By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Headline > Kaltim Diambang Krisis Iklim, Bunga Terung Kaltim Kritisi Perambahan Hutan Secara Sporadis
HeadlineTrending

Kaltim Diambang Krisis Iklim, Bunga Terung Kaltim Kritisi Perambahan Hutan Secara Sporadis

Redaksi Akurasi.id
Last updated: Oktober 31, 2021 7:38 pm
By
Redaksi Akurasi.id
Share
3 Min Read
Kaltim Diambang Krisis Iklim, Bunga Terung Kaltim Kritisi Perambahan Hutan Secara Sporadis
Aksi yang dilakukan Bunga Terung Kaltim di depan Kantor Gubernur Kaltim terkait ancaman krisis iklim. (Dok Bunga Terung Kaltim)
SHARE
Kaltim Diambang Krisis Iklim, Bunga Terung Kaltim Kritisi Perambahan Hutan Secara Sporadis
Aksi yang dilakukan Bunga Terung Kaltim di depan Kantor Gubernur Kaltim terkait ancaman krisis iklim. (Dok Bunga Terung Kaltim)

Kaltim diambang krisis iklim, Bunga Terung Kaltim kritisi perambahan hutan secara sporadis. Komitmen Pemerintah Kaltim pun lantas dipertanyakan. Pasalnya, jika perambahan hutan terus berjalan, maka Kaltim diambang krisis iklim. Ekosistem lingkungan juga semakin hancur.

Akurasi.id, Samarinda – Masalah krisis iklim dan penghancuran hutan di Kaltim turut menjadi perhatian Bunga Terung Kaltim. Dalam menyuarakan hal tersebut, organisasi pegiat lingkungan itu melakukan aksi dengan membawa poster yang mengkritisi rusaknya lingkungan. Dilakukan di dua lokasi, yaitu Jembatan Mahakam Samarinda dan depan Kantor Gubernur Kaltim, pada Sabtu (30/10/2021).

Narahubung Bunga Terung Kaltim, Maulana Yhudistira menjelaskan, pada tanggal 31 Oktober hingga 12 November akan terselenggara Konferensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim PBB, yang juga disebut Conference of the Parties (COP) ke-26 di Glaslow Scotland yang dihadiri oleh 196 negara penandatanganan.

Tujuan konferensi tersebut setiap tahunnya adalah agar para pemimpin negara berkomitmen untuk menahan laju pemanasan global, dengan mengurangi pengeluaran gas rumah kaca (GRK). Tapi sejak diselenggarakan, emisi gas rumah kaca terus meningkat dan keadaan bumi makin memprihatinkan.

“Sayangnya dengan jalur yang sekarang, di mana para politisi terus membawa konflik kepentingan para pemain industri ekstraktif di seluruh dunia, COP26 tidak akan bisa menyelesaikan krisis iklim dan hanya akan menjadi latihan greenwashing terbesar yang pernah dilakukan oleh pemerintah dunia,” sebutnya.

Menurut pihaknya, jika COP bisa mengatasi krisis iklim, mengapa dibutuhkan sampai 26 kali pertemuan dan membahas hal yang sama tiap tahunnya. Di mana kata-kata besar dan janji palsu terus diutarakan, akan tetapi tanpa aksi nyata dan seakan tidak mengerti sains sambil terus membiarkan keadaan makin memburuk.

Terlebih untuk Kaltim, terus menjadi wilayah pengerukan dan penghancuran hutan yang masif dari tahun ke tahun. Padahal penyebab utama krisis iklim adalah pembongkaran hutan dan pembakaran energi. Selain itu, 71% penyebab krisis Iklim disebabkan oleh 100 perusahaan dan sebagian diantaranya ada berada di Kaltim.

“Yang kita butuhkan adalah memastikan adanya kedaulatan masyarakat dalam sistem pembuatan kebijakan dan penentuan pembangunan negara, melalui adanya balai masyarakat yang berdaulat, acak, adil, dan representatif, terbebas dari kekuasaan terpusat dan konflik kepentingan,” tegasnya.

Karena untuk mengeluarkan Indonesia maupun Kaltim khususnya dari krisis iklim, membutuhkan partisipasi aktif semua elemen masyarakat. Untuk melaksanakan solusi yang sebenarnya sudah ada. Untuk itu, pihaknya mengajak semua masyarakat bersama-sama memperjuangkan Tanah Benua Etam, sebutan Kaltim, dari kehancuran ekologis.

“Mari bersama-sama bersuara dan beraksi agar para pemangku kebijakan bisa cepat sadar, bahwa yang dilakukan sekarang adalah membawa kita berlari ke jurang kehancuran ekologis dan keruntuhan sosial,” pungkasnya. (*)

Penulis: Devi Nila Sari
Editor: Redaksi Akurasi.id

TAGGED:#Pemerintah KaltimBunga Terung KaltimKaltimKrisis IklimPerambakan Hutan
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Ratusan Penderita dan Suspek TBC Tersebar di Kota Taman
Trending

Ratusan Penderita dan Suspek TBC Tersebar di Kota Taman

By
akurasi 2019
new normal kutim
Trending

Adaptasi New Normal, Sejumlah Tempat Hiburan di Kutim Curi Start

By
akurasi 2019
Cuitan Ferdinand 'Allahmu Lemah' Berpotensi Timbulkan Keonaran
HeadlineTrending

Cuitan Ferdinand ‘Allahmu Lemah’ Berpotensi Timbulkan Keonaran

By
akurasi 2019
Marc Marquez Akhiri Paceklik Podium setelah 558 Hari di Sirkuit Jerez
OtomotifTrending

Marc Marquez Akhiri Paceklik Podium setelah 558 Hari di Sirkuit Jerez

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?