By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Birokrasi > Dari RDP Bank Kaltimtara, Dewan Minta PAD Ditingkatkan di Atas Rp200 Miliar
Birokrasi

Dari RDP Bank Kaltimtara, Dewan Minta PAD Ditingkatkan di Atas Rp200 Miliar

akurasi 2019
Last updated: Maret 17, 2021 6:18 pm
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
RDP Bank Kaltimtara
Komisi II DPRD Kaltim saat menggelar rapat dengar pendapat atau hearing dengan Bank Kaltimtara. (Dok Humas DPRD Kaltim)
SHARE
Bank Kaltimtara
Komisi II DPRD Kaltim saat menggelar rapat dengar pendapat atau hearing dengan Bank Kaltimtara. (Dok Humas DPRD Kaltim)

Akurasi.id, Samarinda – Kontribusi Bank Kaltimtara terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kaltim diakui dewan sudah cukup bagus. Kendati demikian, Komisi II DPRD Kaltim tetap berharap perusahaan daerah (perusda) yang bergerak di sektor perbankan itu tetap terus meningkatkan sumbangsihnya terhadap keuangan daerah pada tahun-tahun selanjutnya.

Baca Juga: Dewan Dibuat Heran dengan Keberadaan Perusda yang Tidak Jelas Alamatnya

Pada anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Kaltim 2019, Bank Kaltimtara diketahui sudah mencatatkan menyumbang PAD sebesar Rp 173 miliar. Dana tersebut menjadi yang paling besar dari sekian perusda yang dimiliki Pemerintah Kaltim hingga saat ini.

Anggota Komisi II DPRD Kaltim M Syahrun mengatakan, hasil yang sudah didapatkan Bank Kaltimtara hingga sejauh ini patut mendapatkan apresiasi. Karena perusahaan plat merah tersebut selalu memberikan kontribusi yang paling besar dari tahun ke tahunnya.

Logo dprd Kaltim“Saya melihat memang perlu ada dukungan Komisi II, karena Bank Kaltimtara telah memberikan kontribusi yang cukup besar di antara perusda yang lain,” ucapnya.

Walau begitu, Syahrun berkeyakinan, jika Bank Kaltimtara pada APBD 2020 mampu menghasilkan PAD yang jauh lebih besar lagi. Apalagi dengan besarnya penyertaan modal yang diberikan Pemerintah Kaltim, maka itu dapat menjadi pelecut semangat untuk terus meningkatkan kinerja ke depannya.

“Pada APBD 2020-2021, kita harapkan Bank Kaltimtara memberikan kontribusi di atas Rp200 miliar terhadap PAD Kaltim,” ucapnya.

Dia menyampaikan perandaian, jika dengan modal yang begitu besar diberikan Pemerintah Kaltim terhadap perbankan swasta, dia yakin jika target Rp200 miliar per tahun bukan sesuatu yang memberatkan. Karena dengan modal yang begitu besar dikucurkan pemerintah setiap tahunnya, perbankan bisa leluasa memberikan dukungan, terutama kepada pengusaha di Kaltim yang dianggap memenuhi syarat.

“Jika seperti itu, maka akan banyak menyerap tenaga kerja dan menambah dividen. Kami sepakati di Komisi II, agar kontribusi Bank Kaltimtara (pada 2020-2021) dapat menyumbang PAD di atas Rp200 miliar,” imbuhnya.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Kaltim Reza Fachlevi banyak menyoroti persoalan utang piutang yang ada di Bank Kaltimtara. Termasuk persoalan regulasi perkreditan di perbankan tersebut. Khusus untuk perkreditan, Reza meminta agar Bank Kaltimtara banyak menyosialisasikan regulasi yang mengatur tentang itu kepada masyarakat dan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

“Kemudian, apakah selama ini CSR-nya Bank Kaltimtara sudah berjalan baik kepada masyarakat. Mengingat jumlah aset daerah yang dimiliki Bank Kaltimtara kurang lebih sekitar Rp29 triliun. Dan itu perlu dijelaskan dalam bentuk apa saja, baik yang bergerak ataupun tidak,” tuturnya.

Selain itu, pada rapat dengar pendapat (RDP) itu, Reza juga meminta agar Bank Kaltimtara menurunkan bunga pinjaman kepada para kelompok tani, nelayan, dan peternak. Pasalnya, bunga pinjaman yang mencapai 9 persen saat ini masih dinilai saat memberatkan.

“Program untuk masyarakat, petani dan peternak memiliki bunga pinjaman sekitar 9 persen, mereka berharap diturunkan menjadi 5 persen, agar mereka tidak lagi mengharapkan pengadaan dari pemerintah. Mereka juga dapat melakukan belanja langsung melalui kelompok tani yang mereka miliki,” tandasnya. (*)

Penulis: Muhammad Aris
Editor: Dirhanuddin

TAGGED:#DPRD KaltimRDP Bank Kaltimtara
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Fuel Surcharge Naik, Siap-siap Harga Tiket Pesawat Ikutan Naik

Akurasi.id - Calon penumpang siap-siap merogoh kocek lebih dalam. Sejumlah maskapai penerbangan…

Rencana Beli BBM Subsidi Pakai STNK Dibatalkan Pertamina, Ini Alasannya

Akurasi.id - Rencana kewajiban menunjukkan Surat Tanda Nomor Kendaraan atau STNK saat…

Naik Lagi! Ini Harga BBM Non Subsidi per September 2026

Akurasi.id - Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi kembali mengalami penyesuaian.…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

FGD Tentang Bangunan Rendah Karbon, Begini Penjelasan DLH Samarinda
Birokrasi

FGD Tentang Bangunan Rendah Karbon, Begini Penjelasan DLH Samarinda

By
Devi Nila Sari
Rapat Banmus, DPRD Kaltim Geser Penetapan Nota KUA-PPAS ke Tanggal 14 Desember
BirokrasiKabar Politik

Rapat Banmus, DPRD Kaltim Geser Penetapan Nota KUA-PPAS ke Tanggal 14 Desember

By
akurasi 2019
Penerimaan CPNS Bontang Dibuka, Begini Syarat Ketentuannya
Birokrasi

Pendaftaran CPNS PPPK Guru di Bontang, Berikut Formasi dan Syaratnya

By
Devi Nila Sari
Investasi Kota Taman Lancar, Berpotensi Meningkatkan PAD Bontang
Birokrasi

Investasi Kota Taman Lancar, Berpotensi Meningkatkan PAD Bontang

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?