By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Headline > Kemenkes: Hoaks Penyebab Angka Vaksinasi Turun
HeadlineTrending

Kemenkes: Hoaks Penyebab Angka Vaksinasi Turun

Devi Nila Sari
Last updated: November 20, 2021 6:44 pm
By
Devi Nila Sari
Share
4 Min Read
Kemenkes: Hoaks Penyebab Angka Vaksinasi Turun
Ilustrasi/ Kemenkes menyebut turunnya angka vaksinasi dalam beberapa pekan terakhir akibat penolakan warga yang terpengaruh hoaks. (CNN Indonesia/Safir Makki)
SHARE
Kemenkes: Hoaks Penyebab Angka Vaksinasi Turun
Ilustrasi/ Kemenkes menyebut turunnya angka vaksinasi dalam beberapa pekan terakhir akibat penolakan warga yang terpengaruh hoaks. (CNN Indonesia/Safir Makki)

Akurasi.id — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut hoaks menjadi salahsatu penyebab angka vaksinasi turun, disamping sejumlah faktor lainnya. Penyebaran hoaks disebut Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menyebabkan warga di sejumlah daerah menolak divaksin. Penurunan vaksinasi ini terjadi kendati saat ini ketersediaan vaksin sekaligus vaksinator sudah tercukupi.

“Dari survei, 7 persen masih ada yang tidak mau divaksin dan 15 persen masih ragu-ragu, ini tantangan kita. Jadi ada juga yang menunda karena merek vaksin, mak kami imbau agar tidak ada yang pilih-pilih vaksin covid-19,” kata Nadia saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (19/11) malam.

Sebelumnya, jumlah capaian angka vaksinasi turun. Vaksinasi Covid-19 di Indonesia mengalami penurunan selama empat pekan berturut-turut. Berdasarkan data yang dihimpun dari laporan harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19, penurunan paling besar terjadi pada sepekan terakhir.

Dalam periode 12-18 November, capaian vaksinasi tidak sampai menyentuh 10 juta sepekan seperti pekan-pekan sebelumnya, yakni hanya berada pada rentang 8 juta dosis terhitung untuk pemberian dua kali suntikan.

Sementara itu sebelumnya, terlihat jumlah capaian vaksinasi mengalami konsistensi penurunan. Terhitung pada periode 15-21 Oktober, jumlah capaian vaksinasi dalam sepekan berjumlah 10.849.150 dosis.

Kemudian terjadi kenaikan capaian vaksinasi pada periode 22-28 Oktober dengan 12.140.225 dosis selama tujuh hari. Selanjutnya, penurunan mulai terlihat dengan capaian vaksinasi selama kurun waktu 29 Oktober-4 November yang menghasilkan 11.819.696 dosis dalam sepekan.

Penurunan dilanjutkan pada periode 5-11 November dengan 10.318.598 dosis, dan dilanjutkan penurunan menjadi 8.551.465 dosis pada sepekan terakhir.

[irp]

Genjot vaksinasi Jawa-Bali

Meski demikian, untuk mengejar target 80 persen dosis pertama rampung di akhir tahun, Kemenkes akan menggenjot capaian vaksinasi virus corona (Covid-19) di ibu kota provinsi luar Jawa-Bali.

Target ini juga merupakan alih prioritas setelah bulan-bulan sebelumnya fokus pada pencapaian vaksinasi di Jawa-Bali.

Nadia menambahkan, pihaknya juga menambahkan alokasi vaksin covid-19 pada daerah-daerah dengan capaian vaksinasi dosis satu maupun dua masih di bawah capaian nasional.

“Fokusnya akan ke Ibu Kota provinsi di luar Jawa-Bali ya khususnya. Karena targetnya itu tercapai dosis satu minimal 60 persen di Oktober, 70 persen di November, dan 80 persen di akhir Desember,” jelasnya.

[irp]

Apabila melihat provinsi yang capaian vaksinasinya di bawah capaian nasional untuk dosis satu yang saat ini mencapai 64,03 persen, masih tersisa 22 provinsi.

Daftar 22 provinsi dengan capaian vaksinasi di bawah vaksinasi nasional:
Jawa Barat,
Jambi,
Kalimantan Tengah,
Lampung,
Bengkulu,
Gorontalo,
Sumatera Utara,
Sumatera Selatan,
Nusa Tenggara Timur,
Sumatera Barat,
Kalimantan Barat,
Kalimantan Selatan,
Sulawesi Selatan.
Riau,
Sulawesi Barat,
Maluku Utara,
Sulawesi Tengah,
Papua Barat,
Sulawesi Tenggara,
Maluku,
Aceh, dan
Papua.

Adapun untuk daerah lainnya menurut Nadia akan tetap digenjot dengan mengejar target sesuai levelling Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Sebagaimana diketahui, kabupaten/kota perlu memenuhi syarat tertentu untuk menuju kebijakan PPKM levelling.

[irp]

Pada PPKM level 1 misalnya, daerah harus setidaknya memiliki angka kasus konfirmasi positif Covid-19 kurang dari 20 orang per 100 ribu penduduk per pekan. Rawat inap di rumah sakit kurang dari 5 orang per 100 ribu penduduk.

Kemudian, kasus kematian kurang dari 1 orang per 100 ribu penduduk, serta vaksinasi yang mampu mencapai 70 persen dari target vaksinasi, serta setidaknya 60 persen penyuntikan vaksin bagi warga lansia.

“Kita sekarang juga sudah mulai masuk daerah-daerah rural ya, kawasan perdesaan yang membutuhkan akses logistik tidak mudah,” kata dia. (*)

Editor: Redaksi Akurasi.id

Sumber: CNNIndonesia.com

TAGGED:Angka Vaksin TurunHeadlineKemenkesVaksinasi Covid-19
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Makna Batik Jokowi dan Sultan HB X dalam Pertemuan di Keraton Kilen
HeadlinePeristiwa

Makna Batik Jokowi dan Sultan HB X dalam Pertemuan di Keraton Kilen

By
Wili Wili
Giring Dua Kali DO dari Kampusnya Anies
HeadlineTrending

Giring Dua Kali DO dari Kampusnya Anies, Juru Bicara PSI Ariyo Bimmo Angkat Bicara

By
akurasi 2019
Curhat di TikTok Soal Nafkah Rp 10 Ribu Sehari, Istri Diminta Cari Suami Baru
EkonomiTrending

Curhat di TikTok Soal Nafkah Rp 10 Ribu Sehari, Istri Diminta Cari Suami Baru

By
Wili Wili
Kemacetan Parah di Sekitar Monas Akibat Pengarahan 481 Kepala Daerah oleh Kemendagri
HeadlinePeristiwa

Kemacetan Parah di Sekitar Monas Akibat Pengarahan 481 Kepala Daerah oleh Kemendagri

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?