By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Corak > Mengenal Beras Fortifikasi, Benarkah Lebih Sehat dari Beras Biasa?
CorakRagam

Mengenal Beras Fortifikasi, Benarkah Lebih Sehat dari Beras Biasa?

Devi Nila Sari
Last updated: September 21, 2026 12:03 pm
By
Devi Nila Sari
Share
4 Min Read
Mengenal Beras Fortifikasi, Benarkah Lebih Sehat dari Beras Biasa?
Ilustrasi beras. (Dok Getty Images/iStockphoto)
SHARE

Akurasi.id – Beras menjadi makanan pokok utama masyarakat Indonesia. Namun, di pasaran kini mulai banyak ditemui beras fortifikasi. Apa sebenarnya beras fortifikasi dan benarkah lebih sehat dari beras biasa yang kita konsumsi sehari-hari?

Contents
  • Apa Itu Beras Fortifikasi?
  • Bagaimana Kandungan Gizinya?
  • Apakah Ada Kekurangannya?
  • Jadi, Benarkah Lebih Sehat?

Beras fortifikasi sering dikaitkan dengan upaya pencegahan stunting dan kekurangan gizi. Lalu apa bedanya dengan beras putih biasa? Mari kita simak penjelasannya.

Apa Itu Beras Fortifikasi?

Beras fortifikasi adalah beras biasa yang diperkaya dengan vitamin dan mineral penting melalui proses fortifikasi atau penambahan nutrisi. Secara fisik, beras ini terlihat sama dengan beras biasa, namun di dalamnya terdapat butir-butir beras yang telah diperkaya (fortified rice kernels) yang dicampur dengan beras reguler.

Menurut Badan Pangan Nasional, fortifikasi beras bertujuan untuk mengatasi masalah kekurangan zat gizi mikro (hidden hunger) yang masih banyak terjadi di Indonesia.

Bagaimana Kandungan Gizinya?

Perbedaan utama terletak pada kandungan mikronutriennya.

1. Beras Biasa

Beras putih biasa dominan mengandung karbohidrat sebagai sumber energi. Namun, dalam proses penggilingan, sebagian besar vitamin dan mineral di lapisan kulit ari (bekatul) hilang. Kandungan utamanya hanya karbohidrat, sedikit protein dan serat.

2. Beras Fortifikasi

Selain karbohidrat, beras ini diperkaya dengan beberapa zat gizi penting, seperti:

– Zat Besi (Fe): Mencegah anemia

– Asam Folat: Penting untuk ibu hamil dan tumbuh kembang janin

– Vitamin B1, B3, B6, B12: Untuk metabolisme energi

– Zinc (Seng): Meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah stunting

– Vitamin A: Untuk kesehatan mata

Mana yang Lebih Sehat?

Jika dilihat dari kelengkapan gizi, beras fortifikasi lebih unggul dari beras biasa. Beras biasa hanya memberikan rasa kenyang dan energi, sementara beras fortifikasi memberikan energi plus tambahan vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh.

Beberapa studi menunjukkan konsumsi beras fortifikasi secara rutin memiliki beberapa manfaat, diantaranya:

– Menurunkan angka anemia pada remaja putri dan ibu hamil

– Mendukung tumbuh kembang anak dan mencegah stunting

– Meningkatkan konsentrasi dan produktivitas kerja

Namun, perlu diingat beras fortifikasi bukanlah obat. Ia adalah penyempurnaan dari beras biasa.

Apakah Ada Kekurangannya?

Tentu ada, antara lain di harga. Harga beras fortifikasi lebih mahal sedikit dari beras premium biasa karena ada proses tambahan. Selain itu, cara masaknya juga harus benar. Tidak disarankan dicuci berulang kali dengan cara diremas keras, karena vitamin yang menempel bisa larut dan hilang.

Untuk mengolahnya, cukup cuci 1-2 kali secara lembut. Sementarai terkait rasa dan tekstur, bagi sebagian orang, ada sedikit perbedaan rasa, meski secara umum hampir tidak terasa.

Jadi, Benarkah Lebih Sehat?

Jawabannya Ya. Beras fortifikasi lebih sehat karena kandungan gizinya lebih lengkap dibandingkan beras biasa. Beras biasa tetap sehat sebagai sumber energi, namun miskin zat gizi mikro.Beras fortifikasi sangat dianjurkan untuk kelompok rentan seperti ibu hamil, menyusui, remaja putri, dan anak-anak dalam masa pertumbuhan, serta keluarga yang berisiko mengalami kekurangan gizi.Jika Anda mencari beras untuk kebutuhan gizi yang lebih baik dan pencegahan jangka panjang, beras fortifikasi adalah pilihan yang lebih tepat. (*)

Penulis: Pewarta
Editor: Devi Nila Sari

TAGGED:berasBeras BiasaBeras Fortifikasi
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
“Kami Tak Suka Didikte!” 5 Pernyataan Tegas Prabowo di KTT BRICS 2026

Akurasi.id, New Delhi - Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)…

10 Alat Elektronik yang Boros Listrik Walau Sudah Mati

Akurasi.id - Tagihan listrik rumah naik terus padahal pemakaian rasanya biasa aja?…

Gempa M 6,5 Guncang Kepulauan Seribu Jakarta, Getaran Terasa hingga Jabar dan Sumatera

Akurasi.id, Jakarta - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,5 mengguncang wilayah Kepulauan Seribu,…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Hati-hati! Virus Cacar Monyet Semakin Menyebar di Eropa dan Amerika
HeadlineKesehatan

Hati-hati! Virus Cacar Monyet Semakin Menyebar di Eropa dan Amerika

By
akurasi 2019
Lapas Bontang Luncurkan Aplikasi Laundry Online, Kakanwil: Bisa Jadi Percontohan Nasional
CorakRagam

Lapas Bontang Luncurkan Aplikasi Laundry Online, Kakanwil: Bisa Jadi Percontohan Nasional

By
Devi Nila Sari
Beri Paket Sembako Warga Sidrap, Agus Haris Bakal Perjuangkan Tapal Batas Masuk ke Bontang Hingga MK
Kabar Politik

Beri Paket Sembako Warga Sidrap, Agus Haris Bakal Perjuangkan Tapal Batas Masuk ke Bontang Hingga MK

By
Devi Nila Sari
peredaran narkoba
Birokrasi

Berantas Peredaran Narkoba, Dewan Siap Dukung Pendanaan BNNP Kaltim

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?