
![]()
Akurasi.id – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk kembali melanjutkan tren penguatan dan mencetak rekor tertinggi pada perdagangan hari ini, Sabtu (27/12/2025). Harga emas Antam naik Rp16.000 dari posisi sebelumnya dan kini dibanderol Rp2.605.000 per gram.
Berdasarkan data dari laman resmi Logam Mulia, logammulia.com, pukul 08.30 WIB di Butik Emas LM Graha Dipta Pulo Gadung, Jakarta, kenaikan ini menandai penguatan beruntun harga emas dalam beberapa hari terakhir.
Tak hanya harga jual, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam juga mengalami kenaikan sebesar Rp16.000 menjadi Rp2.464.000 per gram. Dengan demikian, investor yang ingin melepas emas batangan miliknya dapat menikmati nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan hari sebelumnya.
Sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017, transaksi penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal di atas Rp10 juta dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22. Tarif pajak yang dikenakan sebesar 1,5 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen bagi non-NPWP. Pajak tersebut dipotong langsung dari total nilai buyback.
Sementara itu, untuk pembelian emas batangan, PPh Pasal 22 juga dikenakan sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen bagi non-NPWP. Setiap transaksi pembelian emas batangan akan disertai dengan bukti potong PPh 22.
Berikut rincian harga emas Antam Logam Mulia hari ini, Sabtu 27 Desember 2025:
Harga emas 0,5 gram: Rp1.352.500
Harga emas 1 gram: Rp2.605.000
Harga emas 2 gram: Rp5.150.000
Harga emas 3 gram: Rp7.700.000
Harga emas 5 gram: Rp12.800.000
Harga emas 10 gram: Rp25.545.000
Harga emas 25 gram: Rp63.737.000
Harga emas 50 gram: Rp127.395.000
Harga emas 100 gram: Rp254.712.000
Harga emas 250 gram: Rp636.515.000
Harga emas 500 gram: Rp1.272.820.000
Harga emas 1.000 gram: Rp2.545.600.000
Kenaikan harga emas Antam ini memperkuat posisi emas sebagai salah satu instrumen investasi yang diminati di tengah dinamika ekonomi global. Pergerakan harga emas ke depan diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh kondisi pasar internasional, nilai tukar rupiah, serta kebijakan moneter global.(*)
Penulis: Nicky
Editor: Willy









