By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Berawal dari Pembengkakan, Dilson Dinyatakan Mengidap Gizi Buruk
News

Berawal dari Pembengkakan, Dilson Dinyatakan Mengidap Gizi Buruk

akurasi 2019
Last updated: Juni 1, 2019 3:44 pm
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
Berawal dari Pembengkakan, Bayi Bernama Dilson Dinyatakan Mengidap Gizi Buruk
Dilson bersama ibunya Nancy (23) tahun. (Ella Ramlah/Akurasi.id)
SHARE
Berawal dari Pembengkakan, Bayi Bernama Dilson Dinyatakan Mengidap Gizi Buruk
Dilson bersama ibunya Nancy (23) tahun. (Ella Ramlah/Akurasi.id)

Akurasi.id, Sangatta – Dilson, bayi yang masih berumur tujuh bulan lebih ini hanya bisa terbaring tak berdaya di ruang anak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga Sangatta. Bayi malang tersebut mengidap penyakit gizi buruk. Kondisi bayi pun harus dipasangi selang infus dan selang oksigen untuk bantuan pernapasan.

Selain itu, kondisi bayi sangat lemas dengan perut membuncit namun tubuh kurus kering, hanya tampak kulit yang membalut tulang sehingga terlihat menonjol beberapa tulang rusuknya.

Anak dari Ibu Nancy (23) ini sudah dalam penanganan tim medis. Sebelum dibawa ke rumah sakit, kondisi bayi cukup memprihatinkan. Bayi malang itu hanya bisa menangis. Dia enggan minum susu hingga membuat kondisi fisiknya semakin menurun.

Padahal saat dilahirkan, kondisi bayi terbilang normal dengan berat badan 3,0 kilogram (Kg). Namun, akibat penyakit yang dideritanya, kini beratnya jauh dari ideal di usia perkembangan bayi seusianya.

Orangtua bayi mengaku, jika awalnya hanya ditemukan pembengkakan ditubuh Dilson dan setiap minum susu selalu dimuntahkan sehingga mempengaruhi pertumbuhannya.

Dilson lamban dibawa ke rumah sakit. Karena jarak Bengalon ke Sangatta lumayan jauh. Di sisi lain, orangtua Dilson juga memiliki keterbatasan biaya. Hingga dua hari di rumah sakit pun dirinya belum mendapatkan kejelasan dari pihak BPJS.

“Awalnya tidak mau minum susu. Setiap yang masuk dimuntahkan hingga menangis terus sampai badannya menjadi kurus kering,” ungkap Nancy saat ditemui Akurasi.id, Kamis (29/5/19).

Petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim Bidang Program Gizi, Jemy Mende membenarkan, jika Dilson sudah di rawat di RSU Kudungga Sangatta. Jemy menyatakan pihak rumah sakit telah memberikan pelayanan maksimal kepada bayi dengan penanganan dua dokter, yakni dokter anak dan ahli gizi.

“Saat pertama datang, kondisi bayi sangat lemas dengan perut membuncit namun badannya kurus kering, bahkan tulang rusuk sampai terlihat menonjol, tapi saat ini kondisinya semakin membaik dari sebelumnya,” kata dia.

Diungkapkan, hasil analisis sementara, Dilson diduga kuat mengidap gizi buruk. Namun untuk memastikannya, tim dokter terus melakukan pemeriksaan lengkap dan pemantauan perkembangan, untuk memastikan apakah ada penyakit lain.

Berawal dari Pembengkakan, Bayi Bernama Dilson Dinyatakan Mengidap Gizi Buruk
Dilson (7) bulan, bayi penderita gizi buruk di Kutim. (Istimewa)

Jemy menambahkan masalah gizi buruk masih jadi pekerjaan rumah besar yang dihadapi Indonesia. Tingginya masalah anak penderita gizi buruk disebabkan oleh berbagai faktor yang dialami dalam kehidupan sehari-hari.

“Sampai saat ini penderita gizi buruk sebagian besar adalah anak-anak, karena orangtua mereka kemungkinan memiliki berbagai masalah yang membuat mereka tidak bisa mencukupi kebutuhan gizi anak-anaknya,” ungkap dia.

Menurut Jemy, beberapa faktor yang penyebab anak-anak menderita gizi buruk, antara lain masalah ekonomi, perilaku orangtua yang salah, dan sanitasi.

“Ada persepsi yang salah dari para orangtua ketika mereka datang ke posyandu. Sering kali mereka malas datang karena takut diceramahi dan dimarahi dokter tentang masalah gizi,” ujarnya.

Penulis: Ella Ramlah
Editor: Yusuf Arafah

TAGGED:DilsonGizi Buruk
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Mengenal Beras Fortifikasi, Benarkah Lebih Sehat dari Beras Biasa?

Akurasi.id - Beras menjadi makanan pokok utama masyarakat Indonesia. Namun, di pasaran…

“Kami Tak Suka Didikte!” 5 Pernyataan Tegas Prabowo di KTT BRICS 2026

Akurasi.id, New Delhi - Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)…

10 Alat Elektronik yang Boros Listrik Walau Sudah Mati

Akurasi.id - Tagihan listrik rumah naik terus padahal pemakaian rasanya biasa aja?…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp65.000, Kini Rp2.857.000 per Gram
PeristiwaTrending

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp65.000, Kini Rp2.857.000 per Gram

By
Wili Wili
Setahun X-Ray Milik Lapas Bontang Rusak, Pemeriksaan Barang Terpaksa Hanya Dilakukan Manual
News

Setahun X-Ray Milik Lapas Bontang Rusak, Pemeriksaan Barang Terpaksa Hanya Dilakukan Manual

By
Redaksi Akurasi.id
pakaian dalam wanita
Hukum & KriminalNews

Demi Awet Muda, Pria di Samarinda Nekat Curi Pakaian Dalam Wanita

By
akurasi 2019
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Perintahkan Pembongkaran Tempat Rekreasi Hibisc di Puncak Bogor
HeadlinePeristiwa

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Perintahkan Pembongkaran Tempat Rekreasi Hibisc di Puncak Bogor

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?