By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Headline > Dokter Gadungan Terungkap: Menyalin Data dan Digaji di Rumah Sakit
Headline

Dokter Gadungan Terungkap: Menyalin Data dan Digaji di Rumah Sakit

akurasi 2019
Last updated: September 13, 2023 4:21 pm
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
Dokter Gadungan Terungkap: Menyalin Data dan Digaji di Rumah Sakit
Dokter Gadungan Terungkap: Menyalin Data dan Digaji di Rumah Sakit. (Foto: tribunnews.com)
SHARE

Akurasi, Nasional. Sebuah kasus kontroversial tentang seorang dokter gadungan telah mencuat, yang mengungkap serangkaian peristiwa yang mengejutkan dan meresahkan. Dokter gadungan ini berhasil menipu sebuah rumah sakit dengan mencuri identitas seorang dokter sungguhan dan bekerja di sana selama beberapa tahun, menerima gaji sebagai dokter yang sah.

Kasus ini terjadi di Surabaya, Jawa Timur, di Indonesia. Seorang pria bernama Susanto, yang hanya lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA), berhasil mengelabui PT. Pelindo Husada Citra (PHC), sebuah perusahaan yang mengoperasikan berbagai klinik dan layanan kesehatan. Ia menggunakan identitas palsu seorang dokter bernama Anggi Yurikno untuk melamar pekerjaan sebagai dokter di PHC.

Peristiwa ini dimulai pada tahun 2020 ketika PT. PHC membuka rekrutmen tenaga medis selama masa pandemi COVID-19. Susanto, dengan tekunnya, mencari dan mengumpulkan data serta dokumen palsu yang diperlukan untuk melamar pekerjaan tersebut. Ia mengajukan lamaran menggunakan nama dr. Anggi Yurikno dan mengirimnya melalui email.

Namun, yang membuat kasus ini semakin mengejutkan adalah bahwa Susanto berhasil melewati serangkaian seleksi, termasuk wawancara virtual. PT. PHC, dalam situasi darurat pandemi COVID-19, memutuskan untuk merekrut tenaga medis dengan cara daring, yang kemungkinan membuat mereka lebih rentan terhadap tindakan penipuan semacam ini.

Setelah berhasil lulus seleksi, Susanto pun ditempatkan di Klinik Occupational Health & Industrial Hygiene (OHIH) PT Pertamina EP IV Cepu di Jawa Tengah. Selama dua tahun, ia bekerja di sana sebagai dokter dan menerima gaji bulanan sebesar Rp 7,5 juta, bersama dengan tunjangan lainnya.

Kasus ini terungkap ketika masa kontrak Susanto akan diperpanjang. Pihak PT. PHC meminta persyaratan administrasi tambahan, termasuk fotokopi Daftar Riwayat Hidup (CV), ijazah, Surat Tanda Registrasi (STR), Kartu Tanda Penduduk (KTP), serta sertifikat pelatihan dan sertifikasi terkait kesehatan. Ternyata, dokumen-dokumen yang diajukan Susanto berbeda format dengan dokumen yang telah diajukan sebelumnya.

Penemuan tersebut mengundang kecurigaan, dan setelah melakukan serangkaian investigasi lebih lanjut, pihak PT. PHC menemukan bahwa foto identitas asli yang digunakan oleh Susanto berbeda dengan yang seharusnya digunakan oleh dr. Anggi Yurikno. Hal ini mengejutkan banyak pihak, terutama karena Susanto telah berhasil melewati semua tahap seleksi dan bekerja selama dua tahun sebagai dokter.

Imron Soewono, Corporate Secretary PT Pelindo Husada Citra, menjelaskan bahwa mereka baru mengetahui bahwa Susanto adalah seorang residivis yang pernah melakukan tindakan serupa di tempat lain. “Untungnya di tempat kami bukan ditempatkan di rumah sakit yang menghandle pasien yang mengobati pasien. Jadi untuk memastikan pegawai sehat atau tidak,” ujarnya.

Kasus ini telah mengundang perhatian publik dan menjadi pelajaran berharga bagi perusahaan kesehatan dan rumah sakit di seluruh dunia. Hal ini menggarisbawahi pentingnya prosedur rekrutmen yang ketat, verifikasi identitas, dan perlindungan data pribadi dalam industri kesehatan.

Selain itu, kasus ini juga memunculkan pertanyaan tentang bagaimana seseorang dapat berhasil memanipulasi sistem seleksi dalam situasi darurat seperti pandemi COVID-19, di mana kebutuhan tenaga medis sangat mendesak. Ini adalah masalah yang perlu dipertimbangkan oleh semua pihak yang terlibat dalam proses rekrutmen tenaga medis.

Dalam kasus ini, PT. PHC berharap bahwa proses hukum akan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan bahwa Susanto akan menerima hukuman yang setimpal. Kasus ini juga harus menjadi peringatan bagi semua perusahaan kesehatan untuk meningkatkan keamanan dalam proses rekrutmen mereka demi melindungi integritas profesi medis dan keselamatan pasien.(*)

Editor: Ani

TAGGED:Dokter gadungan
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

PLTS Terapung Cirata: Tonggak Sejarah Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terbesar se Asia Tenggara
Headline

PLTS Terapung Cirata: Tonggak Sejarah Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terbesar se Asia Tenggara

By
akurasi 2019
Verrell Bramasta Klarifikasi Soal Pakai Tactical Vest Saat Tinjau Bencana di Padang: Bukan Rompi Antipeluru
HeadlinePeristiwa

Verrell Bramasta Klarifikasi Soal Pakai Tactical Vest Saat Tinjau Bencana di Padang: Bukan Rompi Antipeluru

By
Wili Wili
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Usulkan Siswa Bermasalah Dibina di Barak TNI, Menuai Kritik
HeadlinePeristiwa

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Usulkan Siswa Bermasalah Dibina di Barak TNI, Menuai Kritik

By
Wili Wili
Prabowo Diminta Jauhi Figur Toxic dalam Pembentukan Kabinet Baru
HeadlineKabar Politik

Prabowo Diminta Jauhi Figur Toxic dalam Pembentukan Kabinet Baru

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?