By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Kabar Politik > Gagasan Marwan untuk Pembangunan Kukar (1)
Kabar Politik

Gagasan Marwan untuk Pembangunan Kukar (1)

akurasi 2019
Last updated: Juli 31, 2019 1:05 pm
By
akurasi 2019
Share
8 Min Read
Gagasan Marwan untuk Masa Depan Kukar (1)
Marwan (Ufqil Mubin/Akurasi.id)
SHARE
Gagasan Marwan untuk Masa Depan Kukar (1)
Marwan (Ufqil Mubin/Akurasi.id)

Akurasi.id, Kukar – Tahapan Pemilihan Bupati (Pilbup) Kukar sedianya akan dimulai pada 2020. Namun para tokoh yang ingin mencalonkan diri sebagai bupati dan wakil bupati sudah menampilkan diri di publik. Mereka berasal dari beragam partai politik di kabupaten kaya sumber daya alam tersebut.

Salah satunya Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Kukar, Marwan. Politisi senior yang pernah menjadi wakil rakyat dua periode di Kukar ini rencananya akan mencalonkan diri sebagai wakil bupati.

Akurasi.id menggali gagasan, program, visi bakal calon wakil kepala daerah tersebut. Artikel perdana ini memuat pemikiran Marwan dalam bidang perencanaan proyek, konektivitas wilayah, dan acuan pembangunan Kukar.

Kukar memiliki banyak proyek mangkrak. Apa langkah Anda jika terpilih sebagai wakil bupati?

Kita akan membuka kembali dokumen perencanaan dan pelaksanaan proyek-proyek di Kukar. Ada yang keliru dalam perencanaan proyek di daerah ini. Kalau pembangunan kabupaten ini tidak diawali dengan perencanaan yang baik, maka wajar banyak proyek yang mangkrak.

Proyek yang mangkrak ini berupa proyek multiyears. Ini cukup banyak di Kukar. Salah satu contohnya, taman di Tenggarong. Taman ini ingin diperbaiki dan dipercantik. Tetapi kenyataannya tak terurus dan rusak.

Belum lagi proyek-proyek yang lain. Misalnya proyek multiyears di belakang Singgasana menuju Batuah, proyek dari Seberang menuju Muara Badak, dan proyek Kota Bangun sampai Tabang juga banyak dikeluhkan masyarakat.

Proyek-proyek ini bukanlah warisan yang akan kita tinggalkan. Siapa pun yang terpilih, inilah yang harus dievaluasi. Sudah banyak uang yang diinvestasikan di proyek-proyek ini. Tidak boleh diabaikan begitu saja.

Satu-satunya opsi adalah kita melanjutkan proyek-proyek itu dengan menghitung ulang. Kalau kita terpilih, kita akan melakukan efisiensi di beberapa tempat. Nilai proyek itu ratusan miliar. Anggaran proyek ini sudah terserap semua. Tetapi pengerjaannya belum 100 persen. Seandainya ini dibiarkan, sama saja kita membiarkan uang ratusan miliar tertanam begitu saja.

Banyak wilayah yang terisolasi karena belum memiliki akses jalan. Bagaimana pandangan Anda?

Kepala daerah yang terpilih harus membuka interkoneksi antarwilayah. Lihat saja di google map. Jalan di beberapa kampung, sudah tembus atau belum? Yang harus kita lakukan adalah membuka isolasi di semua wilayah Kukar.

Dengan membuka isolasi, ekonomi bisa lancar. Orang-orang akan dengan mudah mengurus akte dan segala bidang di pemerintahan. Multiplier effect akan kita dapatkan. Kita punya jalan bagus. Tetapi tidak ada koneksinya ke kampung. Kita punya fasilitas bagus. Tetapi akses untuk sampai ke fasilitas itu tidak ada. Ini juga sia-sia pembangunannya.

Untuk membuka isolasi ini, kita akan melakukan efisiensi. Coba lihat anggaran Dinas PU. Setiap tahun, anggaran dinas ini tidak pernah kurang dari Rp 1 triliun. Kadang anggarannya Rp 1,2 triliun sampai Rp 1,3 triliun.

Menurut saya, proyek itu tidak perlu yang besar-besar. Banyak orang yang memikirkan proyek ratusan miliar. Coba kita perbaiki dan bangun jalan antardesa dan kampung. Anggarannya tidak akan sampai ratusan miliar. Anggaran untuk satu kecamatan paling Rp 20 miliar sampai Rp 30 miliar.

Kita lihat dari Muara Badak ke Marangkayu. Tidak terlalu banyak biaya yang kita perlukan untuk memperbaiki akses di dua kecamatan ini. Kemudian dari Anggana ke Muara Badak, Sebulu ke Muara Kaman, Muara Kaman ke Tenggarong Seberang, dan Sebulu ke Tenggarong. Semuanya membutuhkan infrastruktur untuk membuka interkoneksi antarkecamatan.

Orang-orang menyeberang lewat sungai setiap hari. Ke depan kita harus membuat akses jalan atau jembatan dari Sebulu ke Tenggarong atau Muara Kaman ke Tenggarong. Kalau kita mengharapkan jalan provinsi, kita tidak bisa berbuat apapun. Karena di sisi lain, pemerintah provinsi tidak berdaya memperbaiki jalan itu.

