By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Trending > Elpiji 3 Kg Langka, Ini Penyebabnya
Trending

Elpiji 3 Kg Langka, Ini Penyebabnya

akurasi 2019
Last updated: Februari 20, 2019 11:35 am
By
akurasi 2019
Share
6 Min Read
Elpiji 3 Kg Langka, Ini Penyebabnya
Gas elpiji 3 kg untuk warga miskin tertulis di tabung gas. (Istimewa)
SHARE
Elpiji 3 Kg Langka, Ini Penyebabnya
Gas elpiji 3 kg untuk warga miskin tertulis di tabung gas. (Istimewa)

Akurasi.id, Sangatta – Warga Sangatta Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kilogram (kg). Kelangkaan gas yang menggunakan tabung mirip melon tersebut terjadi di sebagian besar wilayah Sangatta Utara dan Sanggata Selatan.

Setiap hari, warga Sangatta ramai memasang status bernada keluhan di Facebook tentang kelangkaan elpiji 3 kg. Tak sedikit pula warga yang mencari tabung gas itu di lapak jual beli online di Sangatta.

Dalam sepekan ini, ketersediaan gas bersubsidi di sejumlah pangkalan hanya mampu bertahan beberapa jam. Saat ada distribusi gas, warga langsung menyerbunya.

Seperti yang terlihat di pangkalan resmi di Kilo 1 Sangatta, gas yang diantar Selasa (19/2/19) sore, pada malam harinya sudah terjual. Pemilik pangkalan yang enggan disebutkan namanya mengatakan, dalam waktu dekat akan ada pengiriman gas elpiji 3 kg.

“Baru datang langsung banyak yang beli. Nanti pengiriman lagi hari Kamis atau Jumat,” ujarnya saat ditemui Akurasi.id, Rabu (20/2/19).

Tabung Dijual dengan Harga Berlipat

Warga Gang Family, Sangatta Utara, Jamila menduga, kelangkaan tersebut disebabkan tingginya permintaan. Terlebih, belakangan banyak bermunculan pedagang makanan siap saji yang menggunakan tabung gas elpiji 3 kg.

Dia memiliki cara tersendiri untuk mengakali kelangkaan tabung gas tersebut. “Saya sudah antisipasi dengan tiga tabung. Jadi ada stok saat gas langka,” tuturnya.

Menurut dia, banyak tetangganya yang rela membayar di atas harga pasar untuk membeli gas bersubsidi tersebut.

“Katanya ada yang (dijual) sampai Rp 35 ribu. Ada yang (dijual) Rp 32 ribu dan paling murah Rp 28 ribu,” ungkapnya.

Dari pangkalan, pedagang eceran di pinggir jalan utama umumnya membeli gas 3 kg dalam jumlah yang banyak. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan kelangkalan dalam waktu yang panjang.

Deretan kios yang berjejer di sepanjang pinggir Jalan Teluk Lingga Yos Sudarso memajang 3 sampai 5 tabung gas melon di depan kios. Padahal kios-kios tersebut bukan pangkalan resmi.

Sejumlah pemilik warung dan kios mengaku menjual gas melon dengan harga Rp 30 ribu sampai Rp 35 ribu per tabung.

“(Saya) ambilnya dari pangkalan juga. Kalau warga tidak kebagian di pangkalan larinya ke sini (kios). Sebelumnya sudah dikasih tahu kalau harganya segini (Rp 35 ribu),” ujar Rini, pedagang gas eceran di pinggir jalan.

Pemkab Bakal Bersikap Tegas

Sejatinya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim dan Pertamina sudah melarang para pedagang menjual gas 3 kg di kios-kios kecil di pinggir jalan. Hanya di pangkalan resmi yang diperkenankan menjual tabung gas tersebut.

Lemahnya pengawasan pemerintah, mengakibatkan kios-kios di pinggir jalan bebas berjualan gas bersubsidi itu dengan harga yang lebih tinggi. Hal itu berbanding terbalik dengan minimya ketersediaan gas 3 kg di pangkalan resmi.

Sebagai salah satu upaya mencegah terjadinya kekosongan gas elpiji di Sangatta, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim  mengimbau masyarakat agar membeli gas elpiji 3 kg di agen resmi.

