By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Birokrasi > Dianggap Banyak Timbulkan Masalah, Abdul Haris Minta Pemerintah Tinjau Ulang Penerapan Zonasi Sekolah
Birokrasi

Dianggap Banyak Timbulkan Masalah, Abdul Haris Minta Pemerintah Tinjau Ulang Penerapan Zonasi Sekolah

akurasi 2019
Last updated: Maret 17, 2021 5:35 pm
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
zonasi sekolah
Sekretaris Fraksi PKB, PPP dan PDIP DPRD Bontang Abdul Haris saat menyerahkan dokumen atas RAPBD 2020 kepada Ketua Dewan Andi Faizal Sofyan Hasdam. (Istimewa)
SHARE

zonasi
Sekretaris Fraksi PKB, PPP dan PDIP DPRD Bontang Abdul Haris saat menyerahkan dokumen atas RAPBD 2020 kepada Ketua Dewan Andi Faizal Sofyan Hasdam. (Istimewa)

Akurasi.id, Bontang – Penerapan penerimaan siswa baru dengan sistem zonasi atau wilayah mendapat sorotan dari anggota DPRD Kota Bontang. Fraksi PKB, PPP dan PDI Perjuangan DPRD Bontang bahkan meminta agar sistem itu dievaluasi ulang oleh pemerintah.

Anggota Komisi I DPRD Bontang Abdul Haris menilai, penerapan sistem zonasi tersebut tidak pas, hal ini dikarenakan banyaknya anak-anak yang sudah harus mengikuti program pembelajaran baru harus terkendala dikarenakan zona yang ia tempati tidak masuk radius yang ditetapkan yakni minimal 400 meter jarak dari sekolah negeri baik SD, SMP maupun SMA.

Baca Juga: Amir Tosina Pertanyakan Kelaikan Kapal Barang yang Melayani Penumpang Tujuan Mamuju

Sekretaris Fraksi PKB, PPP dan PDI Perjuangan itu meminta, dalam hal pelayanan pendidikan, khususnya pada sistem penerimaan siswa baru (PSB) agar pemerintah melalui dinas terkait mengevaluasi sistem zonasi tersebut.

Menurut dia, dalam pelaksanaannya sistem zonasi yang diberlakukan beberapa tahun belakangan ini banyak menimbulkan masalah hingga meresahkan masyarakat bahkan berdampak negatif terhadap pelaksanaan pendidikan itu sendiri.

“Ini harus dikaji ulang terkait penerapan sistem zonasi,” katanya belum lama ini.

Dia menyebutkan, banyaknya siswa yang mendaftarkan diri masuk ke sekolah negeri dan seharusnya diterima lantaran telah berusia 7 tahun, namun karena sistem zonasi tersebut anak-anak itu tidak dapat masuk sekolah.

Sebaliknya, ada banyak siswa yang usianya belum mencapai 7 tahun, namun diterima hanya karena sistem mereka masuk sistem zonasi. Adanya kuota untuk siswa dari luar Kota Bontang bisa sangat memungkinkan terjadinya praktik jual beli kursi oleh oknum sekolah.

“Ini perlu diperhatikan, agar anak-anak kita mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan usia mereka,” tukasnya.

Sebagai orang dengan latar guru atau pengajar, Abdul Haris menyadari betul, bahwa ada banyak masalah yang mesti dievaluasi dalam penerapan sistem zonasi sekolah tersebut. Dia sangat berharap, pemerintah mau meninjau ulang kebijakan itu.

“Kami ingin sistem zonasi ini benar-benar dikaji ulang. Masalah-masalah yang timbul dalam sistem ini juga mesti dievaluasi lagi,” tandasnya. (*)

Penulis: Pewarta
Editor: Yusuf Arafah

TAGGED:Abdul HarisDPRD BontangZonasi Sekolah
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Kabut Asap Selimuti Singapura, Kualitas Udara Masuk Level Tidak Sehat

Akurasi.id - Kualitas udara di Singapura memburuk sejak Kamis, 4 September 2026.…

Fuel Surcharge Naik, Siap-siap Harga Tiket Pesawat Ikutan Naik

Akurasi.id - Calon penumpang siap-siap merogoh kocek lebih dalam. Sejumlah maskapai penerbangan…

Rencana Beli BBM Subsidi Pakai STNK Dibatalkan Pertamina, Ini Alasannya

Akurasi.id - Rencana kewajiban menunjukkan Surat Tanda Nomor Kendaraan atau STNK saat…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Birokrasi

Ratusan Siswa PAUD Ikut Webinar Raih Kemerdekaan dari Covid-19 Garapan DPK Bontang

By
Devi Nila Sari
Menikmati Fasilitas Ruang Multimedia di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bontang
Birokrasi

Menikmati Fasilitas Ruang Multimedia di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bontang

By
Devi Nila Sari
amir tosina
Birokrasi

DPRD Bontang Soroti Listrik yang Sering Padam Selama Musrenbang Kecamatan

By
akurasi 2019
ni Alur Akuisisi Arsip Stasis dari OPD ke DPK Bontang
Birokrasi

Ini Alur Akuisisi Arsip Stasis dari OPD ke DPK Bontang

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?