Demi Masjid Ramah Anak, 10 Takmir Bontang Studi ke Masjid Agung Sunda Kelapa Jakarta

![]()


Akurasi.id, Bontang – Bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Bontang, 10 takmir masjid di Bontang berkunjung ke Masjid Agung Sunda Kelapa Jakarta, 7-9 Februari lalu.
baca juga: Baru 311 Anak Lakukan Perekaman KIA, Kecamatan Bonbar Bakal Gencarkan Sosialisasi ke Masyarakat
Para takmir ini berasal dari Masjid Agung Al Hijrah Kelurahan Tanjung Laut, Masjid Asy Syuhada Kelurahan Berbas Pantai, Masjid Nurul Iman Kelurahan Berebas Tengah, Masjid Al Mustaqiem Kelurahan Api-Api, Masjid Al Hikmah Kelurahan Loktuan, Masjid Al Ikhlas Kelurahan Loktuan, Masjid An Nur Kelurahan Gunung Telihan, Masjid Baiturrahman Kelurahan Belimbing, dan Masjid Al Kautsar Kelurahan Satimpo.
Kepala DPPKB Bontang Bahtiar Mabe mengatakan untuk menerapkan masjid ramah anak di Bontang, pemerintah melalui DPPKB memfasilitasi dengan mengajak para takmir masjid studi ke Masjid Agung Sunda Kelapa Jakarta. Pasalnya rumah ibadah umat muslim tersebut terpilih sebagai masjid ramah anak di Indonesia saat penganugerahan penghargaan kota layak anak di Surabaya pada 2018 lalu.
“Kami bawa ke sana, kemudian kita latih para pengurus masjid ini agar bisa mempelajari dan menerapkan masjid ramah anak di Bontang,” ucapnya saat ditemui Akurasi.id, Selasa (11/2/20).

Bahtiar menuturkan, berdasarkan surat keputusan (SK) di Kota Taman –sebutan Bontang- ada 21 masjid yang menjadi masjid ramah anak. Bahtiar berharap perwakilan takmir yang berkunjung ke Masjid Agung Sunda Kelapa Jakarta tersebut dapat menerapkan di Bontang. Sebab menurutnya di sana memiliki manajemen yang bagus dalam memberdayakan anak-anak. Dia harap masjid di Bontang dapat meniru agar anak-anak senang ke masjid.
“Hasilnya lumayan bagus, salah satu anak di Masjid Agung Sunda Kelapa sejak kecil selalu dibawa ke masjid, kini menjadi penghapal Alquran. Bahkan ada yang sekolah di Kairo, Mesir,” tambahnya lagi.
Di Kota Taman, saat ini ada 2 masjid yang menjadi pilot project masjid ramah anak. Yaitu Masjid Agung Al Hijrah di Kelurahan Tanjung Laut dan Masjid Asy Syuhada yang terletak di kawasan Kelurahan Berbas Pantai. Kata Bahtiar, kedua masjid tersebut sudah menerapkan sistem sebagai masjid ramah anak. Misalnya di Masjid Asy Syuhada sudah memiliki ruang khusus balita lengkap dengan mainan dan pengawasnya.
“Jadi ketika orangtuanya sedang salat, mereka bisa tenang karena anaknya dititipkan di ruang bermain,” ungkapnya.
Bahtiar berharap ke depannya seluruh masjid di Bontang dapat menjadi masjid ramah anak. Sehingga anak-anak semakin betah dan mencintai masjid hingga menorehkan prestasi di bidang keagamaan.
“Harapannya semua masjid di Bontang bisa menjadi masjid ramah anak. Di Indonesia ini belum banyak yang melaksanakan masjid ramah anak,” pungkasnya. (*)
Penulis/Editor: Suci Surya Dewi









