By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Stok Cabai Menipis, Harganya Semakin Pedas
News

Stok Cabai Menipis, Harganya Semakin Pedas

akurasi 2019
Last updated: Juli 30, 2019 8:21 pm
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
Stok Cabai Menipis, Harganya Semakin Pedas
Menjelang Iduladha, harga cabai merangkak naik. (Suci Surya Dewi/Akurasi.id)
SHARE
Stok Cabai Menipis, Harganya Semakin Pedas
Menjelang Iduladha, harga cabai merangkak naik. (Suci Surya Dewi/Akurasi.id)

Akurasi.id, Bontang – Harga lombok atau cabai kecil di pasar kembali naik. Pemicu kenaikan harga lombok diduga karena gagal panen di Pulau Jawa dan Samarinda.

Penjual sayuran di Pasar Rawa Indah, Hj Ani (43), mengaku hari ini menjual cabai Rp 80 ribu per kilogram (kg). Padahal sebelumnya ia menjualnya Rp 60 ribu per kg.

“Saya jual dua macam. Lombok kampung dan lombok Samarinda. Ini lombok kampungnya habis. Sisa yang dari Samarinda. [Harganya] mahal. Tapi mau tak mau harus sediakan,” katanya, Selasa (30/7/19).

Saban hari harga komoditas sayuran berubah-ubah. Khusus lombok, harganya tidak pernah turun. Setiap berganti hari, harga jualnya terus merangkak naik hingga Rp 100 ribu per kg.

“Sebelumnya harga lombok Rp 50 sampai Rp 60 ribu. Normalnya harga lombok itu Rp 23 sampai Rp 40 ribu per kilogram,” beber pedagang lainnya, Hayati (50).

Wanita paruh baya itu berujar, stok cabai kecil memang berkurang. Meski setiap hari barang dipasok distributor, di lapaknya tersisa sedikit cabai. Dia menduga kenaikan harga lombok karena stok yang minim.

“Mungkin di sana (Jawa) gagal panen karena musibah banjir atau bencana alam lainnya,” ujar dia.

Kata Hayati, kenaikan harga cabai tidak terkait dengan hari raya Iduladha. Sebab setiap hari raya, harga lombok tidak pernah naik.

Neni, pedagang sekaligus agen cabai di Pasar Sementara Rawa Indah, mengaku, kenaikan harga cabai meningkatkan penjualannya.

“Alhamdulillah. Kalau harga naik, malah banyak yang cari. Kalau harganya turun, pembelinya biasa-biasa saja,” ujarnya.

Harga lombok yang merangkak naik justru berdampak negatif terhadap penjual makanan. Hal ini dikeluhkan warga Kelurahan Gunung Telihan yang juga pedagang batagor dan bubur ayam Bandung, Nur.

Ia mengaku bingung berjualan saat semua harga komoditas naik. Batagor yang membutuhkan sambal berbahan dasar lombok kecil pun tak dapat diganti dengan bahan lain.

“Belum lagi bahan batagornya. Ikan yang mahal karena gelombang tinggi. Kami mau menaikkan harga jual juga tidak mungkin. Tapi harga bahan-bahannya naik semua,” keluhnya. (*)

Penulis: Ayu & Suci Surya Dewi
Editor: Ufqil Mubin

TAGGED:Cabai MahalHarga CabaiJelang Iduladha
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Gempa M 6,5 Guncang Kepulauan Seribu Jakarta, Getaran Terasa hingga Jabar dan Sumatera

Akurasi.id, Jakarta - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,5 mengguncang wilayah Kepulauan Seribu,…

Presiden Prabowo Hadiri KTT ke-18 BRICS di India

Akurasi.id – Presiden RI Prabowo Subianto mengahadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18…

Kapan Foto KTP Boleh Diganti? Ini 3 Kondisi yang Diperbolehkan

Akurasi.id - Foto di KTP-el atau e-KTP ternyata tidak bisa diganti sembarangan.…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Gunakan Obat Penenang, Ayah Cabuli Anak Tiri 4 Kali
News

Gunakan Obat Penenang, Ayah Cabuli Anak Tiri 4 Kali

By
Devi Nila Sari
Kantor Polairud Polda Kaltim Terbakar, 18 Tahanan Berhasil Dievakuasi
News

Kantor Polairud Polda Kaltim Terbakar, 18 Tahanan Berhasil Dievakuasi

By
akurasi 2019
Diduga Cabuli Tiga Mahasiswi, Seorang Dosen Umul Samarinda Resmi Dilaporkan ke Polisi
HeadlineHukum & KriminalNews

Diduga Cabuli Tiga Mahasiswi, Dosen Unmul Samarinda Resmi Dilaporkan ke Polisi

By
Devi Nila Sari
Bebas Kasus Suap, Raden Brotoseno Diduga Masih Aktif, ICW Surati Polri
HeadlineHukum & Kriminal

Bebas Kasus Suap, Raden Brotoseno Diduga Masih Aktif, ICW Surati Polri

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?