Kepala Seksi (Kasi) Perdagangan Dalam Negri Disperindag Kutim, Achmad Dony Evriady menegaskan, seluruh pangkalan tidak diperkenankan menjual tabung gas kepada pengecer atau warung-warung dalam jumlah yang melampaui ketentuan pemerintah.

Jika terdapat agen resmi yang ketahuan menjual lebih dari 5 tabung, maka pemerintah akan menindak agen dan penyalur tabung gas elpiji tersebut.

“Apabila kami menemukan pangkalan yang berbuat curang dan tidak mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan, kami akan tindak tegas. Jika memang masih ingin berdagang, saya rasa mereka harus berbuat jujur,” imbuhnya.

Hanya untuk Warga Tidak Mampu

Menurut Achmad Dony Evriady, pemerintah telah melakukan sosialisasi mengenai pendistribusian gas elpiji kepada masyarakat. Terutama peruntukan gas elpiji 3 kg yang selalu dikeluhkan warga. Hal itu bertujuan agar tidak terjadi kelangkaan.

“Kami sudah memberi imbauan pada masyarakat. Jika ingin membeli gas elpiji jangan di eceran. Budayakan membeli di agen resmi di bawah pengawasan kami. Kan enak. Jika semuanya patuh, maka akan terhindar dari kelangkaan. Semua pihak pasti diuntungkan. Karena tidak lagi sulit mencari gas,” tegasnya.

Elpiji 3 kg bersubsidi sejatinya diperuntukan untuk warga yang tidak mampu. Bukan pegawai, karyawan perusahaan, dan pengusaha. Tetapi kenyataannya masih banyak warga yang mapan secara ekonomi, tidak mematuhi aturan tersebut.

Tak sedikit pula ditemukan warga yang memiliki kendaraan roda empat, tak sadar diri menggunakan elpiji bersubsidi yang menjadi hak orang-orang miskin itu.

Dia sering menjumpai pegawai negeri sipil (PNS) memasak menggunakan elpiji 3 kg. Begitu pula dengan pengusaha yang sengaja membeli tabung elpiji 3 kg untuk usaha rumah makan.

“Itu kan tidak boleh. Bagaimana masyarakat tidak mampu bisa kebagian subsidi gas elpiji 3 kg kalau yang tidak punya hak sudah mengambilnya. Rasanya kan tidak berguna aturan yang tetapkan,” sesalnya.

Kata Dony, aturan yang sudah berlaku akan dijadikan dasar untuk memberikan sanksi bagi sejumlah pihak yang menyalahgunakan penggunaan gas elpiji 3 kg.

“Masyarakat yang berhak menggunakan elpiji 3 kg yaitu warga yang berpenghasilan kurang dari Rp 1,5 juta per bulan, usaha mikro dengan hasil penjualan paling banyak Rp 300 juta per tahun, atau usaha mikro tersebut mendapatkan omzet sebesar Rp 25 juta per bulan,” tutupnya. (*)

Penulis: Ella Ramlah

Editor: Ufqil Mubin

TAGGED:Gas LPG Langka
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Rabu 20 Agustus 2025: Antam, UBS, dan Galeri24
PeristiwaTrending

Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Rabu 20 Agustus 2025: Antam, UBS, dan Galeri24

By
Wili Wili
Cha Eun Woo Tampilkan Otot Perut di Peluncuran 2024 Dioriviera Collection, Menarik Perhatian Pecinta Fashion
KpopTrending

Cha Eun Woo Tampilkan Otot Perut di Peluncuran 2024 Dioriviera Collection, Menarik Perhatian Pecinta Fashion

By
Wili Wili
IHSG Ambruk Asing Jual Saham Cek Rekomendasi Saham Potensial Hari Ini
EkonomiTrending

IHSG Ambruk Asing Jual Saham Cek Rekomendasi Saham Potensial Hari Ini

By
akurasi 2019
Billy Syahputra dan Vika Kolesnaya Umumkan Jenis Kelamin Anak Pertama dalam Acara Gender Reveal Meriah
SelebritisTrending

Billy Syahputra dan Vika Kolesnaya Umumkan Jenis Kelamin Anak Pertama dalam Acara Gender Reveal Meriah

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?