalkan Pertamina, Ini Alasannya

Akurasi.id - Rencana kewajiban menunjukkan Surat Tanda Nomor Kendaraan atau STNK saat…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Jasad Bocah Penuh Luka di Bekasi: Orang Tua Kandung Jadi Tersangka
Hukum & KriminalTrending

Jasad Bocah Penuh Luka di Bekasi: Orang Tua Kandung Jadi Tersangka

By
Wili Wili
Cara Tukar Uang Baru Lebaran 2025 di Kas Keliling dan Bank Resmi
PeristiwaTrending

Cara Tukar Uang Baru Lebaran 2025 di Kas Keliling dan Bank Resmi

By
Wili Wili
Moh Zaki Ubaidillah Sumbang Medali Perunggu untuk Indonesia di Kejuaraan Dunia Junior 2024
OlahragaTrending

Moh Zaki Ubaidillah Sumbang Medali Perunggu untuk Indonesia di Kejuaraan Dunia Junior 2024

By
Wili Wili
Samarinda Gelar Penyekatan, Kendaraan Asal Balikpapan Balik Arah, 65 Orang Push up Usai Tak Pakai Masker
Trending

Samarinda Gelar Penyekatan, Kendaraan Asal Balikpapan Balik Arah, 65 Orang Push up Usai Tak Pakai Masker

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?