By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > News > Peristiwa > Tim SAR Temukan Korban Terakhir Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung
PeristiwaTrending

Tim SAR Temukan Korban Terakhir Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung

Wili Wili
Last updated: Januari 23, 2026 12:16 pm
By
Wili Wili
Share
3 Min Read
Tim SAR Temukan Korban Terakhir Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung
Tim SAR Temukan Korban Terakhir Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung. Foto: Basarnas Makassar.
SHARE

Akurasi.id – Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan korban terakhir kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Jumat (23/1/2026). Dengan ditemukannya korban ke-10 tersebut, seluruh korban kecelakaan pesawat dipastikan telah ditemukan.

Contents
  • Ditemukan Berdekatan dengan Korban Sebelumnya
  • Operasi SAR Dinyatakan Sapu Bersih

Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Priyo Hadi, mengatakan korban terakhir ditemukan oleh Tim Elang 5 Yonif 700 Raider Kodam XIV/Hasanuddin bersama tim SAR gabungan.

“Paket 10 telah ditemukan oleh tim Elang 5 Yonif 700 Raider Kodam XIV Hasanuddin beserta tim SAR gabungan,” ujar Dody di Posko SAR gabungan.

Korban ke-10 pertama kali terdeteksi sekitar pukul 08.59 Wita dan baru dapat dipastikan secara detail pada pukul 09.16 Wita, setelah tim berhasil melakukan komunikasi dan konfirmasi koordinat lokasi penemuan.

“Tadi dipastikan baru bisa berkomunikasi detail dengan koordinatnya pukul 09.16 Wita, korban 10 telah ditemukan,” jelasnya.

Ditemukan Berdekatan dengan Korban Sebelumnya

Dody menjelaskan, korban terakhir ditemukan di area yang sama dengan enam korban lain yang lebih dahulu ditemukan pada hari sebelumnya. Lokasi penemuan berada di medan ekstrem, berupa tebing curam atau jurang yang berdekatan dengan aliran air.

“Posisinya di cekungan tebing atau jurang seperti sungai. Kalau hujan menjadi aliran air, tapi posisinya di darat,” ungkap Dody.

Medan yang terjal dan kondisi cuaca menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi. Oleh karena itu, tim SAR harus menggunakan teknik evakuasi khusus untuk mengangkat korban dari lokasi.

“Masih kita tunggu tiga yang belum dievakuasi, dan sekarang dua paket masih proses untuk didekatkan ke titik penjemputan heli,” katanya.

Ia berharap kondisi cuaca membaik agar seluruh korban dapat segera dievakuasi menggunakan helikopter.

Operasi SAR Dinyatakan Sapu Bersih

Dengan ditemukannya seluruh korban dan sejumlah barang penting pesawat, operasi pencarian yang berlangsung selama tujuh hari resmi dinyatakan selesai.

“Alhamdulillah hari ke-7 kita bisa temukan seluruhnya, baik benda penting yang di pesawat maupun seluruh korban. Tepat hari ini kita gunakan sandi sapu bersih,” tegas Dody.

Kecelakaan pesawat ATR 42-500 tersebut menewaskan 10 orang, dan menjadi salah satu operasi SAR dengan medan tersulit di Sulawesi Selatan dalam beberapa tahun terakhir.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

TAGGED:ATR 42-500berita Sulselevakuasi korban pesawatGunung Bulusaraungkecelakaan pesawatkecelakaan udaraKodam XIV HasanuddinPangkepSAR gabunganYonif 700 Raider
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Lagi Mahal dan Langka, Ini Tiga Konglomerat Kaya Raya dari Minyak Goreng
HeadlineTrending

Lagi Mahal dan Langka, Ini Tiga Konglomerat Kaya Raya dari Minyak Goreng

By
akurasi 2019
Erika Carlina Dilamar DJ Bravy di Atas Panggung Synchronize Fest 2025, Ribuan Penonton Jadi Saksi
SelebritisTrending

Erika Carlina Dilamar DJ Bravy di Atas Panggung Synchronize Fest 2025, Ribuan Penonton Jadi Saksi

By
Wili Wili
Isu Perselingkuhan dan Gaya Hidup Mewah: Kisah Pratama Arhan dan Azizah Salsha
SelebritisTrending

Isu Perselingkuhan dan Gaya Hidup Mewah: Kisah Pratama Arhan dan Azizah Salsha

By
Wili Wili
Iwao Hakamada, Narapidana Hukuman Mati Terlama di Dunia, Akhirnya Dibebaskan Setelah 48 Tahun
Hukum & KriminalTrending

Iwao Hakamada, Narapidana Hukuman Mati Terlama di Dunia, Akhirnya Dibebaskan Setelah 48 Tahun

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?