DPR Resmi Sepakati Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI dalam Rapat Paripurna
DPR Tetapkan Thomas Djiwandono Usai Lolos Fit and Proper Test Komisi XI

![]()
Akurasi.id – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI resmi menyepakati Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Paripurna ke-12 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026. Keputusan tersebut diambil dalam rapat yang digelar di Gedung Nusantara II, Kompleks MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).
Rapat paripurna dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa dan dihadiri Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurizal serta anggota DPR lintas fraksi. Saan membuka rapat setelah memastikan kuorum telah terpenuhi.
“Menurut catatan Sekretariat Jenderal DPR RI, daftar hadir menunjukkan 220 anggota hadir dan 119 anggota izin, sehingga total 339 dari 580 anggota DPR RI hadir. Dengan demikian, kuorum telah tercapai,” ujar Saan saat membuka rapat.
Salah satu agenda utama rapat paripurna tersebut adalah pengambilan keputusan atas laporan Komisi XI DPR RI terkait hasil uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Deputi Gubernur Bank Indonesia. Selain itu, DPR juga membahas laporan Komisi II mengenai calon anggota Ombudsman RI periode 2026–2031, laporan Komisi III terkait percepatan reformasi Polri, serta usulan penggantian Hakim Konstitusi dari DPR.
Dalam laporan Komisi XI, Thomas Djiwandono dinyatakan terpilih sebagai Deputi Gubernur BI setelah menjalani proses fit and proper test bersama dua pejabat karier BI, yakni Solikin M Juhro dan Dicky Kartikoyono, pada Senin (26/1/2026).
Thomas yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan akan menggantikan posisi Juda Agung yang mengundurkan diri dari jabatan Deputi Gubernur BI sejak 13 Januari 2026.
Usai ditetapkan, Thomas menegaskan komitmennya untuk menjaga independensi Bank Indonesia serta memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter.
“Saya ingin menyampaikan komitmen saya untuk menjaga independensi bank sentral dan, seperti yang saya sampaikan dalam proses fit and proper test, melaraskan kebijakan fiskal dan moneter,” kata Thomas.
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sendiri menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 8 persen, meningkat dari rata-rata pertumbuhan sekitar 5 persen dalam satu dekade terakhir.
Setelah disepakati dalam rapat paripurna DPR RI, Thomas Djiwandono dijadwalkan akan mengikuti pelantikan resmi sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia di Mahkamah Agung.(*)
Penulis: Nicky
Editor: Willy









