Ditinggal Selingkuhan, Eks PSK di Sungai Pinang Samarinda Nekat Telanjang Bulat hingga Bunuh Diri

![]()

Akurasi.id, Samarinda – Ketika cinta melanda, terkadang banyak orang lupa diri bahkan lupa daratan. Sebagaimana yang dialami seorang perempuan sebut saja Bunga (26). Perempuan yang bermukim di salah satu indekos di Jalan Rajawali, Gang An-Nur 2, RT 04, Kecamatan Sungai Pinang, itu membuat heboh warga setempat, karena berteriak-teriak dalam keadaan telanjang bulat lantaran depresi ditinggal pacarnya yang diketahui telah beristri, Senin (25/5/20) kemarin.
baca juga: Berkedok Arisan Online, Perempuan 18 Tahun di Samarinda Bawa Kabur Uang Jutaan Rupiah
Tidak hanya itu, Bunga bahkan nekat mengakhiri hidupnya dengan cara melukai diri menggunakan sebuah pecahan kaca. Warga yang melihat dan merasa terganggu dengan kegaduhan itu serta khawatir dengan apa yang dilakukan Bunga, lantas melaporkannya kepada RT setempat.
Ketua RT 04 Sulastri yang mendapatkan laporan itu, langsung mendatangi indekos dimaksud. Lantaran, Bunga diketahui telah berteriak dan membuat kegaduhan dari pukul 17.00 hingga 21.00 Wita. Saat mendatangi indekos dimaksud, Sulastri cukup terkejut lantaran Bunga tidak menggunakan busana sehelai pun, dan juga menggenggam pecahan kaca di tangannya.

“Waktu saya datang tangannya sudah mengelurkan darah, saat itu saya sendirian saja yang masuk lantaran Bunga tidak menggunakan pakaian,” ucapnya.
Sulastri yang juga anggota Forum Kemitran Polisi Masyarakat (FKPM) di daerah itu, segera membujuk Bunga untuk memakai kembali pakaiannya, dan membuang pecahan kaca yang ada digenggamannya.
“Saat saya suruh untuk memakai kembali pakaiannya dia (Bunga) menolak, sebelum permintaannya dikabulkan, yaitu mendatangkan kekasihnya,” tuturnya.
Diketahui Bunga depresi lantaran ditinggalkan pacarnya yang merupakan lelaki yang sudah beristri, Bunga sendiri diketatahui merupakan mantan pekerja seks komersial (PSK) yang pernah bekerja di eks lokalisasi Kompleks Bandang Raya Solong, Sungai Pinang.

“Pacarnya lebih memilih lebaran bersama istri sahnya, sebab itu dirinya (Bunga) depresi hingga melakukan hal di luar nalar seperti itu (berteriak-teriak dalam keadaan telanjang),” bebernya.
Ketua FKPM Sungai Pinang, Marno Mukti dan anggota yang datang ke lokasi, memberikan masukan kepada Sulastri untuk mencoba menghubungi pacar Bunga agar dapat datang dan menenangkan perempuan tersebut.
“Saya perintahkan anggota saya untuk menghubungi pacarnya (Bunga), kami tak berani masuk lantaran bunga enggan memakai pakaiannya, jadi kami suruh pihak perempuan saja yang berada di dalam (indekos),” jelasnya.
Tak lama setelah ditelpon, pacar Bunga datang ke indekos tersebut dan berhasil menenangkan yang bersangkutan, setelah dibujuk akhirnya Bunga mengurungkan niatnya untuk bunuh diri.
“Setelah dirinya sudah tenang kami hanya memberikan imbauan dan teguran jika bila dikemudian hari melakukan hal yang serupa, kami tidak segan-segan melaporkan ke pihak berwajib untuk ditindak lantaran membuat keributan,” pungkasnya. (*)
Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Dirhanuddin