Saya dengar ada upaya untuk memperbaiki jalan-jalan itu. Tetapi sampai hari ini, proyek itu tidak terlihat. Kalau kita buat jalan sendiri, Kukar bisa memeliharanya sendiri.

Apakah konektivitas antarwilayah ini dapat meningkatkan PAD?

Saya kira dengan terbukanya isolasi dan interkoneksi di semua wilayah ini, maka otomatis akan terbuka kesempatan untuk meningkatkan PAD. Ketika hasil pertanian tidak bisa diangkut dengan baik, maka dengan adanya akses jalan, hasil pertanian akan mudah diangkut ke pasar.

Misalnya di hulu Mahakam. Ada potensi perikanan di sana. Siapa yang mau mengambilnya? Karena masyarakat tidak punya akses ke lembaga perekonomian resmi, maka mereka menjualnya ke tengkulak dari Samarinda dan Banjarmasin. Kalau ada akses yang bagus dan lembaga yang mengakomodir hasil perikanan, maka kita akan mendapat PAD yang cukup besar.

Saya ingin ada penetapan kawasan di Kukar. Sepanjang perairan Sungai Mahakam ini kita tetapkan kawasannya. Misalnya di Muara Muntai ditetapkan sebagai sentral ikan betutu. Kemudian di kecamatan sekitarnya ditetapkan sebagai sentral ikan patin, ikan mas, dan ikan-ikan lainnya.

Saat kita bicara tentang ikan betutu, berarti tujuannya ke Muara Muntai. Di sana kita bangun sentral pembibitan, pemeliharaan, sampai panen ikan betutu. Semuanya kita atur dengan baik. Misalnya kita buat keripik ikan betutu. Kita bisa membuat wisata di kecamatan itu. Orang-orang yang ingin melihat pembibitan sampai proses memanen ikan betutu, bisa datang ke Muara Muntai.

Kemudian ikan mas. Kita bisa mengembangkannya di Sebulu. Ikan nila dikembangkan di Muara Kaman. Ini juga mengantisipasi saat air bangar. Apabila semua orang memelihara ikan mas, saat air bangar, semua ikan akan mati.

Seandainya Kukar kita tetapkan sesuai potensi masing-masing wilayahnya, maka setiap kecamatan akan memiliki keunggulan. Misalnya di satu kecamatan keunggulannya di bidang pertanian dan perikanan. Kita memetakan dan menetapkannya sesuai keunggulannya. Ini juga bertujuan untuk membangun sekolah-sekolah unggulan. Jadi sekolah unggulan tidak hanya di Tenggarong. Kita harus bangun di semua kecamatan.

Kukar ini dibagi dalam tiga kawasan besar: hulu, tengah, dan pantai. Tiga kawasan ini akan kita kaji keunggulan-keunggulannya. Kalau wilayah tengah kita kembangkan bidang pendidikan, maka konsennya di situ. Misalnya wilayah pertanian kita kembangkan di hulu. Kemudian di hilir kita kembangkan wilayah perindustrian. Itulah yang akan kita gali sesuai potensinya masing-masing.

Bagaimana pola pembangunan yang baik untuk Kukar?

Potensi-potensi wilayah di Kukar tidak boleh dikembangkan berdasarkan kemauan kepala daerah. Kita harus menyesuaikannya dengan RPJP [rencana pembangunan jangka panjang]. Kalau pembangunan tidak terkait dengan RPJP, siapa pun bupati dan wakil bupatinya, pasti akan berbeda-beda dalam menjalankan program pembangunan.

Selama ini semua calon kepala daerah tidak menyesuaikan program pembangunan dengan RPJP. Padahal siapa pun yang memimpin Kukar, acuannya harus RPJP. Kenapa? Kita ingin pembangunan Kukar berkelanjutan. Semboyan boleh berbeda. Tetapi arah pembangunannya harus sama.

Di Kukar ini, selain persoalan, apa yang bisa kita lihat? Yang kita panen hari ini hanya masalah. Kenapa demikian? Karena perencanaan pembangunannya belum terkoneksi dengan baik. (*)

Penulis/Editor: Ufqil Mubin

TAGGED:MarwanPilbub KukarPilkada 2020
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

SK Dukungan PKS Jadi Penggenap, Andi Harun-Rusmadi Kini Kantongi 23 Kursi dari 6 Parpol
Kabar Politik

SK Dukungan PKS Jadi Penggenap, Andi Harun-Rusmadi Kini Kantongi 23 Kursi dari 6 Parpol

By
akurasi 2019
Ridwan Kamil Temui Jokowi dan Prabowo: Langkah Strategis atau Blunder di Tengah Elektabilitas Stagnan?
HeadlineKabar Politik

Ridwan Kamil Temui Jokowi dan Prabowo: Langkah Strategis atau Blunder di Tengah Elektabilitas Stagnan?

By
Wili Wili
Presiden Jokowi Lantik Hasan Nasbi, Dadan Hindayana, dan Taruna Ikrar sebagai Pimpinan Baru Badan Nasional
HeadlineKabar Politik

Presiden Jokowi Lantik Hasan Nasbi, Dadan Hindayana, dan Taruna Ikrar sebagai Pimpinan Baru Badan Nasional

By
Wili Wili
Jokowi Siap Resmikan Istana Negara di IKN Sebelum Masa Jabatan Berakhir
HeadlineKabar Politik

Jokowi Siap Resmikan Istana Negara di IKN Sebelum Masa Jabatan Berakhir

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?